Archive for the Category » Profil «

Wednesday, January 13th, 2010 | Author: admin

Pelindung : Kepala SMAN 1 Slawi
Penasehat : Dewan Guru SMAN 1 Slawi
Ketua Dewan Pembina : Ir. Suswono (Menteri Pertanian)
Anggota :
1.  Drs. Samsuri Gondokusumo (Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal)
2.  DR.Ir. Aji Sularso,Mna (Dirjen P2KP, Departemen Kelautan & Perikanan)
3.  DR. Ir. Ali Supardan MSi (Mantan Dirjen, Dep. Kelautan & Perikanan)
4.  Dr Abdul Djalil (Mantan Ka Dinkes Kabupaten)
5.  M Ramdhan (Mantan Kasek SMAN Balapulang)
6.  Drs.Agus Riyanto (Bupati Tegal)
7.  Herry Sulistyawan SH,MHum (Wabup Tegal)
8.  M. Nurdzaman, SH M69
9.  Sidi Hersanto SH. (Mantan Garuda Indonesia )
10. Darmawan Edi ( Mantan Kopassus )
11, Drs.Rasban Subiyanto.(63)
12, Sayuti

Tim Pakar :
Ir.Sudarsono
Ir. Heriyadi Dwijoyanto
Drs. Darmanto Marnadi
Drs. Marco Marnadi
Ir. Wahidin ( Kadis Perikanan Kab, Ciamis )
Sapto Jazz ( Belanda )
DR. Tajudin Noer ( Depsos )
Drs. Edy Kuscahyanto ( 77. )
 

Drs.Muafif Saleh (75)  

Ketua Umum : Machrup Elrick ,SH.MBA ( Staf khusus Mendagri mtn )

Ketua Harian : Dwi Handoko, SE (BUMN BRI)
Ketua I : Kol. Udara Winoto Hadiprayitno
Ketua II : Kol.Inf. Agus Kriswanto ( Danrem Sibolga )
Ketua III : Gunarto SH SE MHum (Purek II Unisula)
Ketua IV : Drs. Heru Susdiyantoro (Konsultan)
Ketua V : Drs. Abdul Fikri Faqih MM (DPRD Jawa Tengah)
Ketua VI : Abdul Wahid 75
Ketua VII : Drs. Harnoto ( Migas )
Ketua VIII: DR.Ir.Sofia Tarmidi ( KPU Kalbar )
Ketua IX : AKBP Krisnandi ( Banten )

Sekretaris Jenderal : Ir Moekti Sardjono, MSi ( Direktur di Deptan)
Wakil Sekjen I : Kristanto Budi Utomo (Guru SMAN Bojong)
Wakil Sekjen II : Aning Lapdiati (pengajar)
Wakil Sekjen III : Abdul Syakur (Dosen UNDIP)
Wakil Sekjen IV : Ir. Sudarjo Sumitro ( Perusahaan Swasta )
Wakil Sekjen V : Herry Prasetya (swasta)

Bendahara Umum : Siti Hadi Sulistya ( 76)
Bendahara I : Herni Sri Sujanti (Manajer Area Indosat)
Bendahara II : Indani Dwi Oktina (Swasta)
Bendahara III : Ibu Susmiati 81
Bendahara IV : Helmi Setiani SE ( Pekalongan )

Bidang- Bidang

1. Bidang Humas : Akhmad Rizal 89
: Laela Nurchayati (2001) (swasta)
: Anna Murti 88 (Staff Humas Dephan)
: Ratih Dewanti ( Pajak Jakarta )
: Heri Budiyanto (84 .Staff Dep Kominfo)

2. Bidang Pendidikan : Sobri 82 ( Pengajar )
: Khaqul Yaqin (2007) (mahasiswa)
: Purba Purnama 2000
: Waridin 86
: Sri Rochyati 80 ( Tegal )
: Mayor (Laut) Gentio Harsono
: Mayor (Udara) Yudi Pratikno ( 92)

