Tag-Archive for » sma 1 slawi «

Tuesday, February 03rd, 2009 | Author: Aning
internet money

internet money

Pernyataan yang pernah dilontarkan Alvin Toffler akan terjadinya pergeseran dari masyarakat industri menjadi masyarakat informasi kini telah menjadi kenyataan. Sebuah komunitas baru di masyarakat yang begitu getol memburu informasi (e-community) telah hadir dengan ciri khas tersendiri. Dalam waktu 24 jam sehari, yang sepertinya kurang, komunitas ini memburu sekian juta informasi yang setiap saat siap untuk di up date. Mereka memiliki kesempatan untuk saling berbagi begitu banyak informasi di jagat raya bumi ini melalui sebuarh jejaring maya yang dikenal dengan internet.

Fenomena ini begitu besar pengaruhnya hingga kemudian muncul sebuah paradigma baru bernama new economy. Dalam artian yang sederhana, ekonomi baru adalah sebuah istilah yang merefleksikan berbagai macam aktifitas dengan basis internet. Dengan term-term e (electronic)-things-nya, ekonomi baru memunculkan banyak istilah di masyarakat seperti e-commerce, e-business, e-banking, dan lain sebagainya.

 Don Tapscot, penulis The Digital Economy yang dijuluki Mantan Wakil Presiden Amerika, Al Gore, sebagai salah satu maha guru cyber, mengatakan bahwa perubahan fenomena bisnis yang terjadi pada saat sekarang membawa konsekuensi logis yang mengharuskan berbagai macam aktivitas mau tidak mau bergabung dalam bisnis di internet.

 Salah satu fenomena yang bisa membuktikan adalah banyaknya para pebisnis yang berlomba-lomba terjun di bisnis berbasis internet dan TI (teknologi informasi) atau-meminjam istilah Benoit Marchal-migrating to e-commerce.

 Di Amerika, kita bisa melihat banyak perusahaan old-company yang mulai melirik dunia web seperti Sears (Sears.com). Procter & Gamble (reflect.com), Barnes & Noble (barnerandnoble.com), Amazon (amazon.com), dan lain sebagainya. Bahkan, raja hiburan Time Warner yang berkiprah sejak tahun 1925 dengan total pendapatan sebesar US$ 23 miliar bersedia merger dengan America Online (AOL) yang baru berdiri pada tahun 1985 dengan pendapatan per tahun yang hanya US$ 5,2 miliar.

 Di Tanah Air, kita juga bisa menyaksikan perusahaan-perusahaan old-company yang melakukan hal serupa. Selain itu, banyak pula bermunculan perusahaan-perusahaan baru (start up) yang menggelar bisnis berbasis internet dan TI.

Jika Teman alumnisma1slawi sering menjelajah Internet, teman alumnisma1slawi juga bisa menjumpai banyak anak muda di negeri ini yang sudah menjalankan bisnis melalui internet. Dengan bermodal situs atau bahkan blog gratisan, mereka menjual apapun yang bisa dijual.

Salah satu yang mendorong suburnya bisnis melalui internet adalah murahnya modahl yang diperlukan untuk memiliki sebuah domain. Saat ini, teman alumnisma1slawi bisa memiliki “toko” di Internet dengan sebuah domain dot com yang berharga tidak lebih dari seratus ribu rupiah plus hosting di bawah lima ribu rupiah. Bahkan, script untuk memiliki sebuah toko online juga bisa didapatkan secara gratis seperti yang bisa di-download dari Oscommerce.com.

Bandingkan jika teman alumnisma1slawi mendirikan toko di pinggir jalan atau bahkan gerobak dorong sekalipu, tentu modal yang diperlukan lebih dari setengah juta rupiah.

Terlepas dari adanya kenyataan bahwa ada banyak bisnis online yang gagal bertahan, perkembangan dunia maya yang sedemikian pesat tersebut sempat memunculkan anggapan bahwa ekonomi baru dengan e-commerce-nya bakal menciptakan mesin uang bagi pemiliknya.

Menurut Sawidji Widoatmodjo, paling tidak ada 10 bisnis yang akan menjadi mesin uang di masa yang akan datang yaitu e-budget, bisnis suara, software, privacy, transmisi data, iklan rumah dan mobil, server, wireless e-mail, Internet content, dan solusi.

