Tag-Archive for » alumni sma 1 slawi «

Wednesday, March 11th, 2009 | Author: Wisnu
piala

lumayan dapet piala

JOHAN, kamu beruntung kali ini..

Mas dan Mbak di mana pun kalian berada. Tentu sudah mengikuti liputan pandangan mata Mba Aning dari Education Expo di Slawi, kan?  Pokoke seru banget. Ramai, riuh dan hepi kayak yang nulis. Aning sejak SMA emang interes soal yg beginian neh.

Kita memang kudu berterima kasih dan naruh apresiasi tinggi sama Aning dan Yanti, termasuk teman2 yg ngeluangin waktu dan dana untuk mengesiskan komunitas kita dengan komunitas alumnus angkatan lain.

Saat  temen2 berbagi dengan panitia Expo, memang ada beberapa hal yang menarik untuk  disimak. Misalnya, soal keberadaan web kita. Dengan penuh antusias banyak yang nanya, apakah web blog kita merupakan web resmi alumni SMA 1 Slawi, atau mirip ‘terminal’, untuk mangkal dari berbagai lintas generasi, tapi dg status sama ‘’Alumni SMA 1 Slawi?’’. Di buku tamu web, pertanyaan sejenis juga mengemuka. Selain web kita, memang ada web sejenis dengan bendera alumnus, seperti perpusma1slawi.multiply atau lihatlah  di facebook, udah ada SMA Negeri 1 Slawi.

Sejauh ini, kita memang belum melangkah terlalu jauh. Mengingat ide awal memang untuk wadah kangen2an angkatan 91, ruang geraknya belum difungsikan untuk lintas angkatan. Tetapi tak  menutup kemungkinan, suatu saat ada ide-ide brilian dari para netter sehingga kelak web ini bisa menjadi milik bersama.

Maka dari itu, demi kemajuan web, ayo friend, jangan biarkan web kita pasif. Kami yakin, orang-orang seperti Helmy, Arif Hartoto,Abdul Kafid atau siapa saja…punya kisah berharga yg mungkin bisa memberikan pencerahan, inspirasi atau kontemplasi bagi kita semua. Tuangkah! Alirkan dg segenap rasa cinta!

                                     ****

Ohya, sesuai program rutin, the best comment bulan Februari jatuh ke tangan JOHAN BUCHORI. Ketika memutuskan memilih komen terbaik, kami sempat mengernyitkan dahi. Pasalnya, amat minim kawan-kawan yang menulis comment di bulan Fabruari.

Okelah, menyiasati hal itu, diputuskan untuk the best comment diambilkan dari buku tamu. Dipilihnya komen Johan sebagai terbaik, karena ditulis dengan jenaka, dan menghanyutkan kita ke masa silam yang katrok tapi sarat kenangan. Dari komentarnya sangat jelas, betapa dia ingin bertemu dengan kawan-kawannya yang terpisah.

Selamat ya Han…

Category: Event  | Tags:  | 2 Comments
Sunday, November 23rd, 2008 | Author: Wisnu

Nina oh Nina…..


Buat aku pribadi bicara tentang Nina adalah satu hal yang tak bisa terlewatkan begitu saja, tentunya karena dia teman sebangku. Hanya karena jumlah murid laki-laki dan perempuan yang ganjil akhirnya mengharuskan aku jadi sebangku dengan dia. Tak lain karena aku datang pada injury time meski rumahku tidak jauh dari sekolah, hingga aku enggak kebagian teman laki-laki sebangku.

Kala itu memang sedang musim corat-coret, entah sebuah keisengan, biar jadi bahan perhatian atau memang enggak ada yang dikerjakan lagi. Media-nya pun banyak, dari tempat parkir, sepeda/motor, buku, celana, baju bahkan sampek sepatu. Papan nama yang ditempel dibaju di-modif, nama yang ada pun jadi unik dan nyeleneh, MOH. SULASTOWO, huruf M-nya diitem-itemin pake ballpoint maka jadi… OH LASTOWO, celana panjang juga nggak luput dari coretan bagian sisi paha atas sampai betis ditulis pake spidol “Guys Next Door”….”Michael Learn To Rock”.., apalagi Andi Toip nggak ada lain : “New Kids On The Block” Hmmmmm…. pada iseng + lucu-lucu juga ya, saat mbahas hal tersebut sama Nina di kelas. Kalo aku, apa ya…… Na? Mmmm….. Tulis nina aja deh… tapi dimana…? Wah kalo dibaju atau celana bisa kena damprat Abah. Ya wis ning sepatu bae, …. . langsung aja sepatu warrior buluk yang masih nempel dikaki dicoret-coret dengan tulisan imut dia yang sangat khas dan ternyata saat sepatu dipijakkan ke lantai, kebaca euiu. he he he…(konyol banget ya!).

