SMA 1 SLAWI ALUMNI WEBLOG

NEVER ENDING FRIENDSHIP

Browsing Posts published by admin

MENGEVALUASI RAMADHAN

1 comment

Dari Abi Hurairah Ra, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “rugi sekali seorang lelaki yang namaku (Muhammad) disebut disisinya, lalu ia tidak membaca shalawat untukku, dan rugi sekali seorang lelaki yang bertemu Ramadhan, kemudian Ramadhan berlalu dan ia tidak terampuni, dan rugi sekali seorang lelaki yang mendapati kedua orangtuanya dalam keadaan tua, atau salah satu dari keduanya, lalu ia tidak masuk surga.”

Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad dan At Tirmidzi.

Bulan Ramadhan adalah bulan agung (syahrun ‘azhim), bulan yang memberi kesempatan untuk mendapatkan ampunan Allah SWT, kesempatan untuk terbebas dari api neraka. Ini juga bulan yang penghujungnya menjadi ekspresi kegembiraan kaum muslimin, sebab ia telah berhasil bertemu bulan Ramadhan yang mulia dan memberi harapan besar kepada siapa saja yang mengoptimalkan untuk memasuki surga, melalu pintu al-rayyan dan untuk bertemu Allah.

Wajarlah jika seorang muslim melakukan introspeksi (muhasabah) dan evaluasi (taqwim) adalah bulan Ramadhan yang telah berlalu mengantarkannya untuk mendapatkan semua hal di atas.

Hadits di atas mengingatkan adanya hal-hal “sederhana” dan “ringan” yang apabila seseorang melakukannya, niscaya ia menjadi orang yang beruntung, namun, jika ia mengabaikannya, maka ia menjadi orang yang merugi dan hina.

Ada tiga hal “sederhana” dan “ringan” yang disebutkan oleh hadits nabi diatas, yaitu:

1. Membaca shalawat untuk Nabi Muhammad SAW.

2. Optimalisasi Ramadhan untuk mendapatkan pengampunan Allah SWT.

3. Mendayagunakan kesempatan bertemu kedua orangtua untuk masuk surga.

Membaca Shalawat untuk Nabi Muhammad

Hadits diatas mengajarkan bahwa jika nama nabi Muhammad SAW disebut dan kita mendengarnya, hendaklah kita membacakan shalawat dan salam untuk beliau dengan mengucapkan: Allahumma shalli wa sallim ‘alaihi (Ya, Allah, sampaikan shalawat dan salam untuk beliau).

Ucapan seperti ini bukan sesuatu yang berat dan sulit. Jika kita mengucapkannya, kita menjadi orang yang beruntung dan berbahagia, sebab, pada hadits lain Rasulullah bersabda yang artinya: “Siapa yang membaca satu shalawat untukku, maka Allah akan bacakan shalawat untuknya 10 kali.” HR. Muslim.

Namun, jika mengabaikan hal yang “sederhana” dan “ringan” ini, maka kita akan dijauhkan dari rahmat Allah, kita menjadi manusia yang merugi. Jauhnya dan meruginya kita dari rahmat Allah telah di-amin-I oleh nabi.

Optimalisasi Ramadhan

Hadits diatas menjelaskan bahwa kesempatan bertemu Ramadhan adalah kesempatan untuk meraih dan mendapatkan pengampunan Allah. Karenanya, siapa saja yang bertemu Ramadhan, dan Ramadhan berlalu, sedang ia tidak mendapatkan pengampunan Allah berarti ia adalah orang yang merugi dan dijauhkan dari rahmat Allah. Kerugian dan jauhnya ia dari rahmat Allah telah di-amini-I oleh Rasulullah.

Oleh karena itu, setelah bulan Ramadhan yang mulia ini berlalu, hendaklah kita melakukan introspeksi dan evaluasi, adakah kita termasuk orang-orang yang berhasil meraih dan mendapatkan pengampunan Allah ?