Jika perkiraan ini benar, maka sudah saatnya bagi siapa saja untuk mulai menengok Internet sebagi media bisnis atau bahkan pekerjaan.

Hebatnya, bisnis atau pekerjaan melalui Internet bisa dilakukan tanpa harus memiliki kantor dan pegawai. Ini artinya, biaya yang harus dikeluarkan juga tidak sebesar bisnis konvensional lain. Cukup dengan komputer atau PDA yang connect dengan Internet, aktivitas bisnis sudah bisa dilakukan.

Mari kita bayangkan contoh sederhana berikut: seorang penjual software membuat sebuah toko online dengan membeli domain plus hosting (dengan biaya tidak lebih dari Rp. 200.000). Saat ada pegunjung yang tertarik membeli, si pembeli akan mengisi form pemesanan dan melakukan transfer ke rekening bank atau Internet account (paypal, e-golf, dll) milik si penjual. Dengan sistem mobile banking, si penjual akan mendapatkan informasi melalui SMS bahwa ada kiriman uang untuknya. Setelah di cek kebenarannya melalui Internet banking, si penjual tinggal mengaktifkan status order si pembeli. Saat itu juga, si pembeli sudah bisa men-download software yang dia pesan. Selesai.

Well, jika bisnis dilakukan dengan cara semacam itu, bukankah akan ada banyak penghematan ? Bayangkan berapa penghematan yang bisa didapatkan dari Amazon. Mereka tidak memiliki toko buku dalam bentuk fisik, tetapi mampu menjadi toko buku online terbesar di dunia.

Contoh di atas barangkali terlalu sederhana untuk dijadikan pemisalan. Namun kenyataananya, sudah ada ribuan orang yang melakukannya.

Cobalah melakukan browsing, maka teman alumnisma1slawi akan menemukan ‘industri e-book’ di mana banyak orang dengan modal minimal menjual produk informasi dalam bentuk e-(electronic) book sebagai contohnya. Mereka menjual produk informasi dengan biaya produksi nyaris nol karena informasi tersebut dijual bukan dalam bentuk print edition, tetapi berupa file dalam format pdf atau exe.

Inilah ‘the hidden money’ yang sudah saatnya teman alumnisma1slawi juga bisa peroleh dari Internet dengan cara mudah, simpel, dan punya potensi untuk terus berkembang-karena pengguna Internet juga pasti akan semakin banyak.

Ada banyak keinginan dan kebutuhan manusia yang dicari melalui internet. Oleh karena itu, siapa pun yang pandai mengolahnya, maka ia akan memiliki peluang besar untuk menemukan ‘harta karun’ yang masih terpendam tersebut.

Seperti yang dikatakan banyak orang, “uang itu ada di mana-mana’, tetapi memang benar sangatlah tidak mudah bagi kita untuk bisa melihat, apalagi mendapatkannya. Namun, bagi seseorang yang sudah memiliki kejelian melihat peluang, ia tidak perlu lagi meminta bantuan ‘orang pintar’ untuk melihat apa yang tidak terlihat tersebut. (Taufik Hidayat, Langkah Mudah Meraup Dolar Lewat Internet),

Category: Sharing  | Tags: ,  | One Comment
Tuesday, December 09th, 2008 | Author: Aning

Hai, teman alumni SMA I Slawi.

krisis

krisis

Apa kabar ???? semoga Allah Swt, senantiasa melindungi kita semua, amin. Seperti yang kita ketahui sekarang sedang heboh “krisis moneter global”. Banyak negara yang kena imbasnya, jangan tanya ke Amerika. Negara kita, Indonesia tercinta yang kata pemerintah gak kena, nyatanya kena tuh ???? Gak usah jauh jauh, perusahaan tempat suami tercinta pun terkena imbasnya. Eeee, iya, belon cerita nih. My hushband kerja di perusahaan kertas nasional. Masuk grup nya Sinar Mas. Pabriknya yang di Karawang, memproduksi berbagai macam kertas.  Dari kertas untuk buku tulis, label buat syrup dan tissue.

