Tag-Archive for » alumnisma1slawi «

Saturday, March 06th, 2010 | Author: admin

Hampir setiap orang ingin memiliki pribadi menarik. Kepribadian yang baik, penting bagi seseorang agar diterima dalam pergaulan maupun di tempat kerja. Rata-rata orang yang berkepribadian menarik memiliki banyak teman dan sahabat. Memiliki kepribadian menarik-istilah psikologi menyebutnya inner personal skill-dapat menentukan kesuksesan seseorang.

 

Menurut John R. Brinkerhoff dalam bukunya 101 Commonsense Rules for the Office, jika kita ingin memiliki kepribadian menark, kita harus memiliki sikap mental positif. Dibawah ini adalah daftar sikap mental positif.

 

FLEKSIBEL

 

Orang yang memiliki sifat fleksibel dapat beradaptasi dengan lingkungan yang beragam secara cepat. Dengan bersikap fleksibel, teman alumnisma1slawi mudah diterima oleh seseorang atau kelompok. Bersikaplah fleksibel selama tidak mengubah prinsip dan kepribadian.

 

SOPAN

 

Kesopanan merupakan kebiasaan menghargai perasaan orang lain dalam suatu kondisi. Kebiasaan bersopan santun membuat teman alumnisma1slawi mudah mengontrol diri dan menguasai emosi.

 

TOLERANSI

 

Toleransi adalah sikap menghormati perbedaan apapun, baik opini, tingkah laku, maupun kebiasaan. Dengan toleransi, teman alumnisma1slawi semakin kaya dengan keanekaragaman dunia. Teman alumnisma1slawi akan cepat berkembang jika senantiasa siap menerima gagasan baru dan menerima perbedaan.

 

HUMORIS

 

Humor dapat membantu teman alumnisma1slawi mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Humor membuat teman alumnisma1slawi mudah tersenyum di tengah ketegangan hidup. Hal ini berdampak baik bagi perkembangan mental teman aluminsma1slawi.

 

RENDAH HATI

 

Sikap rendah hati membuat teman alumnisma1slawi peduli dan mau mendengarkan orang lain. Orang yang rendah hati mudah menghargai dan akan dihargai orang lain.

 

SPORTIF

 

Bersikap sportif artinya mau berkompetisi secara sehat. Biasanya orang yang sportif tidak akan besar kelapa jika menang dan tidak akan mengeluh jika kalah.

 

HANGAT

 

Bersikap hangat meski kelihatannya sederhana, bisa berdampak besar dalam pergaulan. Sikap hangat pada orang lain mencerminkan sikap antusias, percaya diri, dan kooperatif.

 

 

 

Jadi, untuk tampil menarik: kesan pertama (first impression)

 

BEHAVIOUR

Perilaku yang baik landasannya adalah agama, memilih mana yang baik dan yang buruk. Sikap positif, proaktif, pengenalan tentang kekuatan dan kelemahan diri, pemahaman tentang toleransi/kepekaan, dan etika.

 

BRAIN

Mempunyai wawasan yang luas, sehingga komunikasi dengan lingkungan menjadi cair dan lancar. Banyak membaca buku dan menulis, banyak bertukar pikiran/diskusi, menghadiri pertemuan yang bermanfaat, seminar.

 

BEAUTY

Ø     Kesehatan

Ø     Kebersihan

Ø     Kecerahan wajah

Ø     Kerapian

Ø     First Impression

Ø     Voice Impression

Category: Sharing  | Tags: ,  | 2 Comments
Saturday, February 20th, 2010 | Author: admin

Konsumsi susu di Indonesia masih sedemikian rendah dengan berbagai alasan. Salah satu alasan orang tidak mengkonsumsi susu adalah karena intoleransi laktosa (tidak tahan terhadap gula susu atau laktosa), dimana lambung tidak bisa mencerna susu. Keadaan ini disebabkan oleh tidak adanya atau kurangnya enzim laktase dalam sistem pencernaan.

 

Oleh karena itu susu kedelai merupakan salah satu alternatif sebagai pengganti susu sapi. Banyak kesamaan antara susu kedelai dengan susu sapi. Susu kedelai juga dikenal sebagai minuman kesehatan, karena tidak mengandung kolesterol melainkan kandugan phytokimia, yaitu suatu senyawa dalam bahan pangan yang mempunyai khasiat kesehatan.

 

Kelebihan dari susu kedelai adalah ketiadaan laktosa, sehingga susu ini cocok untuk dikonsumsi penderita intoleransi laktosa, yaitu seseorang yang tidak mempunyai enzim laktase dalam tubuhnya. Orang tanpa enzim laktase tidak dapat mencerna makanan yang berlemak.

 

Keunggulan dari susu kedelai, disamping sebagai pengganti mereka yang mengalami gangguan laktosa intoleransi, ternyata konsentrat dari kacang kedelai ini mampu menjadi bahan pangan fungsional yang perlu diperhitungkan. Artinya, selain mengandung komposisi zat gizi yang bermutu, susu kedelai dapat berfungsi sebagai bahan pangan untuk menjaga kestabilan kesehatan.

 

Susu kedelai dapat menghambat osteoporosis. Istilah osteoporosis belakangan ini ramai diperbincangkan berbagai kalangan, khususnya wanita. Osteoporosis atau kondisi kelemahan dan kerapuhan tulang secara perlahan-lahan yang terjadi akibat kekurangan kalsium. Karena penyakit ini berkembang secara perlahan-lahan, orang seringkali tidak menyadari mereka terkena osteoporosis setelah pertengahan umur.

 

Wanita penderita osteoporosis dapat mengalami kerapuha tulang yang disebabkan oleh menurunnya produksi hormon estrogen. Karena salah satu fungsi hormon tersebut adalah membantu penyerapan kalsium.