Sekilas aku tahu kisah cinta putri Pak Anwas ini, tapi rupanya editorial “Kulihat Pelangi di Mata Nina” mengupas lebih dalam dari yang aku tahu. Beberapa figur memang pernah singgah dihatinya, tentunya tidak termasuk aku (kalo iya ke-GR-an amat ya!). Fans-nya memang banyak… selain cantilk dan pintar dia baik pada siapa saja sampai akhirnya banyak yang salah persepsi bahwa kebaikannya identik dengan cinta (lebih dari sekedar teman/sahabat). Mungkin ada beberapa teman-teman yang merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan dengan dia, tapi Nina juga pernah merasakan demikian.

Suatu ketika ada hal yang membuat Nina sangat tidak nyaman, itu bukan datang dari teman-teman tapi dari rumah sahabatku ini. Aku juga tidak bisa berbuat banyak selain menjadi pendengar yang baik dan menghiburnya. Mungkin ini yang masih jadi tanda tanya penulis, apa gerangan yang ditangisi Nina dikelas saat itu. Mudah-mudahan Nina sudah melupakan hal tersebut dan aku juga tidak mau mengingatkan. Maaf… confidential hingga tidak satupun teman-teman tahu mungkin hanya aku dan Nunung. Buat saya berteman dengan dia saja sudah cukup membanggakan, jadi bukannya aku Jaga Imej untuk mendaftar jadi pacar. Selain enggak PeDe untuk pacaran, aku masih suka keluyuran mencari jati diri dan jadi sahabatnya lebih nyaman daripada harus dibumbui keinginan untuk menjadi pacar. Jadi sampai sekarang aku masih punya apa yang ”diberinya”. True friendship never can end, Books, songs, poems have end, but never the love between goodfriends.

 

“Alumni ’91 Together in Harmony”
eSPe

 

papank alumni sma 1 slawi

papank alumni sma 1 slawi

Sunday, November 23rd, 2008 | Author: Wisnu

 

KULIHAT PELANGI DI MATA NINA

KULIHAT PELANGI DI MATA NINA

 

‘’Yang kutahu, Nina itu punya jiwa kepemimpinan. Masuk pramuka, berarti dia punya energi positif yang oke. Ikut saka dirgantara, berarti doski punya visi teknologi yang bagus….’’

 Eko Bs, kelas IIIA13 (Bekerja di Jakarta)

 

‘’Kalem dan cerdas. Dia tak neka-neka, misalnya bikin geng sekolah….’’

MA Firdaus, kelas IIIA12 (Bekerja di Riau)

‘’Manja, ceria, centil, pinter. Semua cowok suka padanya, bohong kalau nggak…’’

Henky Irawan, IIIA12 (Bekerja di Wonosobo)

‘’Siapa sih yang tak kenal Nina? Dia tipe pelajar yang nggak meng-eksklusifkan diri. Dia berteman kepada siapa saja tanpa pandang bulu…’’

Edy Sucipto, kelas IIIA21 (Bekerja di Slawi)

‘’Periang tapi manja. Saat di kelas II, dia pernah nangis sesenggukan tuh di kelas. Sampe sekarang, saya belum tahu penyebabnya, kenapa dia nangis…’’

Abdul Khafid, kelas IIIA13 (Bekerja di Jakarta)

‘’Bahasa Inggrisnya cukup fasih. Mungkin sejak kecil ya Nina udah terbiasa berkomunikasi pake Inggris….’’

Aning Lapdiati, kelas IIIA12 (Bekerja di Karawang)

‘’Nina suka masak cery nanas ala Malaysia. Dia bisa serius, tapi suatu ketika tertawa lepas…’’

Herni Sri Surjanti, kelas IIIA13 (Bekerja di Tegal)