Nah, teman Alumni SMA I Slawi,

Hampir 1,5 bulan ini mesin tempat suamiku kerja stop, gak jalan n asli mandeg deg. Dan kaitannya dengan krisis moneter global adalah produksi kertas yang biasanya diekspor, terpaksa distop untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Karena permintaan turun drastis, harga bahan baku (pulp/bubur kertas) yang terjun bebas (ini produk sampingan), dan kekhawatiran produsen terhadap kemampuan bayar klien/nasabahnya. Daripada ngejual bayarnya g tau kapan, mending g jual. Gitu deh, kasarnya.

Akibatnya teman Alumni SMA 1 Slawi, sebagian karyawan borongan sudah dirumahkan. Alhamdulillah, status suami yang karyawan g terusik dengan masalah ini. Tetapi HRD nya gampang banget ya, ngeluarin peluru berupa SP3 atas kesalahan2 yang g begitu fatal sih, tapi ya, wong namanya lagi cari2 sasaran empuk buat di PHK y, apa aja bisa buat alasan toh ????

Masih bersyukur pula, karyawan tetap digaji seperti biasanya. G telat, emang. Tapi uang lembur nol, premi produksi nihil. Padahal kami hidup dari uang lembur…..yang besarnya bisa 2 kali lipat gaji pokok, he…he…Sekali lagi memang jamannya udah susah, mau diapain lagi. Merdeka !!!! buat para teman alumni SMA 1 Slawi yang berkarya menjadi Pegawai Negeri Sipil, Guru Negeri dan lain2. Aman…

Aih, curhat jadinya ya….akibat krisis moneter global (kuambil ini dari ibu2 se gang, maksud e sing bojone se pabrik), tetangga depan, suaminya ada yang gantung diri (Audzubillah bin Dzalik). Trus kemarin di Waserda Koperasi Pabrik ada yang stressssssss. Istrinya teriak2 kesetanan karena g bisa “ngutang” di waserda, mengingat plafond pinjaman suaminya telah habis. Padahal si suami hanya bisa membawa sisa gajinya enam puluh ribu rupiah saja !!!!!!! Astaghfirullah…

Karena ibu2 di arisan RT ku menyalahkan krisis moneter global, sempat kutanyakan pada mereka, apa yang mereka maksud dengan krisis moneter itu ???? Mengapa mereka marah pada krisis moneter ???? Stupid, ya, pertanyaannya..ya, iyalah mereka marah, mereka menyalahkan krisis moneter. Karena krisis moneter, para suami mereka (termasuk suamiku) hanya bisa membawa pulang gaji pokok (tapi halal). Uang lembur yang biasanya bisa untuk bayar les ini itu anak2, berpiknik dalam kota (maksud e jalan2 ke mal), beli ini itu dll. Sekarang tak bisa lagi mereka lakukan. Pahit hit.

Dan teman alumni SMA 1 Slawi yang tercinta, mereka balik bertanya kepadaku, “Emangnya Bu Aning g marah ke krisis moneter ??? G kecewa suami pulang hanya membawa gaji pokok tok ???? G sebel kita, ibu2nya kudu mikir kumaha nambal kekurangan ????”. Ku jawab, “Ngapain marah ke krisis moneter. Buang2 energi. Kecewa ke suami, aduuhhhhh, ibu2, jangan deh…..kasihan suami2 kita. Yah, emang rezeki kita saat ini hanya segini mau diapain lagi. N buat nambal kekurangan ya, kita kerja dong.”

“Emang e kita masih diterima kerja dimana ????” Tanya mereka kompak.

“Emang kerja kudu di kantor ? di pabrik ? ” balik saya bertanya.

“Iya, ngomong doang emang enak.” Kata seorang ibu ketus.

“Ya, iyalah bisa ngomong gitu, wong dah, punya sampingan jualan kue. Trus bapak e anak2 nukang.” Kata yang lain.

Aku cuma nyengir. “Kan saya pernah ngebahas soal Mengantisipasi Resiko waktu arisan RT tahun kemarin. Mpe saya copy in tuh, artikel e. Tuuuuh, kan, boro2 dibaca. Pasti kertasnya dah buat bungkus apaan n dah jadi sampah yang udah hanyut mpe Teluk Jakarta. Pasti !!!!” Kataku kalem.