3. Bidang Sosial : Cecep Sugianto ( 75 )
: Drs. Ismunandar ( Sekneg )75
: Ibu Emy 80
: Inge Krisnandi 90
: Tokhiri Suhardjo 89 ( Tegal )
: Papank Yudi Prasetyo 95 ( Brebes )

4. Bidang Usaha : Ir.Suko Purwosunu (82)
: Soni (1986) (swasta)
: Mujahidin Asa Putra (96)
: M. Kuwat Indriyanto (90)
: Guntoro Suwarno (87)
: Agung Riyanto (89)
: Sayuti Akhmad ( 85)

5. Bidang
Kebudayaan : Eko Toenas ( 75 Semarang )
: Teguh Puji Harsono ( 89)
: Daniel Prasetyo 98
: Wisnu Prapto Nugroho ( 92) Bandung

6. Bidang Rohani : H. Akhmad Hisyam 89
: H. Sjamsi Yuwono 76
: Sutarno 76
: Drs. Farid Ma’kruf 85

7. Bidang Pengabdian
Masyrakat : Untung Tri Budiharto ( 84)
: Bambang Prasetyono
: Drs. Hadi Mulyanto  80
: Ir.Mujiartiningsih
: Woro Ismunandar (78)
: Sukirman (BPS 76)

8. Tim Kesehatan/ Medis : dr. Titin Retnowati 78
: dr. Heru Padmonobo 89
: dr. Cholid Effendi 89
: dr. Isriyati 91
: dr. Era Susmoro (2000 )
: dr.. Chomimah.Spd.

9. Tim Advokasi/ Hukum : AKBP Darmanto MM (86) Kapolres K. Progo
: Imam Subeno SH (89)
: Fredy Mujianto,SH. SN 81 ( Tegal )
: Sugiharto SH (89)
: Tardi Juwardi SH (94)

Kordinator Wilayah.

Jakarta dsk. : Kol. Cku Drs. Edi Irianto
: Raharjo Hak
Aceh : .…………………..
Sumatera Utara : ………… ……… ..
Sumatera Barat : ………… . ……… ..
Riau Kepulauan /Batam : ………… ……… ..
Riau Daratan : …………………..
Jambi : Estiana Basuki
Bengkulu : ………… ……… ..
Lampung : Hajah Sensualita (76)
Sumaterra Selatan : Ir.Bambang Sulistyanto
Bangka Belitung : ………… ……… .
Jawa Barat :1.Bandung : .Ir,Heriyadi Dwijoyanto(75) .
2. Bogor : Letkol Cba Drs. Darmawan (81)
3.Depok : Dra. Nunung Sabariah ( 77)
4.Bekasi+ Krawang+ Purwakarta : Ir.Wahyudi

Banten ,Tangerang : Ir.Basuki (76).Deli Akhsanti ( Curug PLP)

Jawa Tengah :1.Semarang+ Magelang : Drs. Eko Supranoto 2.Surakarta : Emil Hussar
3.Purwokerto : Coupral Jono (75)
: Triwarno 75
: Marhadi 76
4.Tegal+ Slawi+ Brebes : Joseph Iswinarno
5. Pekalongan dskt. : Sentot Gerhana
: Sri Rejeki ( 81 )

Jawa Timur : Sumpono Bayu Aji
1. Surabaya : Sih Budiono 77
2. Malang : DR.Ir Bambang Susilo

D.I.Yogyakarta : Susrimasyatun, ST, Agustina Sintawati

Bali : ………… ……..

Nusa Tenggara Barat : ………… . ……… ….

Nusa Tenggara Timur : ………… ……… …..

Kalimantan Barat : Ir.Sofia Tarmidi

Kalimantan Tengah : ………… . ……… ….

Kalimantan Selatan : Karno, Toto

Kalimantan Timur : Widagdo

Sulawesi Selatan : Intan Dewi Kamali,SE. Ir. Edy Soediro

Sulawesi Tengah : ………… ……… ….