………………………………………………………………………………………………

PAGI yang bening. Slawi pada suatu masa di tahun 1988-1991. Gerombolan anak-anak sekolah yang dimuntahkan dari berbagai penjuru, bergegas menyerbu gerbang SMA 1 di Wahid Hasyim. Di kepala mereka, mengendap beragam pikiran. Soal uang saku cupet, PR yang belum kelar, guru killer, sarapan, ketemu sang pujaan, sampai ngedumel soal hari Sabtu yang begitu lama…
Di ujung ruang kelas, sayup-sayup terdengar percakapan,’’Hari ini ada PR matematika nggak ya Nin?,’’
Gadis berkulit putih, mata coklat dengan rambut dikucir dua, bersepatu kets abu-abu, yang jadi sasaran pertanyaan, tersenyum ramah sambil menggeleng. Si periang itu bernama AFIA ROSDIANA.
Ya, bagi alumnus SMA 1 angkatan ’91 nama Afia Rosdiana yang akrab dipanggil Nina cukup populer. Memang, Nina mungkin nggak pernah merasa jadi idola di sekolah. Tapi harus diakui, pesona Nina lumayan menawan untuk diperbincangkan dan dikagumi. Bukan cuma soal akademik, kepribadian Nina yang oke, membuat pelajar dari belahan Kampung Arab, Slawi Kulon itu bisa diterima di kalangan kawan (seangkatan dan kakak kelas) termasuk guru-guru dan karyawan TU.
Nina pernah jadi idola di angkatan kita. Enerjik, pinter dan baik hati. Kenangan soal Nina, tentu pada kesukaannya bersepatu kets (katanya sering kena razia tuuh). Parasnya begitu bersih dengan sapuan bedak tipis.
Nina yang cas-cis-cus bahasa Inggris, mulai nunjukkin ‘bobotnya’ saat masuk ’10 besar’ Penataran P4. Waktu di kelas IF, doi masuk dalam jajaran murid pinter, selain Wage Rinanto, Dessy Arifianto, Deny Riyanti dan Karti Tri Astuti.
Sohibnya, Deny Riyanti, bercerita Nina cukup fleksibel di lingkungan sekolah. Kepalanya nggak cuma berisi teori-teori ilmu pasti, tapi juga gaul dan mudah adaptasi dalam tren masa itu.
‘’Aduh, Nina punya andil lo waktu kita ikutan lomba tari kreasi baru di class meeting. Kalo gak salah, tarian bikinan Nina judule Tanda-tandanya, itu lagunya Mus Mujiono, ’’ ucap Deny berapi-api.
Ngga cuma Deny deh, hampir komunitas IF punya kenangan bersama Nina. Doi pernah jadi sutradara Ande-Ande Lumut saat ada Kemah Gabungan PMR, Pramuka dan PKS di Desa Lengkong, Tuwel Kidul.’’Kreatif. Waktu itu kelas kami nampilin drama musikal. Lagu-lagunya yang nyariin dia bareng Deny dan Kartika. Waktu itu, kelas kami menang,’’ kenang Wisnu Setiadji, yang ikut main dalam drama itu.
Bagi Edy Sucipto, Nina mau berteman dengan siapa saja. Alumnus yang kini bekerja di Dinkes Slawi itu, mengenang, bagaimana dulu sepatunya sering diinjak-injak Nina. Menurut Edy, itulah gaya Nina kalau ketemu kawan.’’Pernah kita-kita kumpul di rumahnya Nina, lalu ramai-ramai bersepeda ke Cacaban. Pokoke asyik,’’ kenangnya.

BENING
Sebagai remaja yang tengah mekar-mekarnya, toh Nina juga tak lepas dari dunia kisah-kasih di sekolah.
Gita cinta dari SMA sempat mengiringi hari-hari gadis yang sempat tumbuh di Negeri Jiran, Malaysia itu.
Di sekolah, Nina sempat yang-yangan dengan Kukuh Heru (seangkatan). Tapi usia pacaran mereka cuma tiga bulanan. Selain Kukuh, cowok-cowok berwajah polos, sempat mendamba cinta Nina. Para pangeran yang dilanda pubertas dan ingin mengisi masa akil baliknya dengan indah itu, diantaranya Atet, Eko Budi Susianto , Abdul Khafid dan Syam Pamungkas alias Papang.
Nina suka runtang-runtung (sepur ‘kali) karo Eko Susianto tapi punya geng sekolah, yaitu Ayip (Arif Hartoto), Nunung (Nurlalila Hikmawati) dan Atet. Nah, rekan segeng yang laen, yaitu Papang, diam-diam menaruh hati sama Nina. Cuma si Papang ini keliatane jaga imej, supaya nggak konangan rekan segeng-e, jadine dipendem di hati (kasian banget ya) . Khusus untuk Nina, Papang punya panggilan khusus yaitu ‘uiua’ (nama Nina yang diwalik). Wah, di geng-e aja ada dua nih yang naksir…

Oya, Nina pernah kepincut dengan Mas Gandi, kakak kelasnya yang ganteng itu. Boleh jadi itu cinlok (kan sama-sama pramuka dirgantara). Soal perasaan Nina ke Mas Gandi, cuma kanca-kanca sing kentel bae, sing ngarti.
Eko Susianto, yang kini pegawai Telkom dan tinggal di Cempaka Putih Jakarta akhirnya membuat pengakuan nih.
‘’Aku cuma naksir Nina dari jauh kok. Waktu itu, aku lagi pacaran dengan cewek temen SMP di Brebes. Dessy lanang banyak tahu tuh. Saya kira nggak cuma aku yang naksir Nina kok, banyak. Soalnya dia kan bening,’’ kata Eko. Maksude bening apa ya?
Soal Nina, Eko tak menampik doski familiar. Kenangan paling indah, menurut Eko, yaitu suatu ketika berlima (Aning, Dessy lanang, Nina dan almarhum Rahadian) naik omprengan ke Guci. Ngapain aja sih mereka di Guci?
Nina, sekali lagi, bagai pelangi yang memberi warna bagi sepenggal masa di sekolah kita. Wanita kelahiran Slawi, 31 Mei 1972 itu, kini bekerja sebagai Kepala TU di sebuah SMP Negeri di Yogyakarta. Sarjana S2 (Pendidikan Luar Sekolah) dan S1 (Sastra Inggris) ini pun telah menjadi ibu yang hangat bagi dua putranya.

