Hasil dari prinsip pembelajaran adalah sebuah ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan adalah dasar dari setiap keberhasilan. Ilmu pengetahuan diibaratkan sebagai petunjuk dan pembimbing untuk meraih suatu keberhasilan. Tanpa ilmu pengetahuan, maka seseorang akan buta, dan tidak tahu mana jalan yang sebaiknya harus ditempuh.
Ilmu adalah sebuah pemahaman untuk mempelajari dan mengetahui semua ketentuan-ketentuan yang telah digariskan Tuhan. Ketentuan-ketentuan tersebut bersifat pasti, karena alam tunduk kepada Tuhan. Ketentuan-ketentuan pasti ini yang melahirkan sebuah teori, baik kepastian hukum alam atau kepastian hukum sosial. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan manusia dalam bekerja di bumi ini dalam rangka menjalankan misi Allah SWT.
Ilmu pengetahuan bisa diperoleh dair pengamatan-pengamatan atau penelitian-penelitian secara mendalam tentang mekanisme suatu kejadian atu suatu proses, bahkan hanya melalui pengamatan dan pengalamana sehari-hari sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan tentang urutan kejadian, mengapa sesuatu bisa terjadi, dan bagaimana sesuatu berproses. Artinya, mekanisme itu pasti ada yang mengaturnya. Artinya, mekanisme itu adalah milik Tuhan, karena Dia lah yang menciptkan alam semesta, sedangkan manusia hanya mengetahui mekanisme tersebut (theorize the practice).
Hasil pengamatan yang dicatat dalam sebuah teori tersebut dimanfaatkan untuk membantu manusia dalam mencapai tujuannya secara lebih efektif dan efisien. Akhirnya suatu pekerjaan bisa dilaksanakan dengan lebih mudah, serta sesuai dan selaras dengan kehendak alam. Bahkan manusia mampu memanfaatkan kekuatan dan mekanisme alam yang teratur untuk menunjang keinginannya itu.
Kenyataannya, banyak ilmu pengetahuan yang telah dimiliki seseorang namun jarang sekali atau bahkan tidak pernah digunakan. Hal ini terjadi karena ilmu pengetahuan yang dilambangkan dengan gelar di depan atau di belakang nama seseorang saat ini telah menjadi paradigma yaitu sebagai posisi atau kedudukan. Akibatnya, paradigma ini telah melahirkan orang-orang yang memiliki banyak ilmu, namun hanya untuks ebuah kedudukan di mata masyarakat. Ironisnya, sekarang banyak orang yang membeli gelar, yang dihargai dengan nilai mata uang, bukan nilai keilmuan ataupun aplikasinya.
Dilihat dari kacamata manfaat, bahwa ilmu pengetahuan bertujuan agar segala urusan menjadi lebih efisien, lebih efektif dan lebih terartur, maka tidak hanya seberapa banyak ilmu pengetahuan yang teman alumnisma1slawi miliki, tetapi seberapa banyak teman alumnisma1slawi memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk sesama.
Kegiatan menimba ilmu, mencari dan menambah ilmu adalah sebuah kewajiban manusia untuk mensejahterakan bumi dan memiliki nilai plus apabila dapat dimanfaatkan dan berdayaguna bagi sesama manusia. Inilah yang paling berharga dan bernilai. Sehingga orang tidak perlu lagi berbangga dengan gelar yang disandangnya. Tujuan prinsip pembelajaran bukan “mempertahankan” gelar dan ilmu pengetahuan semata-mata untuk meraih sebuah penghargaan, bukan pula sebagai alat untuk bekerja, namun lebih jauh lagi, ini melambangkan orang yang berprinsip “dari luar ke dalam”, bukan dari dalam keluar…..
Saat ini, orang hanya mempelajari ilmu pengetahuan, tanpa mempelajari “energi” yang dapat menggerakkan orang untuk mau belajar dan mau bekerja. Saat ilmu pengetahuan ditambah oleh sang guru dan sang dosen, “bensin” tidak pernah diisi dan diperhatikan. Pemberian ilmu pengetahuan harus selalu dibarengi dengan pemberian dan pemahaman tentang energi “bensin” itu sendiri, yaitu mempelajari dorongan suara hati, sehingga kesadaran diri untuk selalu belajar dan selalu ingin maju timbul………