 

Seperti diketahui susu kedelai banyak mengandung zat fitoestrogen, yaitu zat yang dapat berfungsi sebagai pengganti hormon estrogen. Jadi dengan mengkonsumsi susu kedelai secara teratur akan mencegah terjadinya osteoporosis. Mengkonsumsi susu kedelah membantu mencegah kehilangan tulang dan membentuk tulang setelah menopause. Menurut sebuah penelitian, wanita yang telah menopause mengonsumsi 40 gram protein dari kedelai setiap hari selama enam bulan akan mengalami peningkatan masa tulang hingga 2%.

 

Susu kedelai non kolesterol dan mencegah penyakit jantung. Kacang kedelai dalam hal ini susu kedelai mengandung zat isoflavon yang dilaporkan dapat menurunkan resiko penyakit jantung dengan membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Studi epidemologi juga telah membuktikan bahwa masyarakat yang secara teratur mengkonsumsi makanan dari kedelai, memiliki kasus kanker payudara, kolon, dan prostat yang lebih rendah.

 

Susu kedelai bagus untuk konsumsi penderita autis. Seperti diketahui autis merupakan penyakit gangguan pencernaan, penyerapan, dan metabolisme zat gizi yang berdampak pada perkembangan perilaku berupa kemampuan komunikasi, bicara, emosi dan keterampilan motorik. Meski secara kasat mata anak autis terlihat sehat, namun ia tidak mampu bersosialisasi sehingga terisolasi dair lingkungan dan hidup di dunianya sendiri.

 

Untuk itu bagi penderita autis perlu dijaga agar tidak mengkonsumsi bahan makanan yang bisa menyebabkan penyakitnya bertambah parah. Salah satu sumer makanan yang sangat baik dikonsumsi penderita autis adalah kedelai. Karena anak autis memang harus menghindari casein yang terdapat pada susu sapi.

 

Membuat Susu Kedelai

 

rendam 500 gram kedelai mentah selama kira-kira 2 jam. Kemudian rebus hingga mendidih.

Air rebusan dibuang, dan masukkan ke dalam blender dengan menambah air sebanyak 2,5 liter atau sesuai dengan jumlah kacang kedelai yang digunkan.

Bisa digunakan air matang bila ingin langsung diminum dan sekali habis atau air mentah yang kemudian direbus bila ingin disimpan lama di dalam lemari es.

Tambahkan gula biasa atau sirup sesuai keingin selera.

Category: Sharing  | Tags: ,  | 2 Comments
Monday, December 21st, 2009 | Author: admin
Pada tahun 1960, sejumlah tokoh pendidikan di Kota Slawi, Kabupaten Tegal, dirundung kegelisahan. Maklum, sejak SMP 1 Slawi berdiri tahun 1957, kota ini belum memiliki sekolah lanjutan atas seperti SMA atau SMEA. Tak hanya para tokoh, masyarakat Slawi secara umum pun sangat merindukan hadirnya SMA yang mampu menciptakan kesinambungan pendidikan dari jenjang SMP ke SMA.
Ada salah satu tokoh Slawi yang menaruh perhatian besar terhadap dunia pendidikan. Dialah Marnadi (almarhum) yang kala itu memimpin partai PNI dan figurnya sangat berpengaruh di Pemerintah kota Slawi. Marnadi bersama sejumlah tokoh pendidikan, mengusulkan kepada Bupati Tegal Soetoro, agar didirikan sekolah lanjutan atas sesuai aspirasi masyarakat Slawi.
Gayung pun bersambut. Tak menunggu waktu lama, bupati pun membentuk Panitia Pendiri Sekolah-sekolah Lanjutan Atas yang diketuai oleh Umar Kasan, seorang wedana yang diangkat menjadi patih (setingkat wakil bupati). Sekretaris panitia dipegang Soetarjo,yang menjabat sebagai wedana slawi sedangkan Marnadi ditugasi menjadi bendahara,seksi pembangunan. Kepanitiaan juga dilengkapi dengan seksi pendidikan yang dipercayakan kepada Imam Sudjaki (kepala SMP 1 Slawi) bersama Samsuri Gandakusuma (guru di SMP 1 Slawi).

Cita-cita para tokoh Kota Slawi, baru menampakkan hasilnya pada tahun 1962. Setelah melalui diskusi panjang dan melelahkan bersama guru di SMA Negeri Tegal, dibentuklah SMA Negeri Slawi filial SMA Negeri Tegal dengan nama SMA Persiapan Negeri Slawi.
Sesuai skenario, Imam Sudjaki yang saat itu memimpin SMP 1 Slawi akan diplot menjadi kepala SMA Persiapan Slawi. Namun lantaran saat penerimaan murid baru, yang bersangkutan diangkat menjadi kepala SMP Klampok, Banjarnegara, maka kendali SMA Persiapan itu dipercayakan kepada Samsuri Gandakusuma. Samsuri pun ditugasi menjadi kepala sekolah.
”Saya masih ingat waktu bulan puasa dan tahun ajaran baru tahun 1962. Usia saya masih 30 tahun saat ditugasi menjadi kepala SMA Persiapan Negeri Slawi,” kenang Samsuri, salah saksi sejarah berdirinya SMA Negeri 1 Slawi, sekolah yang kini bersatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional.

Di bawah pimpinan Samsuri, SMA Persiapan yang menempati tanah milik Brigif IV itu, mulai melangsungkan kegiatan belajar mengajar. Pertama kali SMA ini ‘beroperasi’, hanya terdiri atas empat kelas, dengan 40 siswa perkelasnya. Para guru pun kebanyakan ‘pocokan’ seperti Sikoen Emidjojo, Ramdan, Khadimin, Arzani, Mukijo dan lain-lain. Tenaga TU pun hanya satu yaitu Fatimah dibantu oleh satu pesuruh yaitu Sirya, orang Dukuh Salam.
Ketika SMA Persiapan berdiri, saat itu tengah terjadi perubahan sistem pendidikan di SMA, dari SMA yang berstatus SMA A, B, C, D diubah menjadi SMA gaya baru dengan SMA dengan 4 Jurusan tapi satu sekolah. Empat jurusan itu meliputi IPA, Biologi, IPS dan Bahasa

