“Ataukah kau meminta upah dari mereka ? Upah Tuhanmu lebih baik. Ia Pemberi Rezeki Yang Paling Baik.” (Q.S. 23 Surat Al Mu’minuun ayat 72).
Begitu banyak orang yang selalu mengharap hasil yang akan diterima, sebelum bersedia melakukan suatu pekerjaan. Kebanyakan mereka tidak mau bertindak sebelum jelas hasilnya. Hal ini adalah kultur hubungan antara buruh dengan majikan, dimana setiap jam yang diberikan oleh buruh harus diganti dengan sejumlah upah yang telah disepakati. Cara berpikir seperti ini telah tertanam begitu dalam, hampir-hampir menjadi budaya yang kuat dan mengikat. Itulah : budaya pamrih. Budaya itu terus diajarkan turun temurun oleh orang tua kepada anaknya. Contoh ” Ayo, nak belajar yang rajin nanti Ibu belikan mainan,” “Ayo, berhentilah menangis nanti bapak belikan permen.” Akibatnya si anak tumbuh menjadi seorang yang pamrih, atau seorang penyuap. Bukan merupakan kesadaran diri bahwa belajar itu penting untuk dirinya sendiri. Atau mereka sering menilai pekerjaan orang lain secara jangka pendek, bukan pada misinya. Dan apabila menjadi seorang pimpinan perusahaan atau organisasi kelak, maka dia akan selalu memiliki visi pendek. Ketika berhubungan dengan orang lain orientasinya hubungan jangka pendek bukan jangka panjang.
Udin dan Alex adalah dua orang tukang batu yang sedang bekerja membangun sebuah rumah. Tugas mereka sama yaitu menyusun batu bata untuk dibuat dinding. Sepuluh tahun kemudian Udin sudah menjadi kontraktor sukses. Alex tetap menjadi seorang tukang batu. Mengapa ? Sepuluh tahun yang lalu ketika Udin dan Alex sama-sama menyusun batu bata, Alex hanya mengharap upah di sore hari. Alex benar-benar menghitung tenaga yang diberikan, sementara Udin, dengan rela memberikan tenaga dengan sebaik-baiknya, dengan dilandasi sifat memberi dan ikhlas, karena dia memiliki visi ke depan. Letak perbedaannya hanyalah pada prinsip mereka. Alex berpikir jangka pendek, Udin berpikir jangka panjang. Alex bekerja demi upah dan Udin bekerja dalam rangka mencari ridha Allah.
Contoh prinsip Bismillah yang didasarkan pada upaya dan proses, harus dimiliki sebelum mencapai suatu hasil. Bukan hanya mengharapkan hasil saja. Bekerjalah dengan prinsip memberi yang selalu ikhlas karena Allah, sehingga kesuksesan atau hasil sebenarnya merupakan impact dari prinsip memberi, berkorban dan didasari sifat kasih dan sayang yang tulus. Inilah makna ibadah sebenarnya, dalam berusaha mencari selalu Ridho Allah.