Sulawesi Tenggara : ………… ……… …..

Sulawesi Utara : ………… . ……… …..

Sulawesi Barat : ………… ……… ……

Maluku : ………… ……… …..

Gorontalo : ………… . ……… …..

MalukuUtara : ………… ……… …..

Papua : Patria SH.

Papua barat : ………… . ……… …..

KORDINATOR LUAR NEGERI.
Mayor Arif Hartoto ( Ditzi. AD Sesko Thailand )

KETUA ANGKATAN KELULUSAN
(Nama Ketua Angkatan akan dilampirkan dalam susunan kepengurusan)
 
 

 

 

 

Monday, December 21st, 2009 | Author: admin
Pada tahun 1960, sejumlah tokoh pendidikan di Kota Slawi, Kabupaten Tegal, dirundung kegelisahan. Maklum, sejak SMP 1 Slawi berdiri tahun 1957, kota ini belum memiliki sekolah lanjutan atas seperti SMA atau SMEA. Tak hanya para tokoh, masyarakat Slawi secara umum pun sangat merindukan hadirnya SMA yang mampu menciptakan kesinambungan pendidikan dari jenjang SMP ke SMA.
Ada salah satu tokoh Slawi yang menaruh perhatian besar terhadap dunia pendidikan. Dialah Marnadi (almarhum) yang kala itu memimpin partai PNI dan figurnya sangat berpengaruh di Pemerintah kota Slawi. Marnadi bersama sejumlah tokoh pendidikan, mengusulkan kepada Bupati Tegal Soetoro, agar didirikan sekolah lanjutan atas sesuai aspirasi masyarakat Slawi.
Gayung pun bersambut. Tak menunggu waktu lama, bupati pun membentuk Panitia Pendiri Sekolah-sekolah Lanjutan Atas yang diketuai oleh Umar Kasan, seorang wedana yang diangkat menjadi patih (setingkat wakil bupati). Sekretaris panitia dipegang Soetarjo,yang menjabat sebagai wedana slawi sedangkan Marnadi ditugasi menjadi bendahara,seksi pembangunan. Kepanitiaan juga dilengkapi dengan seksi pendidikan yang dipercayakan kepada Imam Sudjaki (kepala SMP 1 Slawi) bersama Samsuri Gandakusuma (guru di SMP 1 Slawi).

Cita-cita para tokoh Kota Slawi, baru menampakkan hasilnya pada tahun 1962. Setelah melalui diskusi panjang dan melelahkan bersama guru di SMA Negeri Tegal, dibentuklah SMA Negeri Slawi filial SMA Negeri Tegal dengan nama SMA Persiapan Negeri Slawi.
Sesuai skenario, Imam Sudjaki yang saat itu memimpin SMP 1 Slawi akan diplot menjadi kepala SMA Persiapan Slawi. Namun lantaran saat penerimaan murid baru, yang bersangkutan diangkat menjadi kepala SMP Klampok, Banjarnegara, maka kendali SMA Persiapan itu dipercayakan kepada Samsuri Gandakusuma. Samsuri pun ditugasi menjadi kepala sekolah.
”Saya masih ingat waktu bulan puasa dan tahun ajaran baru tahun 1962. Usia saya masih 30 tahun saat ditugasi menjadi kepala SMA Persiapan Negeri Slawi,” kenang Samsuri, salah saksi sejarah berdirinya SMA Negeri 1 Slawi, sekolah yang kini bersatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional.