NINA ANWAS SAYS: Waktu SMA, Na’ belum tahu mau jadi apa. Kayaknya pas umur segitu, Na’ belum punya cita-cita yang pasti. Di sekolah, ikut saka dirgantara, ya karena Na suka aja. Aduh, ngomongin tari kreasi baru yang Na ciptain di sekolah, lupa, soale karangan Na kan banyak.
Soal pacaran, iya sih Na sempat jalan sama Kukuh, tapi putus. Waktu itu, keliatannya, pacarane Na gampang putus. Kalau yang naksir..banyak, yang Na tolak, banyak juga (ingat iklan obat nyamuk, yang mahal banyak..). Waktu Na nangis di kelas aduh lupa. Tapi yang Na ingat, Khafid tuh terang-terangan ngomong seneng ke Na, tapi tak tolak ha ha ha. Soal Eko, iya sih Na sempat ‘ngerasa’. Keliatannya dia nggak ngomong tuh…Kami sempat ke Guci. Waktu itu, Na inget pake baju oranye. Soal Mas Gandi, idih malu-maluin ah, nggak usah diekspos.

Sunday, November 23rd, 2008 | Author: Aning

Reksadana (Mutual Fund) adalah sebuah bentuk investasi yang menggabungkan semua uang investor dalam satu wadah, dimana uang tersebut selanjutnya dikelola oleh sebuah perusahaan investasi (Manajer Investasi) dengan cara mengalokasikannya ke dalam satu atau berbagai macam instrumen investasi. Reksa Dana merupakan cara yang baik untuk melakukan investasi, karena investasi anda dikelola oleh Tim Pengelola Investasi yang cakap dan berpengalaman.

Kemunculan Reksa Dana sering menjadi barometer perkembangan dunia investasi di suatu negara. Dengan munculnya reksa dana, maka dunia keuangan dan investasi dari suatu negara bisa dibilang mengalami suatu kemajuan. Di Indonesia sendiri, reksa dana telah muncul sekitar pertengahan 1996.

 BAGAIMANA CARA KERJA REKSA DANA ?

Untuk menjual suatu reksa dana, pertama tama Perusahaan Penerbit  Reksa Dana akan mengundang sejumlah pihak untuk menjadi sponsor atau promotor (penyandang dana). Dari sponsor inilah akan didapat dana yang cukup besar, yang akan dialokasikan ke sejumlah investasi.

Sebagai contoh, kita misalkan saja total dana yang didapat dari sponsor adalah Rp 1 triliun. Dana sebesar itu, oleh Perusahaan Reksa Dana (melalui Tim Pengelola Investas) akan dibelikan sejumlah investasi, seperti dibelikan sejumlah deposito di berbagai bank, dengan jangka waktu satu bulan. Sebagai contoh:

Deposito pada             Niai Investasi Awal Bulan

Bank 1                             Rp. 100 miliar

Bank 2                             Rp. 100 miliar

Bank 3                             Rp. 100 miliar

dstnya sampai bank ke 10

 Setelah itu, Perusahaan Reksa Dana akan membagi investasi tersebut ke dalam pecahan2 kecil, yang disebut Unit Penyertaan (UP), dimana masing2 UP akan bernilai Rp 1000. Sehingga dari total investasi senilai 1 triliun seperti dicontohkan di atas akan didapat jumlah UP sebanyak 1 triliun dibai 1000 = 1miliar UP. Nah, UP inilah yang akan diterbitkan dan dijual ke masyarakat dengan nilai harga awal Rp. 1000. Dalam hal ini, nilai UP disebut juga dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB).

 

Jumlah UP yang dibeli investor berbeda2, ada yang hanya membeli 100 UP, tetapi ada juga yang membeli 1000, 5000 atau bahkan 10.000 UP, tergantung dana yang dimiliki masing2 investor. Selain itu, anda juga harus membayar komisi untuk Perusahaan Reksa Dana (disebut Komisi Manajer Investasi), yang biasanya maksimal sebesar 2% dari total investasi anda.

 Selanjutnya karena reksa dana tersebut dialokasikan ke dalam Deposito Berjangka 1 bulan, maka tentunya setelah 1 bulan akan ada bunga deposito yang didapat, sehingga NAB dari UP anda akan naik.

Eeh…dilanjut ya, sharing tentang apa dan bagaimana Reksadana.

Dalam kenyataannya, perubahan NAB suatu reksa dana sangat bergantung pada instrumen investasi yang dipilih oleh Tim Pengelola Investasi. Apabila mereka memilih instrumen deposito sebagai wahana investasinya, maka NAB reksadananya akan terus naik dan tidak mungkin mengalami penurunan. Ini karena sifat deposito yang pasti memberikan keuntungan berupa bunga, sehingga akan terus menambah nilai aset reksadana. Karena itulah, reksadana yang pasti memberikan keuntungan ini disebut juga reksadana fixed income.