Diam panjang.

“Kalo begitu, Bu Aning bisa g, ngejelasin apa itu krisis moneter ??” Tanya seorang ibu yang tinggal di ujung gang.

“Kita berandai2 dulu y. Misal e kita n negara g punya duit sama sekali.  Duit kertas, duit koin ditarik dari peredaran. Akibatnya apa ????” tanyaku, mereka mengangkat bahu.

“Kita males ngapa2in. Mau kerja ya, males. Percuma berangkat kerja, wong dah tahu g bakalan digaji. Duit darimana ??? Mau buka usaha, males banget. Siapa yang mo beli ??? banyak orang g punya duit…” Terangku.

“Sekarang kita lempar duit, mulai “rame” kan. Dalam artian, yang kerja mulai semangat. Karena tau bakal digaji pake duit. Trus yang mo buka usaha juga niat banget. Banyak orang kerja berarti banyak yang dapat gaji dan mereka punya duit. Pasti mereka mau beli ini itu. Trus ditambah lagi tuh, duit yang dilempar. Makin semangat kan….Sampe2 saking banyaknya yang butuh tenaga kerja, anak2 dibawah umur disuruh kerja. Trus, yang punya usaha pengen buka usaha lagi dan seterusnya. Habis itu, duit e ditarik lagi, tapi pelan2. Semangat tentu akan menurun sampai terulang lagi cerita saya yang diatas. Nah, kalo kita masih ingat pelajaran ekonomi di sekolah dulu. Ada siklus ekonomi yang terjadi di negara mana pun. Terbagi dalam 4 masa, Masa Ekspansi, Masa Puncak, Masa Resesi dan Masa Depresi. Sekarang apa hubungannya dengan pengandai saya di atas. Masa Ekspansi adalah masa dimana negara dan kita waktu itu g punya duit sama sekali trus dilempari duit banyak. Orang mulai bekerja, dunia usaha yang udah ada mulai ekspansi dengan membuka usaha baru, dan dengan sendirinya pengangguran berkurang. Eeeeeh, tapi duit e g dilempar begitu aja, toh ???? ya, lewat Bank Sentral. Yang emang tugasnya mengendalikan likuiditas.”

“Apa itu likuiditas, Bu Aning ?” tanya seorang ibu menyela penjelasanku.

“Likuiditas itu adalah besar kecilnya jumlah peredaran uang.” Jawabku lugas.”Apabila likuiditas besar, biasanya besar pulalah produksi barang dan jasa yang akan dihasilkan. Apabila likuiditas kecil, biasanya kecil pula produksi barang dan jasa yang dihasilkan. Jadi, besar kecilnya produksi barang dan jasa sangat tergantung pada tingkat likuiditas di suatu negara. Oh, ya, barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam jangka waktu tertentu disebut Produk Domestik Bruto, kerennya Gross Domestic Product.”

“Trus habis masa ekspansi apa lagi tadi Bu ????” tanya seorang ibu lainnya mengingatkan pembicaraan yang terpotong tadi.

“Ah, ya, setelah masa ekspansi ada masa puncak. Yang mana pada masa ini uang ada dimana2, orang ogah nyimpen uangnya di bank. Tapi dipake buat buka usaha baru. Trus seperti kesetanan buat beli barang dan jasa yang ada di pasaran. Makanya pada masa ini harga barang dan jasa naiknya gila2an. Pergerakan uang dari satu tangan ke tangan yang cepet. Ibarat mesin, Mesin Ekonomi mulai menjadi sangat “panas”. Dan ibarat Gunung udah di puncak pasti akan menurun lagi, toh ???? Masa puncak memang baik. Tetapi efeknya akan timbul inflasi. Efek sosial dan politiknya bikin takut pemerintah. Secara sosial, masyarakat bisa panik dan ngeborong semua barang di supermarket. Untuk itu, pemerintah lewat Bank Sentralnya mulai mencoba mengurangi laju inflasi dengan memperlambat pompa likuiditas. Sebagian uang ditarik dari peredaran dengan cara menaikkan suku bunga simpanan dan suku bunga pinjaman. Naiknya suku bunga simpanan mendorong orang menyimpan uangnya di bank. Menaikkan suku bunga pinjaman, ya, g akan banyak orang ambil kredit dan buka usaha. Efeknya pengangguran mulai naik kembali. Sedangkan Masa Depresi adalah masa dimana bank sentral kebablasan dan resesi mencapai puncak keparahannya. Suku bunga simpanan dan pinjaman yang naik gila2an. Uang tersedot di perbankan. Usaha banyak yang bangkrut dan gulung tikar. Pengangguran bejibun. Harga barang dan jasa akan mengalami penurunan. Karena kalau tidak, g akan terbeli oleh masyarakat yang lagi g punya duit. Aih, haus juga y, udah ngedongengin ibu2.” kataku memecah kesunyian yang melanda. Ibu2 menghela nafas hampir bersamaan.