Di bawah pimpinan Samsuri, SMA Persiapan yang menempati tanah milik Brigif IV itu, mulai melangsungkan kegiatan belajar mengajar. Pertama kali SMA ini ‘beroperasi’, hanya terdiri atas empat kelas, dengan 40 siswa perkelasnya. Para guru pun kebanyakan ‘pocokan’ seperti Sikoen Emidjojo, Ramdan, Khadimin, Arzani, Mukijo dan lain-lain. Tenaga TU pun hanya satu yaitu Fatimah dibantu oleh satu pesuruh yaitu Sirya, orang Dukuh Salam.
Ketika SMA Persiapan berdiri, saat itu tengah terjadi perubahan sistem pendidikan di SMA, dari SMA yang berstatus SMA A, B, C, D diubah menjadi SMA gaya baru dengan SMA dengan 4 Jurusan tapi satu sekolah. Empat jurusan itu meliputi IPA, Biologi, IPS dan Bahasa

 
Mimpi jadi kenyataan
Setelah SMA Persiapan berdiri, bukan berarti mimpi pejuang-pejuang pendidikan Kota Slawi berhenti. Dengan status SMA yang masih menginduk SMA Negeri Tegal, mereka belum puas. Upaya untuk mengentaskan SMA Persiapan ke SMA yang ‘diakui’ terus dilanjutkan.
Pada suatu ketika, ada kabar Inspektur P dan K dari Jakarta yang meresmikan sekolah di Brebes, akan mampir ke Slawi untuk melihat SMA Persiapan ini. Nah, kesempatan inilah yang bakal dimanfaatkan guna menggolkan mimpi tersebut.
”Hari ini saya terima telpon, besok inspektur mau ke SMA. Karena mendadak, saya sempat bingung soalnya harus mempersiapkan administrasi dan kebersihan. Terus sapa sing ngeludi kelas ben bersih ? Kira-kira si Sirya bisa ora ya ngurusi yang berat-berat?” ujar Samsuri. Di tengah mepetnya waktu, saya juga mengerahkan anggota-anggota Pemuda Demokrat (karena waktu itu Samsuri juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Demokrat) akhirnya secara bergotong-royong dengan lampu patromaks, semua kelas dibersihkan demi menyambut tamu agung tersebut, dan keesokan harinya mengundang guru-guru dari SMA N Tegal diantar jemput langsung oleh Wakil Bupati.

Pertemuan dengan inspektur itu memang penting. Dari sanalah gagasan untuk mengubah SMA Persiapan menjadi SMA Negeri Slawi dimulai. Ketika itu beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya kepala sekolah adalah berstatus pegawai negeri dan sekolah sanggup menyediakan rumah untuk kepala sekolah.
Atas jasa Marnadi, Samsuri berhasil memenuhi persyaratan itu, salah satunya dengan menyediakan rumah dinas untuk kepala sekolah di Dukuh Salam, bekas tempat tinggal orang tua Samsuri . Namun, ketika sekolah itu mau diresmikan sebagai sekolah negeri, Samsuri memilih menjadi guru saja di SMP 1 Slawi. Kepala sekolah definitif SMA Negeri Slawi yang melanjutkan tongkat estafet Samsuri, adalah Rahardjo.
Saat matahari berada di titik kulminasi, pada tanggal 23 September 1963, sebuah momen penting telah terjadi. Rahardjo menerima SK pengangkatan sebagai kepala sekolah definitif untuk kali pertama. (wisnu, indani, syakur)

Wednesday, October 14th, 2009 | Author: admin

SMA 1 SLAWI RSBI, Rintisan Sekolah Ber tarif Internasional. Begitu terdengar nada sumbang di sekitar kita tentang almamater tercinta. Dus, orang-orang yang belum mengerti apa itu RSBI akan menambahi dengan opini, dengan status RSBI, SMA 1 Slawi hanya menerima siswa berorang tua mampu saja.

 

Masak sih, sebagai alumnisma1slawi bernada sumbang juga mengenai RSBI SMA 1 Slawi ?? Yuukkk…mareee…kita ketahui lebih dalam apa itu RSBI, Rintisan SMA Bertaraf Internasional.

