“ Ma Anca…..timbanganku naik lagi “
“ Alhamdulillah “
“ Lho, kok. Tega benerrrr…”
“ Ya, disyukuri toh, Tante…aku pengen naikin berat badan aja susah banget. Lha, situ naek timbangan ne malah histeria begitu ” muka Tante Fa penuh dengan kerutan. Aku tertawa melihatnya.
“ Yuuukkk…mari…kita liat apa nih, yang salah. Kemarin katanya diet. Diet apaan nih….”
“ Aku gak makan nasi, Ma Anca. Kuganti pake kentang, roti, ubi dan sodara ne “
“ Makan mie juga ?? “ tanyaku, Tante Fa mengangguk.
“ Waktune kumaha ?? “
“ pagi, siang, malam “
“ Oke, deeehhhh…trus temennya gimana ? “ tanyaku lagi
“ Maksud Ma Anca ? ”
“ Memang makan ubi tok, kentang tok, roti tok ??? lauk pauknya, Non “
“ Oh, itu…gak pake, kok, Cuma karbohidrat aja. Gak enak pake lauk pauk. Kan gak enak Ma Anca “
“ Eh, iya, kayak kentang diapain ??? direbus ??? “
“ Ihhh..Ma Anca ini. Mana enak kentang direbus. Ya, digoreng lahhhh….” Aku tergelak mendengarnya.
Ada 1001 macam diet yang bisa kita pilih demi menjadi langsing. Namun pola makan serasi yang dikenal dengan food combining kini tengah banyak dibicarakan atau dipilih orang. Konon metode langsing dengan jalan ini lebih disukai karena kita tak perlu pusing-pusing menghitung asupan kalori. Di samping itu bobot tubuh secara alamiah akan turun dengan sendirinya sesuai dengan keselarasan. Nah, apa itu Food Combining ?
Pada dasarnya Food Combining (FC) merupakan pola makan yang diselaraskan dengan mekanisme alamiah fungsi tubuh manusia. Dengan penyelarasan tersebut, pekerjaan pencernaan akan lebih mudah dan pemakaian energi lebih efisien.
Prinsip FC sebenarnya tak beda dengan pola makan 4 sehat 5 sempurna, hanya disesuaikan dengan siklus pencernaan manusia. Setiap fungsi tubuh mempunyai irama biologis yang jam kerjanya tetap dan sistematis dalam siklus 24 jam setiap hari. Siklus tersebut terbagi 3 periode yaitu :
1. Siklus Pencernaan
Siklus ini berlangsung dari pukul 12.00 sampai pukul 20.00. Saat ini merupakan saat tepat untuk mengkonsumsi makanan padat karena selama 8 jam ini tubuh secara aktif bekerja mencerna makanan. Itulah sebabnya bila kita tidak makan siang hari, tubuh merasa lapar karena saat ini tubuh banyak mengeluarkan energi untuk mencerna.
2. Siklus Penyerapan
Sejak pukul 20.00 – 04.00 tubuh mulai melakukan penyerapan. Sebagian besar zat makanan yang telah dicerna dibagikan ke seluruh tubuh. Pada saat ini kita harus cukup tidur dan tidak makan lagi supaya energi yang ada pada tubuh betul-betul digunakan untuk membagi makanan bukan untuk melakukan aktivitas tertentu atau mencerna makanan. Jangan dilupakan, pada saat ini tubuh juga mengganti sel-sel yang rusak dengan yang baru. Bila energi terlalu banyak dikeluarkan untuk mencerna makanan atau melakukan kegiatan lain, maka proses pembentukan sel baru tidak lag efisien. Akibatnya, kita menjadi lelah, kulit kusam dan penuaan dini pun terjadi.
3. Siklus Pembuangan
Siklus ini merupakan siklus terakhir, terjadi antara pukul 4 subuh hingga 12 siang. Pada saat ini paling banyak dikeluarkan energi. Karena itulah alangkah baiknya bila kita tidak menyantap makanan padat supaya tidak boros energi. Meminum segelas juice sudah cukup di pagi hari. Dengan begitu kita sudah membiarkan tubuh untuk melakukan pembuangan secara maksimal.
Ketiga siklus di atas bukan Cuma membuat kita harus memperhatikan kapan waktu yang tepat, tetapi juga keseimbangan asam dan basa (nilai pH makanan) makanan yang kita santap. Salah kombinasi sedikit saja, kelancaran proses pencernaan tubuh akan terganggu.