 
Mimpi jadi kenyataan
Setelah SMA Persiapan berdiri, bukan berarti mimpi pejuang-pejuang pendidikan Kota Slawi berhenti. Dengan status SMA yang masih menginduk SMA Negeri Tegal, mereka belum puas. Upaya untuk mengentaskan SMA Persiapan ke SMA yang ‘diakui’ terus dilanjutkan.
Pada suatu ketika, ada kabar Inspektur P dan K dari Jakarta yang meresmikan sekolah di Brebes, akan mampir ke Slawi untuk melihat SMA Persiapan ini. Nah, kesempatan inilah yang bakal dimanfaatkan guna menggolkan mimpi tersebut.
”Hari ini saya terima telpon, besok inspektur mau ke SMA. Karena mendadak, saya sempat bingung soalnya harus mempersiapkan administrasi dan kebersihan. Terus sapa sing ngeludi kelas ben bersih ? Kira-kira si Sirya bisa ora ya ngurusi yang berat-berat?” ujar Samsuri. Di tengah mepetnya waktu, saya juga mengerahkan anggota-anggota Pemuda Demokrat (karena waktu itu Samsuri juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Demokrat) akhirnya secara bergotong-royong dengan lampu patromaks, semua kelas dibersihkan demi menyambut tamu agung tersebut, dan keesokan harinya mengundang guru-guru dari SMA N Tegal diantar jemput langsung oleh Wakil Bupati.

Pertemuan dengan inspektur itu memang penting. Dari sanalah gagasan untuk mengubah SMA Persiapan menjadi SMA Negeri Slawi dimulai. Ketika itu beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya kepala sekolah adalah berstatus pegawai negeri dan sekolah sanggup menyediakan rumah untuk kepala sekolah.
Atas jasa Marnadi, Samsuri berhasil memenuhi persyaratan itu, salah satunya dengan menyediakan rumah dinas untuk kepala sekolah di Dukuh Salam, bekas tempat tinggal orang tua Samsuri . Namun, ketika sekolah itu mau diresmikan sebagai sekolah negeri, Samsuri memilih menjadi guru saja di SMP 1 Slawi. Kepala sekolah definitif SMA Negeri Slawi yang melanjutkan tongkat estafet Samsuri, adalah Rahardjo.
Saat matahari berada di titik kulminasi, pada tanggal 23 September 1963, sebuah momen penting telah terjadi. Rahardjo menerima SK pengangkatan sebagai kepala sekolah definitif untuk kali pertama. (wisnu, indani, syakur)

Tuesday, December 01st, 2009 | Author: admin

Sabtu, 28 November 2009 lalu di pemancingan Lebaksiu diadakan Sarasehan Alumni SMA 1 Slawi yang dihadiri kurang lebih 40-an alumni dari lintas angkatan. Yang hadir diantaranya Bp. Abdul Wahid, Bp. Yoseph Iswinarno dari Katul, Komunitas Tujuh Lima. 76 diwakili Bp. Machrup Elrick. HADI, Himpunan Delapan Puluh datang berombongan Ibu Emy, Bp. Susilo, Bp. F. Mujianto dkk. 81 hadir dari Kedungwuni, Ibu Sri Rejeki lalu bendahara 81, Bu Susmiati hadir diiringi Bpk. Haryoto. Alumni 82 dihadiri ketuanya, Bp. Handoko & Bp. Sobri. 83 diwakili mas Kristanto Budi U. Alumni 86 dipimpin mz. Soni Nusa hadir bersama mas Yudo & Bu Endang.

 

Interstate 89 direncanakan akan diwakili mas Akhmad Rizal, terpaksa batal hadir karena sakit (yg jelas bukan keracunan Kempong, y, mz…). Dan I-89 lainnya, mas Teguh Puji Harsono, terpaksa “kabur” karena tidak mau dianggap dihukum. Maklum beliau lebih suka duduk “mojok”. Matur nuwun mas Very Yulianto yang mengikuti acara sampai selesai. Aneh bin ajiiibbb… angger wong Lebaksiu ora teka, y, mas….

 

92 biasa laah yaawww…diwakili profesor kita, mas Abdul Syakur & mbak Sri Haryati. Seksi sibuk, karena jadi panitia dadakan (maklum tukang woro-woro & Pendiri Grup FB Alumni global, ketinggalan bis & terdampar di tengah hutan Sumsel) sehingga mas Herry Prasetyo 94 & mbak Indani 96 mudah-mudahan ora kapok, mengurusi tetek bengek Sarasehan.

 

98 diwakili mas Tryas Wahyudianto, 99 ada mas Daniel, 2001 mbak Laela Nurcahyati, 2005 dipimpin mantan ketosnya, mas Dwi Kartiko datang bareng mas Aroem Rogo & mas Akhmad Budi. 2006 ada pak polisi kita, mas Syarif Muji dan teman-teman dari 2007 sekaligus ketua Formassi, mas Tazul Arifin & mas Khakul Yaqin.

 

Sarasehan Alumni SMA 1 Slawi ini selain bersilaturahim dengan ketua IKASMANSAWI, dr. M. Abdul Djalil, Mkes., juga menunjuk Bp. Machrup Elrick 76 sebagai Ketua Umum IKASMANSAWI periode 2009-2014. Mengingat IKASMANSAWI yang dibentuk kurang lebih tahun 2000 an, vakum kegiatan & pengurusnya.

Ditunjuk pula Ketua Harian IKASMANSAWI, Bp. Dwi Handoko yang merupakan alumni 82. Dengan pertimbangan domisili beliau di seputaran Slawi dus keaktifan beliau dalam berbagai kegiatan alumni, terutama alumni 82.

 

Sementara ini belum dapat dirilis secara terbuka susunan pengurus IKASMANSAWI periode 2009-2014 karena belum lengkap, mengingat masih dalam penggodokan oleh Ketua Umum & Ketua Harian.

 

Harapan seluruh alumnisma1slawi, IKASMANSAWI lebih “Hidup”. Mengingat hampir semua bidang terdapat alumnisma1slawi. Team work adalah suatu upaya pencapaian yang jauh lebih efektif dan lebih efisien, dibandingkan dengan bekerja secara perorangan.