“Seru juga, ya” Tukas Ibu Erna.

“Emang film, seru !!!!” Kata Bu Rita

“G ngira segitu gampangnya soal ekonomi y….tau dari mana Bu Aning ???” Tanya Bu Iis.

“Makanya baca dong, baca…..Nih, bukunya” jawabku sambil mengacungkan sebuah buku Seri Perencanaan Keuangan Keluarga karya Safir Senduk. Ibu2 mencibir, “Kirain Bu Aning pinter beneeeeerrrrrrr…..”

“Yah, itulah gunanya doyan baca” Kataku sambil pergi meninggalkan ibu2.

  Okay, teman Alumni SMA 1 Slawi yang tersayang, mpe jumpa lagi di tulisan mendatang. Keep your healthy dan Bye.

Category: Sharing  | Tags: ,  | 3 Comments
Monday, December 01st, 2008 | Author: Eko BS

 

Almarhum amin budi

Almarhum amin budi

Cuman dia yang mau menjadi pemeran Soekarno sewaktu adegan drama detik-detik proklamasi pelajaran PSPB nya pak Kambali. Masalahe nggak ada yang mau ngapalin dialognya yang sampe berlembar-lembar. Begitulah kata seorang teman saat mengenang saudara Amin waktu masih duduk dibangku SMA.

Seperti telah diketahui sebelumnya kalau rekan Amin ini telah meninggal dunia Maret 2008 silam. Tanggal 16 November yang lalu harusnya beliau merayakan ulang tahunnya yang ke 36. Almarhum telah dimakamkan di Pemakaman desa. Kaligandu, Banjaranyar, Balapulang. Riwayat Pendidikan beliau berawal di SDN Banjaranyar, kemudian melanjutkan di SMPN 1 Balapulang, dan sekolah di SMAN 1 Slawi. Dia sering berangkat sama saudara Wage yang sampai dengan saat ini belum dapat kontaknya. Setelah lolos UMPTN dan diterima di S1 UGM Yogyakarta, beliau sempat melanjutkan S2 di ITB (tadinya mau kuliah di luar negeri, tapi karena ada halangan, doski mengajukan pasca sarjana di dalam negeri). Karir kerjanya dimulai dari menjadi PNS di Kab. Tegal th 2000, jabatan terakhir di PEMDA KAB. TEGAL menjadi Ka. UPTD Pertanian di Margasari (enak yaah deket rumah). Al Amin Menikah di th 1999, dan beliau meninggalkan 1 istri dan 2 anak yang sulung kelas 2 SD dan yang bungsu 2,5 thn. Almarhum meninggal karena serangan stroke di hari Sabtu Maret 2008 dengan tensi awal 200 kemudian drop ke 70 pendarahan di otak dan Lambung. Beliau memang mempunyai sakit hipertensi. Berita ini didapat dari rekan kita yaitu Atin Nihayati yang kebetulan adalah saudara dari istri Almarhum dan dari sambutan yang disampaikan di acara sebelum pemakaman. Mari kita do’akan agar Almarhum Amin Budi Hartono diberikan tempat yang indah dan nyaman di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amien.