 

Dasar hukumnya Pembukaan UUD 1945, mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Dan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 50 ayat 3: pemerintah dan atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional.

 

Tapi apa sih, Sekolah Bertaraf Internasional itu ???? sebenarnya SBI merupakan sekolah yang memenuhi standar nasional pendidikan dan berkeunggulan sehingga lulusannya mempunyai daya saing global.

 

Dan standar nasional pendidikan itu, kalo mau ngintip Peraturan Pemerintah RI no. 19 tahun 2005 meliputi 8 standar nasional pendidikan meliputi: Pendidik & Tenaga Kependidikan, Isi, Proses, Sarana & Prasarana, Penilaian, Kompetensi Lulusan, Pengelolaan dan Pengelolaan.

 

SMA 1 Slawi sudah tiga tahun ini menjalankan RSBI, sedangkan siswa X dan XI yang sudah menjalani program ini.

 

Lalu apa bedanya RSBI dengan SBI ??? yaaahhh…R-nya di sini Rintisan untuk menuju SBI, gitoooo….

setiap tahun ada tim monitoring dan evaluasi dari dinas terkait dari pusat untuk “menilai” pemenuhan standar nasional pendidikan oleh sekolah. Sehingga berubahnya RSBI ke SBI tentunya…atas keberhasilan sekolah selain pemenuhan SNP juga pengembangan & prestasi yang berhasil diraih oleh sekolah dan siswanya.

 

Trusss….dengan ber RSBI/SBI mengapa jadi mahal ongkosnya ???? nah, lo….

tanpa ber RSBI/SBI ria pun sebenarnya biaya pendidikan selalu meningkat tiap tahun. Kalo mau ngintip dikit Peraturan Pemerintah RI No. 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan SBI. Sebenarnya, biaya ini ditanggung oleh Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, Komite Sekolah (orang tua murid) dan pihak asing yang tidak mengikat dan Dunia Usaha & Industri.

 

Namun teman alumnisma1slawi perlu ingat, bahwa APBN & APBD tiap daerah dan alokasi untuk pendidikan berbeda-beda toh ???? sehingga kalo dari sisi sekolah, bingung juga kalee, yee….satu sisi ingin ber RSBI/SBI demi lulusannya bisa berdaya saing global tapi dari sisi biaya kudu berhitung lebih cermat. Karena biaya ini 50% nya didapatkan dari usaha mandiri, 30% dari pemerintah provinsi dan 20% dari pemerintah daerah. Teorinya…..

 

Kalo gitu, gak usah  lah yawww…SMA 1 Slawi ber RSBI/SBI…iiddiiihhh….kalo gak diambil duluan, bisa kesamber sekolah lain. Secara….SMA 1 Slawi sudah lama berdiri dan nomor satu gituuu…..

Tetapi sebenarnya masalah biaya ini dapat teratasi andai kata, orang tua siswa yang mampu secara ekonomi berkontribusi lebih besar sehingga dapat mensubsidi silang dan memberi kesempatan siswa berorang tua tidak mampu namun berprestasi dapat menikmati pendidikan yang sama.

SMA 1 Slawi pun sudah memberikan Rp. 0,- bagi siswa yang berorang tua tidak mampu dan telah mengajukan surat keringanan biaya sekolah. Tentu setelah melalui proses penelitian dsbnya.

 

Masih lom jelas juga soal SMA 1 SLAWI ber RSBI ???? monggo….dapat ditanyakan via boks komentar di bawah artikel ini. Or mo japri dhewek ke pihak SMA 1 Slawi sambil berkangen ria ?? silakan bertemu dengan Bp. Sapto Sri Nugroho, beliau koordinator RSBI SMA 1 Slawi. Tapi sebelumnya konfirmasi dulu, ya, karena beliau mempunyai kesibukan yang luar biasa. www.alumnisma1slawi.com pun berhasil menurunkan artikel ini setelah beberapa kali bertemu dan ngobrol dalam berbagai kesempatan.