Hampir semua orang menyadari akan arti pentingnya “team work”. Secara umum suksesnya sebuah usaha sangat bergantung pada tiga faktor, yaitu: AKSES, MODAL dan SKILL. Jarang yang memiliki ketiga hal tersebut.

 

Permasalahannya, orang-orang yang memiliki “kelebihan” di atas tidak saling mengenal dan tidak saling mengetahui. Yang memiliki modal tidak mengetahui bagaimana cara terbaik untuk mengelola uang agar bisa menjadi usaha. Yang memiliki skill tidak tahu bagaimana cara memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya, dan yang memiliki network tidak tahu apa manfaat dari jaringan luas yang dimilikinya.

 

Tiga faktor yang dimiliki alumnisma1slawi ini tak akan berhasil jika alumnisma1slawi yang memiliki modal tak “menzakatkan” modalnya kepada orang yang memiliki skill & network, dan sebaliknya orang yang memiliki skill menzakatkan skill-nya kepada yang memiliki modal atau network. Begitu juga orang yang memiliki network menzakatkan networknya kepada mereka yang memiliki skill atau bahkan pemilik modal, sehingga tercipta suatu sinergi untuk mencapai suatu tujuan secara bersama-sama.

 

Zakat di sini adalah memberikan salah satu hal yang alumnisma1slawi miliki kepada orang lain, artinya membantu orang lain sekaligus membantu diri sendiri. Kunci sinergi di sini adalah sebuah “kepercayaan”. Diperlukan kejelian melihat kemampuan orang-orang yang akan alumnisma1slawi “zakatkan”, yaitu kemampuan mengenal “kemampuan”, sehingga alumnisma1slawi tidak salah dalam melihat dan mengenal orang lain. “Mata hati” alumnisma1slawi yang tajam akan mampu melihat siapa orang yang berada di hadapan kita. Dan tentu saja dengan prinsip “husnu-dzan” yang bersih dan bebas dari belenggu “su’udz-dzan (prasangka buruk) kepada orang lain.

 

Semoga IKASMANSAWI dapat menjadi wadah yang dapat menyatukan 3 faktor (Akses, Modal & Skill) alumninya untuk lebih bermanfaat bagi alumni, almamater & masyarakat Kabupaten Tegal pada umumnya. Karena zakat di sini adalah suatu upaya untuk memberikan kesempatan kepada orang lain untuk melakukan suatu kolaborasi dengan kita. ZAKAT KOLABORASI.

Category: Event  | Tags: ,  | 3 Comments
Tuesday, November 24th, 2009 | Author: admin

Ibadah qurban melambangkan tingkat kepasrahan/berserah diri tertinggi hanya kepada Allah dengan segala keikhlasan jiwa dan raga, sekaligus melatih melepaskan berhala-berhala yang mungkin telah kita sembah selain Allah Yang Maha Esa, disadari atau tanpa disadari. Kita tidak mempersembahkan hewan qurban kepada Allah Yang Maha Kaya itu, tetapi justru untuk membebaskan diri dari belenggu-belenggu yang telah membuat kita lupa dengan prinsip tunggal kita yaitu Allah Yang Maha Esa. Menyembah sesuatu yang sangat kita cintai, seperti kedudukan, uang, harta, nama, keluarga, atau anak, membuat iman kita goyah.

 

Qurban, bukan berarti Allah melarang kita mencintai anak atau harta kita. Bukankah semua itu fana dan akan hilang ? Marilah kita berpikir sejenak. Apabila terlalu mencintai “hal itu” secara berlebihan, bahkan melebihi cinta kepada Allah Yang Maha Esa, maka semua itu hilang, anda akan kehilangan pegangan. Allah Maha Tahu. Idul Qurban justru merupakan perwujudan sifat Allah Yang Maha Melindungi Batin.

 

“Ketahuilah bahwa kekayaanmu dan anak-anakmu hanyalah ujian (bagimu). Dan bahwa Allah, pada-Nya lah pahala yang besar.” Q.S. 8 Al Anfaal ayat 28

 

Qurban adalah suatu pelatihan untuk mengembalikan diri kita kepada fitrah diri, yaitu Star Principle. Monotheisme, hanya menyembah dan berprinsip kepada Allah Yang Maha Tunggal, tidak ada yang lain. Laa Ilaaha Illallah.

 

“Sungguh, kita adalah milik Allah, dan kepada-Nya kita kembali.” Q.S. 2 Al Baqarah ayat 156.

 

 

 

SELAMAT IDUL ADHA 1430 H….

Thursday, November 19th, 2009 | Author: Aning

Mas Abdul Chafid yang ngirim artikel ini. Semoga bermanfaat….

Rata-rata bobot bayi Indonesia berusia dua tahun lebih rendah 2 kg dari bobot bayi bangsa lain pada usia yang sama.

Tinggi badannya juga lebih rendah 5cm. Fakta lain konsumsi susu anak-anak Indonesia ternyata juga lebih rendah dibandingkan anak-anak bangsa lain. Butuh 600 tahun untuk mengejar ketinggalan dari Amerika Serikat !

Bicara soal pertumbuhan, memang tak bisa lepas dari ihwal konsumsi kalsium. Mineral satu ini sangat berperan dalam pertumbuhan tulang, dan juga gigi. Sebagai gambaran, saat kanak-kanak, penyerapan kalsium dan makanan bisa mencapai 75%. Lalu menyusut hingga 20 - 40% begitu menginjak usia dewasa. Puncak pembentukan massa tulang terjadi pada usia 25 tahun.

Itu sebabnya, membiasakan minum susu sebagai sumber utama kalsium pada anak-anak menjadi penting, sebab mineral kalsium diperlukan untuk memperbaiki sosok anak.

Banyak orang menyimpulkan, ketertinggalan anak Indonesia dari bangsa lain dalam hal pertumbuhan itu boleh jadi berhubungan dengan kurang diminatinya susu di negeri ini. Survei perusahaan riset global Canadean (2004) menunjukkan, konsumsi susu sapi segar di Indonesia termasuk paling rendah di Asia.