Category: Apa Kabar  | Tags:  | 7 Comments
Saturday, November 22nd, 2008 | Author: Wisnu

Ini budaya SMA (dulu)

Pesona SMA 1 Slawi

Pesona SMA 1 Slawi

 

 

 

1. Waktu kelas satu, penataran P4/MOS dimanfaatin buat promosi ekstrakurikuler oleh kakak kelas. Biasane sing paling getol tebar pesona eskul PMR karo pramuka. PKS dan drumb band  malu-malu kucing. Ih, jadi kelingan kakak kelas, Mas Darno, Diandini karo Thamalia
2. Anyar-anyaran jadi kelas satu, nenteng buku paket sagembol (tur lawas-lawas lungsurane kakak kelas). Kasian ya kawan sing Turki (turunan kidul). Wis nggawane abot, ning elf-an didelengi penumpang liyane karena bawa bawaan banyak
3. Kaos olahraga, corak seragame dari generasi ke generasi sama. Yen senam SKJ, ketara endi sing kelas siji, loro, telu. Sing warna birune luwih bosok, ya berarti kelas telu
4. Pelajarane Pak Hadi, kudu nggawa paser, cat merek pelikan.
Kertas gambare kudu tuku ning koperasi yang ada stempel sekolah.
5. Pelajaran kimia yen praktikum di laboratorium, kudu nganggo jas.  Sing ora nganggo dicatet. Pokoke kayak mahasiswi kedokteran sing mbelek kodok
6. Upacara bendera Seninan, yang kebagian tugas mesti dag-dag-dug. Soale pembina upacarane biasane mengevaluasi kinerja petugase. Kalau lancar, minggu depan bisa giliran kelas lain. Kalau gagal, Senin berikutnya petugase ya itu lagi. Kesalahan yang biasane ora bisa ditolerir: bendera sing dikerek isih neng tengah, lagu Indonesia Rayane wis bar. Akhir upacara, ada pengumuman Lomba K-3. Kelas sing menang entuk sertifikat. Begitu disebut pemenang, bocah-bocah sing menang langsung tereak horee..
7. Masih soal upacara nih. Upacara non-hari Senin (biasane Hardiknas apa Hari Pahlawan), protokole mesti Khonipah!. Suarane memang mendesah dan empuk. Apa karena cantik ya (masih kalah manis karo Deisy Indri kan?) Sing langganan pemimpin upcara ana telu, Mustaufik, Arif Hartoto karo Sumpono Bayu Aji
8. Bagi peserta upcara Senin yang gak kuat berdiri, jangan khawatir karena di belakang ada petugas PMR (seragame putih-putih). Jare Susi Fadilah Mustafa, kaya tauge. Petugas PMR ini yang akan mngantar ke ruang UKS.
Padahal ning kono mung dikei minyak angin karo dikipasi nganggo buku. (eh, aku dulu ikut ngipasi lo)
9. Soal gojlokan kyeh, biasane pas malam renungan, sebelum pelantikan anggota PMR apa OSIS. Pertanyaan yang sering terlontar di mulut senior,’’Apakah kamu cinta Tanah Air? Kalau cinta, sekarang juga kamu cium tanah!,’’
10. Kalo ada pengumuman penting dan mendadak, ada seorang siswa yang nyelonong ke kelas.
Di depan kelas, dia bawa buku tebal, sambil ngebacain isi pengumuman itu. Pengumuman itu biasane disambut cekikikan. Sesudah baca pengumuman, petugas minta tanda tangan ke guru pengjaar lalu pergi ke kelas lain. Berdasarkan perhitungan kasar, yang sering baca nih: TOPIK (spesialis pembaca ayat suci Alquran di acara sekolah) karo teman kita, Abdul Kafid (pramuka Saka Dirgantara)
11. Kalo ada teman yang diundang Pak Surata (Pembina OSIS), entah urusan paskibra apa OSIS, ada seseorang yang menyerahkan kertas undangan yang diteken Pak Surata. Di kelas, lalu muncul celotehan, sibuk…sibuk..sibuk
12. Sekolah kita jadi andalan pas acara Pameran  Hari Kesaktian Pancasila dan karnaval agustusan. Di pameran, produk andalan kita ya Saka Dirgantara dengan pesawat imutnya itu, karo lukisan-lukisan abstrak. Khafid biasane tukang jaga pameran. Di karnaval, andalane pawai nganggo pakaian adat karo drumband. Ingat kan siapa dua mayoret kebanggaan kita?

 

 

Category: Cerita masa SMA  | Tags: ,  | 7 Comments