 

Tetapi, ada juga reksa dana yang khusus berinvestasi ke dalam saham. Saham, tidak seperti deposito, memiliki kemungkinan keuntungan yang tidak pasti sifatnya. Bisa naik, bisa pula turun. Karena itu, nilai UP pada reksadana saham memiliki kemungkinan untuk naik juga turun. UP yang tadinya anda beli seharga Rp. 1000,-, misalnya, bisa saja menjadi Rp. 900,- pada satu bulan kemudian karena saham2 yang dipilih oleh Manajer Investasi turun nilainya. Tetapi, saham juga memiliki keuntungan untuk naik nilainya, dan besar kenaikan tersebut bisa lebih besar daripada deposito. Itulah sebabnya, reksadana jenis ini disebut juga dengan nama reksadana growth income.

Selain itu, ada juga reksadana yang berinvestasi ke dalam obligasi (surat hutang), dan ada juga yang berinvestasi ke dalam kombinasi dua atau lebih instrumen investasi, seperti saham dan obligasi, atau obligasi dan deposito.

Jadi sebelum membeli reksadana, tanyalah pada si penjual reksadana atau bacalah terlebih dahulu prospektusnya sehingga anda tahu reksadana jenis apakah yang akan anda beli, apakah reksadana yang mengalokasikan investasinya pada saham, obligasi, deposito, atau kombinasi antara dua atau tiga instrumen investasi.

 

MENJUAL KEMBALI REKSADANA YANG TELAH ANDA MILIKI

Setelah beberapa waktu, anda bisa menjual kembali UP yang anda miliki kepada perusahaan reksadana anda. Jenis reksadana dimana anda bisa menjual kembali UP anda kepada perusahaan penerbitnya disebut Reksadana Terbuka (open-end mutual fund). Lawannya ada Reksadana Tertutup (closed-end mutual fund). Reksadana tertutup adalah jenis reksadana dimana anda tidak bisa menjual UP yang anda miliki kepada penerbitnya, tetapi anda hanya bisa menjualnya kepada investor lain, dan penjualan tersebut harus dilakukan lewat bursa.

 

REKSADANA APAKAH YANG HARUS SAYA BELI ????

Jangan pernah membeli reksadana tertutup. Belilah reksadana terbuka, karena bila sewaktu2 anda ingin menjual UP. anda bisa menjualnya kembali kepada penerbit reksadana anda. Dan perusahaan reksadana dilarang untuk menolak penjualan kembali UP dari nasabahnya. Ini tentunya akan menguntungkan anda. Sebaliknya, proses penjualan kembali pada Reksadana tertutup sering kali mengalami hambatan karena tidak selalu ada investor yang mau membeli UP reksadana anda. Jadi dengan kata lain, UP dari reksadana terbuka lebih likuid dari UP reksadana tertutup.

Perusahaan reksadana biasanya memiliki catatan tentang track record produk reksadana mereka selama beberapa bulan terakhir. Mintalah track record tersebut untuk dipelajar, sehingga paling tidak itu bisa menjadi gambaran perkembangan investasi anda nantinya, walaupun itu bukan merupakan jaminan, karena-sekali lagi-semua itu tergantung reksadana apa yang anda pilih.

 

APA KEUNGGULN REKSADANA ????

Yang pertama anda yang belum biasa melakukan investasi (terutama diluar produk investasi selain bank) akan sangat terbantu karena ada Manajer Investasi yang akan mengevaluasi investasi anda setiap harinya. Anda tidak perlu bersusah payah mengevaluasi, karena cukup mendapatkan reportnya setiap bulan atau beberapa bulan sekali.

Yang kedua, anda visa melakukan investasi dengan jumlah dana awal yang relatif kecil. Beberapa reksadana bisa dimulai hanya dengan dana awal Rp. 100.000,-. Bayangkan, anda tentu tidak bisa membuka deposito dengan dana sekecil itu. Selanjutnya reksadana yang akan melakukan investasi ke dalam deposito.

 

Ketiga, diversifikasi atau penyebaran resiko. Dengan reksadana, anda menyebar resiko investasi dengan leluasa. Sebagai contoh, bila dana anda hanya 1 juta rupiah, maka anda tidak mungkin bisa membuka beberapa deposito secara bersamaan di beberapa bank karena untuk membuka satu deposito saja dibutuhkan dana Rp. 8 juta rupiah. Tetapi dengan melakukan investasi di reksadana deposito, maka uang anda telah tersebar di berbagai deposito dalam berbagai bank, tanpa anda harus memiliki dana besar.

Yang keempat, dari segi perpajakan. Pembelian maupun penjualan kembali UP dari produk reksadana adala bebas pajak. Beneeerrrrrr g…. Mas Lastowo ????? Ini dilakukan atas kebijakan pemerintah cq Dirjen Perpajakan, untuk merangsang dunia investasi di Indonesia.