Memang selama 30 tahun, dari 1970 - 2000, menurut catatan Prof. Ali Khomsan, guru besar ilmu pangan dan gizi IPB, tingkat konsumsi susu di Indonesia naik sebesar 4,68 l/kapita/tahun menjadi 6,5 l/kapita/tahun (2000).

Celakanya, angka itu belum apa-apa jika dibandingkan dengan di negara lain. Boro-boro mengejar ketertinggalan konsumsi susu dan Amerika Serikat yang 100 l/kapita/tahun. Untuk bisa menyalip Malaysia yang konsumsi susunya 20 l/kapita/tahun saja perlu waktu 120 tahun. Apalagi mau menyamai Amerika Serikat. Butuh waktu 600 tahun !

Dalam soal asupan kalsium pun lagi-lagi kita kalah jauh. Rata-rata konsumsi kalsium di AS mencapai 743 mg/hari. Sementara kita cuma 23 mg/hari, dan 1/40-nya berasal dari susu. Bila digolongkan menurut umur, anak-anak memerlukan asupan kalsium 1.179 mg/hari dan dewasa 530 mg/hari.

Perlu juga diketahui, jaringan tulang tak pernah berhenti bergiat, secara teratur berubah bentuk, patah, dan tumbuh lagi. Sebuah kerja yang memerlukan asupan sumber kalsium tinggi seperti susu. Kalsium di dalam tubuh sebagian dikeluarkan secara teratur lewat air seni, keringat, dan tinja. Karena itu untuk menggantikannya, dalam sehari kita perlu asupan 800 - 1.200 mg kalsium.

Susu memang bukan satu-satunya sumber kalsium. Namun, Untuk mendapatkan jumlah kalsium yang setara dengan 250 ml susu cair segar, misalnya, kita harus menyantap 1.000 ml brokoli dan 12 potong roti gandum. Padahal satu gelas susu saja sudah mengandung 358 mg kalsium.

Kurang lancarnya gelontoran susu dipercaya sudah terjadi sejak anak masih bayi. Seperti dimaklumi, sumber pangan pertama yang tersedia bagi bayi baru lahir ialah air susu ibu (ASI). Namun, Survey Demografi Kesehatan Indonesia 1997 dan 2002 membuktikan, perilaku pemberian ASI di negeri ini tak menggembirakan. Pada 1997 jumlah ibu yang menyusui bayinya mencapai 96,3%. Angka itu turun menjadi 95,9% pada 2002.

Sementara jumlah ibu yang menyusui anaknya saat masa emas (satu jam pertama setelah kelahiran) hanya 3%. Pemberian ASI eksklusif (hanya ASI, tanpa tambahan susu formula dan bahan makanan lain) selama enam bulan pertama pascalahir pada 1997 hanya 42,4%, dan turun menjadi 39,5%  pada 2002.

Jadi, sejak awal, bayi-bayi kita memang sudah bermasalah dengan konsumsi susu.

 

·         Kita masih menyimpan “kutukan” lain soal susu, yakni pola konsumsinya yang penuh anomali.

Dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang konsumsi susu cairnya jauh lebih rendah daripada susu bubuk. Ini dipercaya berkaitan dengan rendahnya tingkat ekonomi masyarakat kita.

Susu cair harus cepat habis diminum dan ditaruh di kulkas begitu kemasannya dibuka. Makanya, kalau tak punya kulkas, susu bubuk menjadi pilihan yang lebih praktis. Padahal, susu cair segar masih mengandung gizi dan rasa alami.

Dalam kondisi murni alias belum diolah, susu sapi mengandung 3,5% total protein, yaitu 2,8% casein (protein utama susu berbentuk gumpalan) dan 0,7% whey (protein utama susu berbentuk cair). Susu juga berisi 3,7% lemak, 4,8% karbohidrat, dan 0,7% abu.

Kandungan utama susu segar yaitu air, lemak, protein, laktosa, dan mineral. Susu juga memiliki sejumlah zat lain macam enzim, vitamin, dan fosfolipid (zat berbahan seperti lemak). Laktosa, jenis gula yang hanya ada dalam susu, merupakan karbohidrat sederhana yang membantu penyerapan kalsium dalam tubuh.

“Tapi ‘kan tak mungkin mereguk susu segar yang baru diperah begitu saja dari ambing sapi,” canda Prof. Made Astawan, guru besar Teknologi Pangan dan Gizi IPB. Mengapa? “Karena sarat kandungan gizi dan cairan, susu menjadi media sempurna pertumbuhan bakteri, hingga cepat asam dan basi.” Karena tak mungkin langsung mengonsumsi dari sumbernya itulah, sejak dulu selalu dicari cara terbaik agar susu segar tahan lama.

Awalnya, susu didinginkan pada suhu 0 - 4°C. Pada kondisi ini, umur simpannya maksimal 48 jam. Kemudian ditemukan cara pasteurisasi (di pasar swalayan, kita bisa mendapatkan kemasan susu pasteurisasi di lemari pendingin). Susu dipanaskan 72°C selama 15 detik, dan disimpan dalam suhu 5- 7°C, sehingga daya tahannya maksimal menjadi 14 hari. Berikutnya, ada “susu sterilisasi konvensional”, yang dipanaskan pada suhu 120°C selama 15 menit. Dalam kemasan yang belum dibuka, umur simpan susu ini bisa mencapai enam bulan.

Lalu ditemukan cara pengawetan yang membuat susu segar jadi “susu bubuk kering” dengan pemanasan 80°C selama 30 detik, dikeringkan dengan spray dryer atau roller dryer sekitar dua jam per ton pada suhu 180°C, Susu pun bisa awet sampai dua tahun dalam kemasan aluminium dan kotak karton.

Celakanya, pola pemanasan itu selain membunuh bakteri, juga mengikis vitamin, mineral, dan enzim. Protein pun rusak sekitar 30%. Kerusakan itu coba ditebus dengan menambah zat gizi yang hilang, tapi kondisinya takkan sama seperti semula. Apalagi, menurut Made Astaman, bisa timbul reaksi Maillard, yaitu terjadi pigmen coklat antara gula dan protein susu karena pemanasan yang lama, menyebabkan protein makin sulit dicerna.

