SMA 1 SLAWI ALUMNI WEBLOG

NEVER ENDING FRIENDSHIP

Browsing Posts published by Meiyani

“Ataukah kau meminta upah dari mereka ? Upah Tuhanmu lebih baik. Ia Pemberi Rezeki Yang Paling Baik.” (Q.S. 23 Surat Al Mu’minuun ayat 72).

Begitu banyak orang yang selalu mengharap hasil yang akan diterima, sebelum bersedia melakukan suatu pekerjaan. Kebanyakan mereka tidak mau bertindak sebelum jelas hasilnya. Hal ini adalah kultur hubungan antara buruh dengan majikan, dimana setiap jam yang diberikan oleh buruh harus diganti dengan sejumlah upah yang telah disepakati. Cara berpikir seperti ini telah tertanam begitu dalam, hampir-hampir menjadi budaya yang kuat dan mengikat. Itulah : budaya pamrih. Budaya itu terus diajarkan turun temurun oleh orang tua kepada anaknya. Contoh ” Ayo, nak belajar yang rajin nanti Ibu belikan mainan,” “Ayo, berhentilah menangis nanti bapak belikan permen.” Akibatnya si anak tumbuh menjadi seorang yang pamrih, atau seorang penyuap. Bukan merupakan kesadaran diri bahwa belajar itu penting untuk dirinya sendiri. Atau mereka sering menilai pekerjaan orang lain secara jangka pendek, bukan pada misinya. Dan apabila menjadi seorang pimpinan perusahaan atau organisasi kelak, maka dia akan selalu memiliki visi pendek. Ketika berhubungan dengan orang lain orientasinya hubungan jangka pendek bukan jangka panjang.

Udin dan Alex adalah dua orang tukang batu yang sedang bekerja membangun sebuah rumah. Tugas mereka sama yaitu menyusun batu bata untuk dibuat dinding. Sepuluh tahun kemudian Udin sudah menjadi kontraktor sukses. Alex tetap menjadi seorang tukang batu. Mengapa ? Sepuluh tahun yang lalu ketika Udin dan Alex sama-sama menyusun batu bata, Alex hanya mengharap upah di sore hari. Alex benar-benar menghitung tenaga yang diberikan, sementara Udin, dengan rela memberikan tenaga dengan sebaik-baiknya, dengan dilandasi sifat memberi dan ikhlas, karena dia memiliki visi ke depan. Letak perbedaannya hanyalah pada prinsip mereka. Alex berpikir jangka pendek, Udin berpikir jangka panjang. Alex bekerja demi upah dan Udin bekerja dalam rangka mencari ridha Allah.

Contoh prinsip Bismillah yang didasarkan pada upaya dan proses, harus dimiliki sebelum mencapai suatu hasil. Bukan hanya mengharapkan hasil saja. Bekerjalah dengan prinsip memberi yang selalu ikhlas karena Allah, sehingga kesuksesan atau hasil sebenarnya merupakan impact dari prinsip memberi, berkorban dan didasari sifat kasih dan sayang yang tulus. Inilah makna ibadah sebenarnya, dalam berusaha mencari selalu Ridho Allah.

BACALAH

No comments

Seorang raja Sisilia memiliki sebuah mahkota yg terbuat dr emas murni. Dia bingung, krn ia tdk mengetahui berapa volume dr mahkota emas miliknya itu. Lingkaran mahkota itu penuh dgn ukiran2, shg mustahil utk bisa diukur. Kemudian ia memerintah seorang ilmuwan utk mengukur berapa volumenya. Sang ilmuwan harus berusaha mencari jawabannya. Tetapi sangat sulit mengukur berapa volume mahkota yg sgt sarat dgn ukiran itu. Dia hampir putus asa. Segala upaya telah dilakukannya, tetapi tdk juga berhasil menemukan jawaban yg memuaskan. Tambahan lagi ini adl sebuah perintah dr seorang raja yg sgt dihormati, serta sangat berkuasa kala itu.Ketika ia sedang mandi berendam sambil merenungi tugas yg diterimanya, tiba2 pd saat ia begerak, air di dlm bath tub-nya tumpah. Dia memperhatikan hal itu, air yg tumpah itu. Kemudian dia keluar dr dlm bath tub tsb, dan diisinya kembali dgn air sampai penuh, lalu dia mencelupkan kakinya, kembali airnya tumpah. Diperhatikannya air yg tumpah itu dgn seksama. Ia tdk merasa puas, kemudian merendamkan seluruh badannya, air yg tumpah semakin banyak. Aha..!! dia menemukan jawabannya. Tiba2 saja sang ilmuwanitu berteriak2 sambil berlari keluar dr kamar mandi sampai ke jalan raya, dan berteriak2: “Eureka!” (saya dapat!), “Eureka!”. Saking girangnya, dia lupa bahwa dia masih dalam keadaan telanjang bulat.
Setelah berpakaian rapi, kemudian dia bergegas menghadap sang raja, dgn berbinar2 dia mengatakan bhw dirinya sudah bisa menemukan jawabannya. Ia bisa mengukur berapa volume mahkota emas itu. Di hadapan sang raja, dia memasukkan mahkota itu ke dalam suatu tempat (bejana) yang terisi penuh air. Lalu air yg tertumpah dimasukkkan ke dalam gelas pengukur. Dan terjawablah berapa volume dari mahkota emas yg penuh ukiran itu.
Sang ilmuwan itu bernama ARCHIMEDES, yg kemudian namanya diabadikan utk mengingat hukum:
BERAT JENIS = BERAT : VOLUME
Kesimpulan cerita di atas:

Itulah contoh asal muasal suatu ilmu pengetahuan dan peradaban manusia yg dimulai dgn kata “IQRA” atau bacalah. Hal ini juga terjadi akibat dr dorongan suara hati untuk ingin selalu mengetahui berbagai hal. Ini adalah dorongan sifat Allah Yang Maha Ilmu, yg bersemayam di setiap jiwa manusia, sebuah dorongan untuk belajar.

..Dan bukanlah kau yang melempar ketika kau melempar, tetapi Allah yang melempar, untuk menguji orang beriman dengan cobaan yang baik daripada-Nya.

Q.S. 8 Surat Al Anfaal ayat 17.

Powered by WordPress Web Design by SRS Solutions © 2010 SMA 1 SLAWI ALUMNI WEBLOG Design by SRS Solutions