 

BISAKAH SAYA PERCAYA PADA MANAJER INVESTASINYA ????

Perusahaan Reksadana disebut juga Manajer Investasi. Sebetulnya dalam Bahasa Indonesia, kata manajer itu sendiri diperuntukkan bagi orang, bukan perusahaan. Tetapi dalam hal ini, kata Manajer Investasi diperuntukkan bagi perusahaan yang mengelola investasi anda. Orang2 yang bekerja di dalamnya, disebut Wakil Manajer Investasi.

Di perusahaan reksadana, ada dua tim yang mengurus investasi anda. Tim pertama adalah Komite Investasi, yang tugasnya mengatur strategi investasi. Tim kedua, Tim Pengelola Investasi, yang tugasnya melaksanakan pengelolaan investasi sehari2 berdasarkan strategi yang diberikan oleh Komite Investasi.

Dalam bahasa keuanga, orang2 yang tugasnya mengelola dana investasi seperti ini disebut fund manager. Untuk menjadi seorang fund manager, seseorang harus mendapatkan izin dari pemerintah cq Departemen Keuangan cq BAPEPAM. Untuk mendapatkan izinnya seorang calon fund manager harus melalui ujian yang tingkat kesulitannya sangat tinggi. Untuk mengetahui siapa saja fund manager atau anggota Tim Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi anda, bisa dibaca di prospektus reksadana anda.

 

BAGAIMANA KALAU PERUSAHAAN REKSADANANYA BANGKRUT ????

Produk Reksadana diterbitkan oleh Perusahaan Reksadana yang sekaligus bertindak sebagai Manajer Investasi. Karena itu, Perusahaan Manajer Investasi hidup dari komisi yang diterimanya sewaktu investor membeli UP.  Besar komisi ini biasanya maksimal 2% dari nilai UP yang dibeli nasabah. Dari komisi2 yg terkumpul inilah perusahaan reksadana menggaji dirinya sendiri. Kadang2 komisi juga didapat bila nasabah menjual kembali UP yang mereka miliki.

Mungkin saja terjadi, pendapatan yang diterima Manajer Investasi dari komisi2 lebih kecil daripada biaya2 yang harus dikeluarkan untuk membiayai perusahaannya. Akibatnya bisa saja Perusahaan reksadana tidak bisa hidup lebih lama, dan akhirnya bangkrut. Apakah harta reksadana yang dibeli para investor ikut hilang ????

Y, tidak lah yao….karena menurut peraturan Bapepam, harta reksadana harus disimpan dalam sebuah tempat terpisah, yang disebut dengan nama Bank Kustodian. Bank Kustodian adalah sebuah lembaga/badan yang sudah memiliki izin dari Bapepam untuk bisa menyimpan harta dari suatu aset reksadana. Perusahaan reksadana tidak boleh menyimpan sendiri harta reksadananya. Harus disimpan di Bank Kustodian.

Jadi bila perusahaan reksadananya bangkrut, maka harta reksadana yang anda miliki dijamin tetap aman. Bacalah prospektus reksadana anda, di situ akan tertulis Bank Kustodian mana  yang akan dipakai oleh perusahaan reksadana anda.

Category: Sharing  | Tags: ,  | One Comment
Saturday, November 22nd, 2008 | Author: Eko BS

Silaturahim Des 2007

Silaturahim Des 2007

Tepatnya di rumah pertama sdri Yanti “Herni” di Slawi, telah diadakan acara silaturahim alumni sma 1 slawi pada tanggal 29 bulan Desember 2007.  Acara ini diprakarsai oleh tuan rumah sendiri dengan didukung oleh sdr Andi, juga rekan-rekan alumni lainnya seperti Iqbal, Atet, Bagus dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.  Event silaturahim ini mengagendakan sebuah acara yang lebih besar di kala Idul Fitri 2008.  Hadir pada saat itu rekan-rekan alumni dari Slawi sekitar 15 orang, juga beberapa perwakilan dari Jakarta sepeti Eling, Eko BS dan Deni, serta rekan dari Yogya sdri Marsya.

 Disamping itu pula hadir tamu kehormatan dari ekan alumni SMA 2 Slawi, Mayor Hendro, yang ternyata menjadi promotor pada acara ini. Salut euy..

Rekomendasi dari acara ini yaitu akan mengadakan acara halal bi halal atau silaturahim pada tanggal 4 Oktober 2008, atau 3 hari setelah hari raya idul fitri 2008.  Hebat juga yaah, acara setahun lagi sudah direncanakan sejak dini. Good Plan!

