Tahun ajaran baru segera tiba. Orang tua murid sudah mulai didera kepusingan menentukan sekolah bagi anak. Begitu banyak pilihan tersedia sementara waktu pilih dan keinginan beragam. Beberapa sekolah swasta bahkan sudah menetapkan batas akhir pendaftaran calon siswa dari jauh-jauh hari. Alasannya, minat orang tua mendaftarkan anak ke sekolah swasta tak sebanding dengan daya tampung sekolah. Apakah berarti sekolah swasta lebih unggul ?
Orang tua masa lalu mungkin tak sepelik sekarang saat berhadapan dengan masa tahun ajaran baru. Selain pilihan masih terbatas, wawasan pendidikan masyarakat pun masih sederhana.
Lama kelamaan, persoalan pendidikan tidak lagi sederhana. Jenjang pendidikan terutama sekolah dasar semakin diakui menjadi salah satu fase terpenting dalam siklus kehidupan seorang anak. Selain memberi anak pondasi pengetahuan berupa pelajaran calistung (membaca, menulis & berhitung), di jenjang ini pula diketahui minat dan bakat anak menjadi terarah dan terasah sementara perkembangan kepribadiannya semakin terbentuk secara mantap.
Karena itu idealnya, sekolah dasar yang dipilih orangtua bagi anak adalah sekolah yang secara konsisten memfokuskan titik perhatian kegiatan belajar mengajarnya pada porses pengembangan wawasan keilmuan, minat, bakat dan kepribadian siswa. Maka bermunculanlah sekolah-sekolah yang mengaku memiliki berbagai keunggulan dalam hal memaksimalkan potensi tumbuh kembang fisik, pribadi, ilmu, minat dan bakat anak.
Didukung berbagai kebijakan pemerintah soal pendidikan dasar, sekolah (termasuk sekolah negeri), seolah berlomba menawarkan diri untuk menjadi pilihan orangtua. Namun, dari sekian banyak tawaran sekolah, bagaimana orangtua bisa tahun mana sekolah yang tepat bagi anak ?
KENALI DULU POTENSI KEMAMPUAN ANAK
Tujuan pendidikan adalah menembangkan kemampuan, minat & bakat anak didik secara optimal. Inilah yang haru menjadi focus orangtua dalam mencari sekolah dasar yang tepat bagi anak.
Tentu lebih baik, bila sejak awal sebelum menentukan sekolah, orangtua sudah mengetahui potensi pembawaan, minat dan bakat anak, baik dari hasil tes psikologi maupun dari pengamatan orangtua. Hasil pengamatan, orangtua dapat menilai apakah anaknya termasuk anak yang pintar, sedang atau kurang. Apakah anaknya memiliki bakat istimewa, apakah anaknya termasuk pembelajar cepat, kurang atau rata-rata.
DARI TEMPAT HINGGA BIAYA
Setelah mengenali kemampuan dan potensi anak, juga memahami ke arah mana anak akan dibentuk oleh sekolah, hal penting lainnya dalam memilih sekolah adalah melihat pada sarana dan prasarana sekolah, yang dapat dilihat dari pengamatan atas kondisi fisik sekolah, maupun bertanya pada pihak sekolah.
Beberapa hal yang bisa digali dari pihak sekolah adalah:
- Kurikulum, apakah pengembangan kurikulum sekolah mendukung anak untuk tumbuh dan berkembang baik dalam hal fisik, mental dan ilmiah secara optimal ? bila ada beberapa perpaduan kurikulum.
- Metode belajar, apakah sekolah menggunakan metode belajar yang mampu merangsang keaktifan dan kesertaan anak dalam proses ajar mengajar ?
- Program sekolah penunjang, apakah sekolah ini memiliki program-program belajar dan ekstrakurikuler yang mampu mengoptimalkan fungsi otak kanan dan kirinya, serta mengembangkan seluruh potensi kecerdasannya ?
- Fasilitas sekolah, apakah sekolah memiliki perpustakaan, laboratorium ( komputer, IPA, atau bahasa bila kurikulum sekolah memasukkan pelajaran itu), tempat ibadah, lapangan/ruang olah raga dan kantin ?
- Kualitas SDM, dapat ditelusuri apakah para guru & pengelola sekolah memiliki kecakapan dan profesionalitas dalam bekerja ? apakah para pengajar dan pengelola sekolah adalah sosok yang mampu menjadi teladan, sahabat bahkan ‘orangtua’ anak di sekolah ?
- Lingkungan sekolah, bersih, sehat dan nyamankah lingkungan sekolah ? Perhatikan pula lingkungan luar sekolah, apakah ada tempat-tempat rawan bagi anak didik ?
- Manajemen sekolah, perlu dicari tahu juga bagaimana manajemen organisasi sekolah berlangsung selama ini. Apakah ada keterbukaan dari pihak sekolah soal kebijakan sekolah baik menyangkut kegiatan belajar mengajar maupun dana pendidikan ? apakah selama ini manajemen sekolah dapat mempertanggungjawabkan kebijakannya pada orangtua murid ?
- Biaya pendidikan, apakah segala biaya yang dipungut manajemen sekolah berkaitan langsung dengan program peningkatan mutu belajar mengajar ? apakah biaya yang harus dikeluarkan orangtua seimbang dengan fasilitas sekolah dan mutu pendidikan yang diterima anak didik ? jangan lupa bahwa sekolah dasar negeri dijamin seluruh biayanya oleh pemerintah sehingga setiap pungutan yang dikenakan pada orangtua murid seharusnya dibicarakan bersama dalam hal jumlah dan alokasinya.
PABRIK KUALITAS BERNAMA SEKOLAH
Pentingnya Student Profile, semacam rancangan tujuan pembentukan anak didik yang dituju sekolah. Paling tidak, student profile ini mencakup 4 tujuan. Yaitu menghasilkan sosok anak didik yang memiliki special skill, life skill, leadership skill dan berjiwa entrepreneur.
Bila sekolah diibaratkan pabrik, pabrik kualitas, maka anak didik adalah produknya.
Pentingnya 4 kriteria ini diperhatikan orangtua, agar anak tidak sekedar mendapat ilmu yang belum tentu dipahami dan dikuasainya, kemudian terjebak hanya menjadi seorang pekerja.
Setelah meyakini sekolah yang dituju memang punya program pengembangan potensi diri anak pada 4 tujuan tadi, barulah dapat ditelaah soal kurikulumnya, metode mengajarnya, medianya, maupun sarana-sarana lainnya. (dari berbagai sumber)