Akhirnya, upaya mengawetkan susu dan gizinya sampai pada metode  “susu UHT” (ultra high temperature), yaitu memanaskan susu segar selama empat detik pada suhu 140°C untuk mematikan semua bakteri tanpa merusak mutu gizinya. Teknologi pengawetan ini diiringi penemuan teknologi pengemasan aseptic pada 1989, yang menggunakan enam lapis kertas, plastik polyethylene, dan alumunium foil yang mampu melindungi susu dari udara luar, cahaya, kelembaban, aroma luar, dan bakteri.

Susu UHT dalam kemasan aseptik ini tahan disimpan dalam suhu kamar sampai 10 bulan, tanpa bahan pengawet. Di pasar swalayan, kita bisa menemukan susu jenis ini di rak biasa, sejajar dengan kemasan pangan kering lain.

Sampai saat ini, susu berkemasan aseptik dianggap sebagai penemuan terbesar dalam teknologi pengemasan pangan 50 tahun terakhir. Namun, begitu kemasannya dibuka, harus tetap masuk kulkas. (Intisari).

 

 

Friday, November 06th, 2009 | Author: Meiyani

Seorang raja Sisilia memiliki sebuah mahkota yg terbuat dr emas murni. Dia bingung, krn ia tdk mengetahui berapa volume dr mahkota emas miliknya itu. Lingkaran mahkota itu penuh dgn ukiran2, shg mustahil utk bisa diukur. Kemudian ia memerintah seorang ilmuwan utk mengukur berapa volumenya. Sang ilmuwan harus berusaha mencari jawabannya. Tetapi sangat sulit mengukur berapa volume mahkota yg sgt sarat dgn ukiran itu. Dia hampir putus asa. Segala upaya telah dilakukannya, tetapi tdk juga berhasil menemukan jawaban yg memuaskan. Tambahan lagi ini adl sebuah perintah dr seorang raja yg sgt dihormati, serta sangat berkuasa kala itu.Ketika ia sedang mandi berendam sambil merenungi tugas yg diterimanya, tiba2 pd saat ia begerak, air di dlm bath tub-nya tumpah. Dia memperhatikan hal itu, air yg tumpah itu. Kemudian dia keluar dr dlm bath tub tsb, dan diisinya kembali dgn air sampai penuh, lalu dia mencelupkan kakinya, kembali airnya tumpah. Diperhatikannya air yg tumpah itu dgn seksama. Ia tdk merasa puas, kemudian merendamkan seluruh badannya, air yg tumpah semakin banyak. Aha..!! dia menemukan jawabannya. Tiba2 saja sang ilmuwanitu berteriak2 sambil berlari keluar dr kamar mandi sampai ke jalan raya, dan berteriak2: “Eureka!” (saya dapat!), “Eureka!”. Saking girangnya, dia lupa bahwa dia masih dalam keadaan telanjang bulat.
Setelah berpakaian rapi, kemudian dia bergegas menghadap sang raja, dgn berbinar2 dia mengatakan bhw dirinya sudah bisa menemukan jawabannya. Ia bisa mengukur berapa volume mahkota emas itu. Di hadapan sang raja, dia memasukkan mahkota itu ke dalam suatu tempat (bejana) yang terisi penuh air. Lalu air yg tertumpah dimasukkkan ke dalam gelas pengukur. Dan terjawablah berapa volume dari mahkota emas yg penuh ukiran itu.
Sang ilmuwan itu bernama ARCHIMEDES, yg kemudian namanya diabadikan utk mengingat hukum:
BERAT JENIS = BERAT : VOLUME
Kesimpulan cerita di atas:

Itulah contoh asal muasal suatu ilmu pengetahuan dan peradaban manusia yg dimulai dgn kata “IQRA” atau bacalah. Hal ini juga terjadi akibat dr dorongan suara hati untuk ingin selalu mengetahui berbagai hal. Ini adalah dorongan sifat Allah Yang Maha Ilmu, yg bersemayam di setiap jiwa manusia, sebuah dorongan untuk belajar.

..Dan bukanlah kau yang melempar ketika kau melempar, tetapi Allah yang melempar, untuk menguji orang beriman dengan cobaan yang baik daripada-Nya.

Q.S. 8 Surat Al Anfaal ayat 17.

Category: Sharing  | Tags: ,  | Leave a Comment
Wednesday, October 14th, 2009 | Author: admin

SMA 1 SLAWI RSBI, Rintisan Sekolah Ber tarif Internasional. Begitu terdengar nada sumbang di sekitar kita tentang almamater tercinta. Dus, orang-orang yang belum mengerti apa itu RSBI akan menambahi dengan opini, dengan status RSBI, SMA 1 Slawi hanya menerima siswa berorang tua mampu saja.

 

Masak sih, sebagai alumnisma1slawi bernada sumbang juga mengenai RSBI SMA 1 Slawi ?? Yuukkk…mareee…kita ketahui lebih dalam apa itu RSBI, Rintisan SMA Bertaraf Internasional.

 

Dasar hukumnya Pembukaan UUD 1945, mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Dan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 50 ayat 3: pemerintah dan atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional.

 

Tapi apa sih, Sekolah Bertaraf Internasional itu ???? sebenarnya SBI merupakan sekolah yang memenuhi standar nasional pendidikan dan berkeunggulan sehingga lulusannya mempunyai daya saing global.

 

Dan standar nasional pendidikan itu, kalo mau ngintip Peraturan Pemerintah RI no. 19 tahun 2005 meliputi 8 standar nasional pendidikan meliputi: Pendidik & Tenaga Kependidikan, Isi, Proses, Sarana & Prasarana, Penilaian, Kompetensi Lulusan, Pengelolaan dan Pengelolaan.

 

SMA 1 Slawi sudah tiga tahun ini menjalankan RSBI, sedangkan siswa X dan XI yang sudah menjalani program ini.