Untuk mensukseskan acara reuni Oktober 2008 ini dibentuklah panitia kecil dengan ketua sdr Andi merangkap sebagai EO, wakil sdri Yanti merangkap bendahara.  Dibantu pula oleh beberapa koordinator wilayah, Jakarta, Slawi, Yogya, Sumatra dan Kalimantan. Dengan matangnya sebuah plan, mudah-mudahan acara yang akan diagendakan dapat berjalan dengan baik. Amin 

Saturday, November 22nd, 2008 | Author: Eko BS

Acara yang dipandu oleh MC kondang, sdr Iqbal (jarene calon anggota KPU) telah menyepakati untuk tetap mengadakan acara Halal bi halal tahunan, yang diharapkan dapat selalu meningkatkan hubungan silaturahim antar para alumni.

alumni halal bi halal di rmh Yanti Slawi

alumni halal bi halal di rmh Yanti Slawi

Agenda akbar alumni Sma 1 Slawi yang digelar dirumah sdri Yanti akhirnya berjalan dengan sukses.  Acara yang bertajuk “Halal bi halal keluarga alumni SMA 1 Slawi angk 91″ dihadiri lebih dari 50 orang.  Acara ini digelar pada hari Minggu tanggal 4 November 2008 dirumah sdri Yanti di Slawi. 

Hadir pula pada acara tersebut bapak Sapto, salah satu mantan guru SMA kita.

 

Selain ramah tamah, temu kangen, makan bersama dan pidato oleh masing-masing alumni, tampil pula organ tunggal oleh tuan rumah (suami Yanti) yang membawakan beberapa lagu.  Selain temu kangen dengan para rekan yang sudah belasan tahun tidak ketemu, para alumni berkangen ria dengan suguhan kuliner khas Tegal, seperti sate dan soto.  Hal ini memang sudah disiapkan secara dini oleh para tim repot seperti seperti Yanti, Mei, bos Andi, Atet, desi lanang, iqbal, bagus, eling dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

 

 

Selain acara santai, ada pula sisipan pembicaraan serius mengenai nasib ke depan almamater sekolah kita.  Terlontar dari P Sapto bahwa saat ini tanah SMA 1 Slawi belum penuh hak SMA 1 Slawi sehingga menjadi PR bai rekan alumni yang berhubungan dengan hal ini. Juga kebutuhan komunikasi SMA 1 akan tergelarnya kabel optik yang diharapkan bisa terpenuhi oleh Indosat. (kalo ga yaa Telkom).

Usulan dari rekan-rekan agar temu alumni ini bisa membuahkan hasil yang positif juga terdelivery dengan adanya usulan untuk pembuatan website alumni yang dapat meningkatkan hubungan komunikasi antar sesama, juga usulan untuk membuat sebuah foundation yang bisa mewadahi niat baik para alumni yang ingin membantu para adik kelas berprestasi dan mempunyai energi positif serta berperilaku baik. Usulan-usulan ini akan diakomodir oleh rekan alumni lainnya yang berkompeten dan akan dibuatkan agenda khusus untuk membicarakan hal ini.

Oh iya, selain acara hiburan organ tunggal, halal bi halal kali ini juga dihibur dengan hadirnya mba Sri,sang guru Al-Azhar yang punya banyak cerita ceria, sehingga suasana semakin fresh..

Sampai ketemu di Halal bi halan 2009..!

Saturday, November 22nd, 2008 | Author: Eko BS

 

Kumpul di Ancol Juni 2008

Kumpul di Ancol Juni 2008

Tanpa banyak rencana yang berlebihan, alumni SMA  1 Slawi pada bulan Juni tahun 2008 mengadakan tour di Pantai Ancol.  Daripada jauh-jauh ke PAI Tegal, mendingan ke pantai Ancol. Motornya mba Aning yang selalu punya energi lebih.  Silaturahim ini diikuti pula oleh para keluarga, istri dan anak-anak. Pagi itu suasana Ancol sangat ramai karena bertepatan pula dengan liburan semesteran sekolah.  Pantai ancol ibarate dawet, lumayan lah bisa ngobati kangen PAI.

 

 

 

 Rekan alumni yang hadir saat itu antara lain Aning, Deni, Eling, Eko BS, Rahmat lan Arif yang datang langsung dari kalimantan (kayana renang dari kalimantan ke ancol), juga para anak-anak dan keluarga mereka. 

Selain acara renang bersama, makan bersama dan ngopi bersama, acara dilanjut oleh masing-masing alumni dengan berwisata ke area Ancol.  Ada yang dilanjut ke Dufan, 4 Dimensi, Gelanggang Samudra dan ada pula yang melanjutkan acara ke Monas, eh malah ketemu demo FPI.

Para alumni berharap, suatu saat wisata keluarga seperti ini bisa dilanjutkan di kemudian hari dan bisa diikuti oleh banyak rekan alumni lainnya.  Kira-kira tempat wisata mana yang pas buat ngumpul??