 

Sebagai alumnisma1slawi, sejatinya mendukung SMA 1 Slawi ber RSBI menuju SBI. Di sisi mananya, alumnisma1slawi dapat berkiprah demi suksesnya SMA 1 Slawi menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global, harus ada komunikasi intensif antara alumni dengan almamaternya. Tentu, alumnisma1slawi melalui wadahnya donnngg….mana nih, wadah resmi berisikan alumnisma1slawi lintas angkatan dan berkesinambungan menjalin silaturahim baik sesama alumni maupun dengan almamaternya.

 

Mana, ya….??????

Category: Profil  | Tags: ,  | 4 Comments
Saturday, April 11th, 2009 | Author: Wisnu

Dear All,

Sang waktu melesat   begitu cepat. Tak terasa webblog kita sudah menurunkan tiga kali juara komentar, yang pada Maret ini jatuh ke tangan Abdul Syakur, mantan osis angkatan 92. Tak ada pretensi apa-apa di balik terpilihnya Syakur, kecuali masukannya yang memang kami anggap konstruktif. Apa yang ditulis Syakur mencerminkan betapa berharga   sebuah persahabatan.

Syukur Alhamdulillah, memasuki bulan keempat tahun ini web kita sudah dikunjungi sekitar 7.370 kali, dan diantaranya pengunjung tersebut teridentifikasi sekitar 1529 dari tempat yang berbeda. Berdasarkan data dari bidang IT, pada hari-hari biasa, web kita dikunjungi rata-rata 10-30 orang/hari. Namun pada hari Sabtu-Minggu justru mengalami lonjakan mencapai 40-60 orang/hari, bahkan lebih.  Hal ini bisa terlihat juga dengan banyaknya comment yang muncul di buku tamu.

statistik

statistik

 

 

Lalu, bagaimana kita membaca data tersebut? Memang bisa saja yang melongok web orangnya itu-itu saja. Tapi realitas ini seperti menyadarkan, betapa jaring masa lalu begitu kuat mencengkram kita. Betapa alam nostalgi seperti katarsis atas beban hidup yang begitu seram dan suntuk.

 

Hal lain, sebuah dedikasi dari alumni untuk almamater, tengah kami gagas. Berpijak dari keinginan   mengaktualisasi diri, menyambung tali silaturahim dengan lintas angkatan serta berbakti untuk masyarakat, kami mengagendakan satu even untuk tahun ini. Satu gawe yang kami beri tajuk Alumni Berbakti Sosial dan Temu Kangen Lintas Angkatan diharapkan bisa merekatkan kembali matarantai yang hilang akibat jarak, dan rutinitas.

 

Mbak Aning yang action-nya bener2 luar biasa itu, sampe saat ini telah mendata tak kurang 200 orang alumni dari berbagai lintas angkatan. Pak Sus, Pak Dhe Kuwat atau Oom Helmi siap ngedukung gawe ini. Mereka telah memberikan apresiasi tinggi terhadap gagasan ini.

 

Kami sadar kok, jalan untuk menuju ke kegiatan itu bakal terjal. Tapi semoga, jika kita sengkuyung bersama, apa yang kita rintis bukan sebatas mimpi. Oleh sebab itu, mari, berilah sepenggal waktu untuk mengkonfirmasi data-data Anda melalui   weblog ini. Partisipasi rekan-rekan alumni sangat kami tunggu!

Category: Profil  | Tags: ,  | 3 Comments
Saturday, November 22nd, 2008 | Author: Eko BS

Kepsek Machali

Kepsek Machali

Rekan-rekan masih ingat kepala sekolah jaman kita dahulu? Namanya Bapak Machali Sudjono.  Kalau tidak salah beliau asli dari Kabupaten Tegal, bagian selatan.  Ada yang tahu banyak tentang beliau? Silahkan comment disini.

 

 

 

Category: Profil  | Tags:  | 16 Comments