 

Lalu apa bedanya RSBI dengan SBI ??? yaaahhh…R-nya di sini Rintisan untuk menuju SBI, gitoooo….

setiap tahun ada tim monitoring dan evaluasi dari dinas terkait dari pusat untuk “menilai” pemenuhan standar nasional pendidikan oleh sekolah. Sehingga berubahnya RSBI ke SBI tentunya…atas keberhasilan sekolah selain pemenuhan SNP juga pengembangan & prestasi yang berhasil diraih oleh sekolah dan siswanya.

 

Trusss….dengan ber RSBI/SBI mengapa jadi mahal ongkosnya ???? nah, lo….

tanpa ber RSBI/SBI ria pun sebenarnya biaya pendidikan selalu meningkat tiap tahun. Kalo mau ngintip dikit Peraturan Pemerintah RI No. 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan SBI. Sebenarnya, biaya ini ditanggung oleh Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, Komite Sekolah (orang tua murid) dan pihak asing yang tidak mengikat dan Dunia Usaha & Industri.

 

Namun teman alumnisma1slawi perlu ingat, bahwa APBN & APBD tiap daerah dan alokasi untuk pendidikan berbeda-beda toh ???? sehingga kalo dari sisi sekolah, bingung juga kalee, yee….satu sisi ingin ber RSBI/SBI demi lulusannya bisa berdaya saing global tapi dari sisi biaya kudu berhitung lebih cermat. Karena biaya ini 50% nya didapatkan dari usaha mandiri, 30% dari pemerintah provinsi dan 20% dari pemerintah daerah. Teorinya…..

 

Kalo gitu, gak usah  lah yawww…SMA 1 Slawi ber RSBI/SBI…iiddiiihhh….kalo gak diambil duluan, bisa kesamber sekolah lain. Secara….SMA 1 Slawi sudah lama berdiri dan nomor satu gituuu…..

Tetapi sebenarnya masalah biaya ini dapat teratasi andai kata, orang tua siswa yang mampu secara ekonomi berkontribusi lebih besar sehingga dapat mensubsidi silang dan memberi kesempatan siswa berorang tua tidak mampu namun berprestasi dapat menikmati pendidikan yang sama.

SMA 1 Slawi pun sudah memberikan Rp. 0,- bagi siswa yang berorang tua tidak mampu dan telah mengajukan surat keringanan biaya sekolah. Tentu setelah melalui proses penelitian dsbnya.

 

Masih lom jelas juga soal SMA 1 SLAWI ber RSBI ???? monggo….dapat ditanyakan via boks komentar di bawah artikel ini. Or mo japri dhewek ke pihak SMA 1 Slawi sambil berkangen ria ?? silakan bertemu dengan Bp. Sapto Sri Nugroho, beliau koordinator RSBI SMA 1 Slawi. Tapi sebelumnya konfirmasi dulu, ya, karena beliau mempunyai kesibukan yang luar biasa. www.alumnisma1slawi.com pun berhasil menurunkan artikel ini setelah beberapa kali bertemu dan ngobrol dalam berbagai kesempatan.

 

Sebagai alumnisma1slawi, sejatinya mendukung SMA 1 Slawi ber RSBI menuju SBI. Di sisi mananya, alumnisma1slawi dapat berkiprah demi suksesnya SMA 1 Slawi menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global, harus ada komunikasi intensif antara alumni dengan almamaternya. Tentu, alumnisma1slawi melalui wadahnya donnngg….mana nih, wadah resmi berisikan alumnisma1slawi lintas angkatan dan berkesinambungan menjalin silaturahim baik sesama alumni maupun dengan almamaternya.

 

Mana, ya….??????

Category: Profil  | Tags: ,  | 4 Comments
Sunday, September 06th, 2009 | Author: Wisnu

……
Setiap kali merekam siklus alam
dari daun-daun yang berguguran
seperti terjaga, betapa tak ada keabadian
pada saatnya hijau, lalu layu dan luruh selamanya..

 

setiap kali terpesona rahasia alam
dari pohon-pohon yang menjulang
seperti terjaga, betapa butuh harmonisasi
untuk mewujudkan kekokohan

 


INGIN abadi dan harmonisasi dalam aura persahabatan, itulah yang menjadi spirit, ketika Panitia Alumni Berbakti Sosial & Temu Kangen Alumni Lintas Angkatan mengundang Anda, para alumni SMA Negeri 1 Slawi, di manapun berpijak dan bernafas, untuk hadir dalam Temu Kangen Lintas Angkatan dan Berbakti Sosial di SMA 1 Slawi.


Temu Kangen dihelat pada

 

KAMIS, 24 September 2009. Pukul 08.00 wib di SMA 1 Slawi.

 

Hari itu, barangkali menjadi hari yang akan dikenang.

Bayangkan, teman-teman sejati dari angkatan 1960-an hingga 2000-an akan tumpah ruah. Pacar, mantan pacar, partner mbolos, mantan ‘musuh’ yang sempat dibenci, guru-guru yang dihormati, dicintai akan saling sapa seharian penuh. Sebuah kesempatan yang sudah pasti meninggalkan jejak kesan tersendiri.

Kehadiran Anda sangat dinantikan.

 

Tak inginkah Anda, dari sedikit waktu Anda, menyusuri kenangan lama saat di SMA, bercengkrama dengan lorong-lorong kelas, bangku-bangku tua, perpustakaan, lapangan basket, lapangan parkir, atau kantin. Tak inginkah Anda bertamasya di rindang pohon sekolah, saat Anda berteriak, mengumpat dan bercanda dengan kawan yang karib.

 

Mari, kita ciptakan sebuah sejarah kecil, yang tak akan mudah terlupa. Jangan meninggalkan kekecewaan kepada teman yang sudah lama menunggu momen ini. So, hadirilah kesempatan ini dengan kerelaan dan kecintaan. Temu Kangen memang didesain dengan taste kebersamaan yang kental. Namun, layaknya reuni, tetaplah reuni yang tak bisa melepaskan diri dari potret keberagaman. Kaya warna, karena diantara kita akan berekspresi dengan cara dan modelnya masing-masing.