Saturday, November 22nd, 2008 | Author: Eko BS

Poci Slawi

Poci Slawi

Kebiasaan minum teh bukan saja ada di negeri matahari terbit, kebiasaan minum teh juga digandrungi oleh sebagian orang Slawi Tegal Brebes dan sekitarnya.  Entah kapan mulainya, namun icon Poci dijadikan sebagai simbol dari kota Slawi dengan alasan banyak warga slawi yang suka melakukan kebiasaan minum teh atau moci karena menggunakan poci tanah liat.  Yang beda dengan kebiasaan minum teh orang Slawi Tegal dengan daerah lain yaitu gulanya menggunakan gula batu.  Sehingga rasanya manis gurih, istilah orang pantura wasgitel (wangi legit kentel).

Dari sisi kesehatan hal ini mungkin agak mengandung resiko, hal ini didasarkan pada kandungan kadar gula tinggi yang ada pada gula batu tersebut.  Kadar gula yang tinggi bisa mengakibatkan penyakit diabetes. Saya tidak tahu persis angka statistik warga Tegal dsk yang menderita diabetes.  Apakah ada korelasi yang signifikan antara pola moci wong Tegal dengan jumlah penderita diabetes. Hal ini bisa ditelusuri lebih lanjut, dan sepertinya menarik jika dijadikan judul sebuah skripsi.

 

 

 

 

Saturday, November 22nd, 2008 | Author: Eko BS

Bu dokter alumni

Bu dokter alumni

Kuliner Tegal memang sangat sedap rasanya.  Apalagi musim liburan lebaran Idul fitri banyak para perantau yang rindu akan makanan khas daerahnya.  Makanan khas daerah Tegal Slawi seperti Sate Kambing, Sate Kikil,Soto, Ketupat,  dan lain-lain adalah makanan yang mengandung kolesterol.  Sedapnya makanan jangan sampai lupa diri dengan jumlah yang telah dikomsumsi.  Reuni kuliner boleh-boleh saja, tapi jangan berlebihan, begitulah kata Dr.alumni kita.  Untuk mengetahui lebih dalam sekitar kolesterol, berikut saya sampaikan informasi kolesterol yang saya kutip dari www.pedulikolesterol.com. Hal ini perlu diketahui agar para alumni yang umurnya sudah diatas 34 an agar lebih prepare dan hati-hati.

 

 Apa Itu Kolesterol?

Kata Kolesterol sudah sering kita dengar sehari-hari. Kata kolesterol sangat melekat dengan hal-hal seputar makanan yang lezat, berat badan yang berlebihan, usia, dan lain sebagainya. Kolesterol cenderung dikenal sebagai sesuatu yang negatif dan harus kita hindari.

Apa kolesterol sebenarnya?

Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks, yang 80% dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20% sisanya dari luar tubuh (zat makanan) untuk bermacam-macam fungsi di dalam tubuh, antara lain membentuk dinding sel.

Kolesterol yang berada dalam zat makanan yang kita makan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Tetapi, sejauh pemasukan ini seimbang dengan kebutuhan, tubuh kita akan tetap sehat.

Kolesterol tidak larut dalam cairan darah, untuk itu agar dapat dikirim ke seluruh tubuh perlu dikemas bersama protein menjadi partikel yang disebut Lipoprotein, yang dapat dianggap sebagai ‘pembawa’ (carier) kolesterol dalam darah

Apakah kolesterol berbahaya?

Kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein)

Jenis kolesterol ini berbahaya sehingga sering disebut juga sebagai kolesterol jahat. Kolesterol LDL mengangkut kolesterol paling banyak didalam darah. Tingginya kadar LDL menyebabkankan pengendapan kolesterol dalam arteri. Kolesterol LDL merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner sekaligus target utama dalam pengobatan.

Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein).

Kolesterol ini tidak berbahaya. Kolesterol HDL mengangkut kolesterol lebih sedikit dari LDL dan sering disebut kolesterol baik karena dapat membuang kelebihan kolesterol jahat di pembuluh darah arteri kembali ke hati, untuk diproses dan dibuang. HDL mencegah kolesterol mengendap di arteri dan melindungi pembuluh darah dari proses Aterosklerosis (terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah).

Trigliserida
Selain LDL dan HDL, yang penting untuk diketahui juga adalah Trigliserida, yaitu satu jenis lemak yang terdapat dalam darah dan berbagai organ dalam tubuh. Meningkatnya kadar trigliserida dalam darah juga dapat meningkatkan kadar kolesterol. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi kadar trigliserida dalam darah seperti kegemukan, konsumsi alkohol, gula, dan makanan berlemak.

 

Tingginya kadar trigliserida (TG) dapat dikontrol dengan diet rendah karbohidrat dan berolah raga.

Demikian, semoga alumni SMA 1 Slawi selalu di beri kesehatan. Amin

Saturday, November 22nd, 2008 | Author: Eko BS

Kepsek Machali

Kepsek Machali

Rekan-rekan masih ingat kepala sekolah jaman kita dahulu? Namanya Bapak Machali Sudjono.  Kalau tidak salah beliau asli dari Kabupaten Tegal, bagian selatan.  Ada yang tahu banyak tentang beliau? Silahkan comment disini.

 

 

 

Category: Profil  | Tags:  | 16 Comments