“Assalamu’alaikum” seseorang memberiku salam sambil mengetuk, hmm…lebih tepatnya mengedor pintu ruang tamuku.
“Wa’alaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh” jawabku sambil membuka pintu.
“Tuh, kan, Bu Eko, apa saya bilang…” kata Bu Wisnu sambil menyerobot masuk. Terkejut aku melebarkan pintu mempersilakan masuk.
“Saya bilang apa…rokok itu mengandung darah babi” kata tetangga samping rumahku itu sambil duduk dan meraih toples berisi kue kering. Aku tersenyum sambil menyusul duduk di ruang keluarga.
“Gitu, y, Bu. tambah canggih juga nih, Bu Wisnu soal info-info terbaru”. Pujiku.
“Y, iyalah…Bu Eko gak tau, y… rokok itu mengandung kapur barus, mengandung paralon, mengandung gas sianida dan masih banyak lagi”. Cerocos Bu Wisnu sambil mengunyah keping demi keping kue kering yang ada.
“Oh, gitu…paralon yang pipa itu, y, Bu Wis ?” tanyaku.
“Iya…paralon yang pipa. Tapi buat nyetaknya doang kaleee, y, bu Eko ?” tanyanya bingung.
“Laaahh…bu Wisnu tahu mengandung paralonnya gimana ??? kalo buat cetak rokok, y, kegedean dong…rokok mah, cuma….” Kataku tertawa.
“Emang bu, sebatang rokok yang dibakar akan mengeluarkan kurang lebih 4000 senyawa kimia !!!! 3 komponen terbesarnya adalah Nikotin, Tar yang merupakan komponen padat dan Karbon Monoksida yang merupakan gas.
2 tetes nikotin murni bisa membunuh orang loh, bu…selain mengandung racun, nikotin ini mengandung zat adiktif yang bikin orang kecanduan. Tar, terdiri dari 25 zat kimia yang mengandung karsinogenik atau menyebabkan kanker. Dari 25 zat ini antara lain Naftilamin, bahan untuk membuat cat, Naphtalene, ini yang biasa kita kenal sebagai kapur barus. Ada lagi Kadmium, itu tuh…bahan untuk membuat aki. Trus Polonium yang masuk keluarga bahan radioaktif. Dan yang Bu Wisnu bilang tadi bahan baku plastic PVC yang dipakai pada pembuatan pipa paralon, Benzo(a)piren dan Vinylchlorida. Orang mengira filter dalam rokok dibuat dari gabus atau busa. Padahal dibuat dari bahan ini, Bu Wisnu…”
“Gas CO2 atau karbon monoksida yang keluar dari asap rokok ini, sama saja seperti menghirup gas yang keluar dari knalpot kendaraan bermotor & cerobong asap pabrik. Yang bikin bahaya sebenarnya karena sifat afinitas gas CO2 ini, artinya daya gabungnya yang cukup kuat terhadap haemoglobin darah sehingga mampu menyingkirkan O2 atau oksigen dalam tubuh kita !!!! makin banyak rokok yang dihisap maka makin banyak oksigen dalam tubuh kita yang “diusir” sehingga menyebabkan banyak penyakit, stroke, tersumbatnya pembuluh darah tepi, kanker paru-paru, serangan jantung dll. Selain CO2 masih ada lagi yang dikandung dalam rokok, gas sianida atau HCN…yang ini, nih, dipakai tentara Nazi Jerman untuk membunuh orang-orang Yahudi dengan kamar gasnya pada perang dunia kedua. Bu…Bu Wisnu……!!!!” aku menggoyang-goyangkan bahu besarnya karena kulihat tetangga ceriwisku ini terpaku diam, menatap kosong.
“Eeeehhhh…iya, bu Eko….aku mendengarkanmuuuuu……” jawabnya beberapa saat kemudian. Sambil kembali meraih kue kering yang tinggal setengah toples.
“Idddiiihh…Bu Eko gitu deh, kan tadi aku yang mulai ngebahas soal rokok yang mengandung darah babi. Kenapa jadi dirimu yang menjelaskan panjang lebar gitooo….” Katanya merajuk sambil mengunyah. Aku hanya nyengir.
“Jadi Bu Eko udah baca di buletin RT kita itu, y ??” tanyanya menyelidik. Aku hanya angkat bahu dan tertawa kecil. Mengingat inisial namaku di bawah artikel yang kukirim ke Pak RT untuk buletin lingkungan kami dua hari yang lalu.