Sahabat, jika kelak kita akan bersua, tetaplah menari dengan irama senada, menarilah untuk almamater tercinta. Jika almamater kita laksana pohon, kita adalah sebongkah akar yang akan menopang agar tetap menjulang. Semakin kuat kita, semakin kokoh dan teguh pula eksistensi kita, almamater kita…..Sekali lagi hadirlah di momen spesial itu. Karena, dari sanalah kita akan memulai berikrar dan mengakarkan diri, sebagai ALUMNI SMA 1 SLAWI…

 

Thursday, August 20th, 2009 | Author: admin

” Hai, Mama Ardi. Darimana ???? muka ditekuk begitu, kenapa ????” sapa ku pada seorang tetangga satu gang.

” Semua mahal. Ayam mahal, daging apalagi, telur ??? ” Rentetan keluh kesah menjawab sapaanku.

Aku tersenyum, ” Y, udah, sabar…”

” Gimana mau sabar Ma Nca, kan kita mau puasa ? ” gerutu Mama Ardi

” Loh, emang kalo mo puasa, kenapa ? sahur ya, biasa, trus niat dan puasa, deh ” kataku bingung.

” Laahhhh…Mama Nca ini, buat sahur dan buka puasa kan kudu makan yang enak sebagai ganti udah puasa seharian.”

” Oh, maksud e Mama Ardi begitu, ealahhh….emang mo puasa ato’ makan enak, nih ? ” tanyaku menggoda.

” ya…..kalo bisa puasa juga makan enak ” aku tertawa mendengar jawaban Mama Ardi.

 

Selama ini, begitu banyak orang yang menganggap bahwa puasa adalah “menihilkan” dunia nyata, yang akhirnya menghasilkan orang-orang yang mengabaikan realitas kehidupan atau lari dari tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab sosialnya, tanpa melakukan suatu perjuangan sebagai rahmatan lil alamin, yaitu suatu tugas yang telah diberikan oleh Tuhan kepada manusia sehingga ia dijuluki sebagai khalifah oleh Tuhan.

 

Tujuan puasa yang sebenarnya dalah “menahan diri”, dalam arti yang sangat luas. Menahan diri dari belenggu nafsu duniawi yang berlebihan dan tidak terkendali, atau nafsu batiniah yang tidak seimbang. Di mana kesemuanya itu, apabila tidak diletakkan pada porsi yang benar akan mengakibatkan suatu ketidakseimbangan hidup yang akan berakhir pada kegagalan.

 

Dorongan (keinginan/nafsu) fisik atau batin secara berlebihan akan menghasilkan sebuah rantai belenggu yang akan menutup asset yang paling berharga dari seorang manusia, yaitu ” God Spot “. God Spot adalah kejernihan hati dan pikiran manusia yang merupakan sumber-sumber suara hati yang selalu memberikan bimbingan dan informasi-informasi maha penting untuk keberhasilan dan kemajuan seseorang. God Spot yang tertutup oleh nafsu fisik dan batin yang tidak seimbang akan mengakibatkan seseorang menjadi “buta emosi”. Ia menjadi seseorang yang tidak peka dan tidak mampu lagi membaca kondisi batiniah dirinya dan juga lingkungannya secara obyektif. Ia menjadi bodoh, ia tidak mampu lagi mendeteksi bahaya-bahaya yang ada di hadapannya, tidak bisa mengetahui lagi di mana ia berdiri, tidak mengerti siapa dirinya. Sederhananya, ia menjadi seorang makhluk asing di dalam dirinya sendiri dan di dalam lingkungannya sendiri. Hal ini terjadi karena radar hati yang telah tertutup nafsu. Ia menjadi tuli dan buta, sehingga tidak lagi mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, karena baginya kebenaran adalah apabila ia mengikuti “nafsu” pribadi. Namun apabila ia telah terbebas dari nafsu itu, maka hatinya kembali menjadi “terang”, suara hati kembali bekerja untuk memberikan informasi dan bimbingan ‘maha’ penting untuk meraih keberhasilan dengan cara yang sesuai dengan hati nurani manusia.

 

Nafsu akan cenderung mengambil jalan pintas untuk mencapai suatu keberhasilan, dan akan menciptakan suatu landasan yang rapuh dan berbahaya yang justru akan menghantam balik dirinya sendiri. Karena keberhasilan yang diraih mengganggu keseimbangan tatanan alam dan tatanan sosial yang cenderung mengarah pada kerusakan dan kehancuran. Di satu sisi, ia merasa benar, tetapi di sisi lain orang lain akan merasa terganggu dengan sepak terjangnya. Ia mungkin tahu, bahwa ia telah membuat suatu kesalahan yang akan merugikan orang lain, tetapi belenggu nafsu telah menutup mata dan telinga, sehingga tidak lagi mampu menyadari bahwa dirinya sedang menuju jurang kehancuran, tinggal waktu saja yang akan membuktikannya, karena alam akan kembali pada “keseimbangan NYA”.

Secara umum, tujuan untuk berpuasa adalah mencapai suatu kemerdekaan sejati. Merdeka dan bebas dari berbagai belenggu yang mengkungkung God Spot atau kecerdasan emosi seseorang. Puasa adalah suatu metode pelatihan rutin dan sistematis untuk menjaga fitrah manusia sehingga ia tetap memiliki sebuah kesadaran diri yang fitrah (God Spot) dan akan menghasilkan sebuah “Akhlakul Karimah”.

Sungguh, sejahat-jahat makhluk menurut Allah, ialah orang yang tuli dan bisu, orang yang tiada menggunakan akal….Q.S. 8 Surat Al Anfaal ayat 22.

www.alumnisma1slawi.com mengucapkan SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA BAGI SELURUH ALUMNI SMA 1 SLAWI DIMANAPUN BERADA. SEMOGA ALLAH SWT MERIDHOI SEMUA AMAL & IBADAH KITA. Amien….

Category: Sharing  | Tags: ,  | One Comment