Beberapa contoh makanan pembentuk asam misalnya protein hewani, lemak dan minyak, produk susu, biji-bijian, kacang tanah, makanan beragi, alkohol. Sedangkan makanan pembentuk basa yaitu buah-buahan, sayuran, kentang yang direbus dengan kulitnya, susu mentah, kedelai, taoge, kacang-kacangan (kecuali kacang tanah) dan sebagainya. Makanan ini dikombinasikan agar pH tubuh kita selalu netral.
Selain pengelompokaan asam-basa, makanan juga dibagi menjadi 5 kelompok makanan berdasarkan kandungannya, yaitu zat pati, protein, sayuran, kelompok netral dan buah-buahan. Semua kelompok makanan ini bisa dimakan bersamaan dalam pola FC, kecuali kelompok protein dan zat pati tidak boleh dikonsumsi bersamaan.
Buah juga dikonsumsi sendiri pada pagi hari karena mudah dicerna dan tidak membutuhkan energi besar. Selebihnya jika sudah mengkonsumsi protein sebaiknya ditemani sayuran untuk menetralkan.
Tak heran jika penganut FC masih bisa menikmati steik atau mie ayam, dengan catatan steik dimakan tanpa kentang dan mie ayam dimakan dengan menyisihkan daging ayamnya. Dengan cara ini kita lebih mudah menjalankan pola diet ala FC.
ANTARA YANG SERASI DAN TIDAK SERASI
Kombinasi makanan yang serasi sebagai berikut:
1. Protein dan Lemak
Unsur lemak berguna melambatkan laju pencernaan hingga protein punya cukup waktu berinteraksi dengan asam lambung. Nah, protein sendiri sebetulnya sudah mengandung lemak, hingga penambahan lemak lagi malah berbahaya sebab akan membuat protein lebih lama lagi berada dalam lambung. Jadi, santaplah ayam, daging atau ikan dengan cara dipanggang, dibakar, direbus atau dikukus. Begitu juga kacang-kacangan.
2. Pati dan Lemak
Hidrat arang pati juga mengandung protein dan lemak sekalipun kecil saja. Jadi kombinasi pati dan lemak oke saja selama tidak ditambahkan lemak lagi. Ubi yang dikolak merupakan makanan yang tidak serasi karena menggunakan ekstralemak. Tetapi penambahan sedikit lemak demi penambah cita rasa seperti roti diolesi sedikit mentega, kentang tumbuk dengan sedikit krim atau nasi yang ditanak dengan sedikit minyak kelapa, it’s okay…..
3. Lemak dan Asam
Keduanya bisa disantap beriringan kalau lemaknya rendah saja. Asam berguna melarutkan lemak. Sedang enzim pengurai lemak membutuhkan pH asam. Misalnya, sedikit air jeruk dapat mengencerkan lemak sehingga muda dicerna. Sebaliknya menambahkan asam pada makanan berkadar lemak terlalu tinggi justru menyebabkan pH pencernaan semakin asam hingga menghambat proses pencernaan.
4. Gula dan Asam
Contoh makanan dengan kombinasi ini adalah yogurt murni dengan madu alam murni, yogurt dan buah manis, buah asam dan buah manis atau saus asam manis.
5. Pati dan Pati
Sekalipun makan nasi dan bakmi menurut metoda FC cukup serasi, toh, kita tidak disarankan menyantapnya dalam jumlah banyak. Karena kemampuan tubuh menyimpan pati terbatas. Kelebihannya akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak.
6. Protein Nabati dengan Protein Nabati
Kombinasi yang sangat serasi karena satu jenis saja protein nabati, umumnya kurang lengkap. Hingga harus dilengkapi lagi dengan protein lainnya. Misalnya, nasi merah dengan tempe, nasi dengan perkedel kacang merah, sup dengan aneka biji-bijian.
Berdasarkan keterangan di atas, maka roti dengan telur dadar, nasi dengan ayam goreng, mi dengan bakso daging, ikan bumbu acar, daging dengan kuah saus tomat, cake isi buah manis, bubur sumsum dengan kinca gula merah, roti dan gula pasir, roti dan selai buah, pudding setelah makan makanan tinggi protein, dadar telur dengan keju, atau daging dan ayam, termasuk kombinasi yang tidak serasi.
PEDOMAN PEMULA
Susah ya, mengikuti keterangan di atas. Cobalah dengan kombinasi menu dalam satu hari berikut ini:
1 menu protein-sayuran ditambah 1 menu zat pati-sayuran, plus 1 menu buah-buahan
2 menu zat pati-sayuran, 1 menu buah-buahan
2 menu buah-buahan, 1 menu zat pati plus sayuran
1 menu protein dan sayuran plus 2 menu buah-buahan
2 menu zat pati dan sayuran ditambah 1 menu protein plus sayuran
Mau dicoba ???????………………………..
