Ibadah qurban melambangkan tingkat kepasrahan/berserah diri tertinggi hanya kepada Allah dengan segala keikhlasan jiwa dan raga, sekaligus melatih melepaskan berhala-berhala yang mungkin telah kita sembah selain Allah Yang Maha Esa, disadari atau tanpa disadari. Kita tidak mempersembahkan hewan qurban kepada Allah Yang Maha Kaya itu, tetapi justru untuk membebaskan diri dari belenggu-belenggu yang telah membuat kita lupa dengan prinsip tunggal kita yaitu Allah Yang Maha Esa. Menyembah sesuatu yang sangat kita cintai, seperti kedudukan, uang, harta, nama, keluarga, atau anak, membuat iman kita goyah.
Qurban, bukan berarti Allah melarang kita mencintai anak atau harta kita. Bukankah semua itu fana dan akan hilang ? Marilah kita berpikir sejenak. Apabila terlalu mencintai “hal itu” secara berlebihan, bahkan melebihi cinta kepada Allah Yang Maha Esa, maka semua itu hilang, anda akan kehilangan pegangan. Allah Maha Tahu. Idul Qurban justru merupakan perwujudan sifat Allah Yang Maha Melindungi Batin.
“Ketahuilah bahwa kekayaanmu dan anak-anakmu hanyalah ujian (bagimu). Dan bahwa Allah, pada-Nya lah pahala yang besar.” Q.S. 8 Al Anfaal ayat 28
Qurban adalah suatu pelatihan untuk mengembalikan diri kita kepada fitrah diri, yaitu Star Principle. Monotheisme, hanya menyembah dan berprinsip kepada Allah Yang Maha Tunggal, tidak ada yang lain. Laa Ilaaha Illallah.
“Sungguh, kita adalah milik Allah, dan kepada-Nya kita kembali.” Q.S. 2 Al Baqarah ayat 156.
SELAMAT IDUL ADHA 1430 H….