Paling tidak, ada 3 hal yang perlu kita evaluasi, yaitu:

a. Adakah pada bulan Ramadhan yang lalu kita telah melakukan ibadah puasa, dengan dasar keimanan, dan dengan target mencari ridha Allah ? Hal ini bertolak dari hadits Nabi yang menjelaskan bahwa: “Siapa saja yang berpuasa karena iman dan dalam rangka meraih ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu terampuni.” Muttafaqun ‘alaihi.

b. Adakah pada bulan Ramadhan yang lalu kita telah melakukan qiyam Ramadhan (menghidupkan malam Ramadhan dengan shalat dan ibadah), dengan dasar keimanan dan dengan target meraih ridha Allah ? hal ini bertolak dari hadits Nabi yang menjelaskan bahwa: “siapa saja yang melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan dalam rangka meraih ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu terampuni.” Muttafaqun ‘alaih.

c. Adakah pada bulan Ramadhan yang lalu kita melakukan qiyam Lailat Al-Qadar (menghidupkan malam lailatul qadar dengan shalat dan ibadah), dengan dasar keimanan dan dengan target meraih ridha ? hal ini bertolak dari hadits Nabi yang menjelaskan bahwa: “Siapa saja yang melakukan qiyam lailatul qadar karena iman dan dalam rangka meraih ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu terampuni.” Muttafaqun ‘alaih.

Perlu ditegaskan bahwa sabda nabi yang menyatakan Ramadhan menunjukkan bahwa puasa dan qiyam yang dimaksud adalah satu bulan penuh. Ini berarti bahwa yang perlu kita evaluasi terkait dengan shiyam dan qiyam Ramadhan adalah 3 hal, yaitu:

a. Pelaksanaannya yang satu bulan penuh, tanpa ada yang bolong, kecuali jika ada uzur sya’i.

b. Asas pelaksanaannya yang berdasar pada keimanan.

c. Target pelaksanaannya yang mencari ridha Allah.

Untuk qiyam lalt al-qadar evaluasinya juga tiga hal, yakni:

a. Adakah pada malam itu kita melakukan qiyam ?

b. Adakah qiyam yang kita lakukan berdasar pada keimanan ?

c. Adakah target pelaksanaan qiyam lailat al-qadar adalah mencari ridha

Allah ?

Jika jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini adalah “ya”, maka hendaklah kita mengucapkan Alhamdulillah wasy-syukru lillah. JIka jawabannya “tidak” hendaklah segera kita bertaubat dan bertekda dengan sebenarnya bahwa kalau Allah memberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan lagi di waktu mendatang, kita akan melakukan semua ini dengan lebih baik.

Birrul Walidain (Berbakti kepada Kedua Orang Tua)

Hadits di atas menjelaskan bahwa bertemu dengan kedua orang tua dalam keadaan masih hidup, atau bertemu dengan salah satunya dalam keadaan masih hidup adalah “cara gampang” untuk masuk surga. Caranya adalah dengan berbakti kepada mereka, atau istilah Al-Qur’an al-ihsan ilahima (berbuat yang terbaik kepada keduanya).

Ada banyak ayat dalam Al Qur’an yang memerintahkan kita untuk berbuat baik pada keduanya, diantaranya adalah:

a. Pada ayat-ayat yang berisi keterangan tentang adanya sepuluh pihak yang menjadi kewajiban kita untuk memenuhi hak-hak mereka, yaitu pada surat An Nisa’ ayat 36.

b. Pada ayat-ayat yang berisi sepuluh wasiat, yaitu pada surat Al An’am ayat 151-153.

c. Pada ayat-ayat yang berisi tentang berbagai macam hikmah, yaitu pada surat Al Isra ayat 22-39.

Pada ketiga tempat ini, Allah selalu menempatkan “berbuat yang baik kepada kedua orangtua” pada urutan kedua. Artinya, dalam masalah pemenuhan hak, kedua orangtua menempati urutan kedua setelah hak Allah. Dal hal wasiat, kedua orang tua menempati urutan kedua setelah wasiat untuk memenuhi hak-hak Allah. Dalam hal hikmah, berbuat baik kepada kedua orang tua juga menempati urutan yang kedua setelah penjelasan tentang hikmah larang berbuat syirik dan kewajiban untuk beribadah kepada Allah.

Masa pasca Ramadhan ini, masa setelah Allah mengampuni dosa-dosa kita, alangkah tepatnya bila kita lanjutkan dengan upaya memperbaiki hubungan dengan semua orang yang memiliki hak atas diri kita. Dan yang pertama sekali perlu kita perbaiki hubungan kita-setelah Allah- adalah kedua orangtua kita.

Jika hal ini kita lakukan, maka kita telah membuka peluang untuk diri kita sendiri “dengan mudah” memasuki surga Allah.

Marilah kita makmum pada tradisi silaturrahim berlebaran dan ber-‘idul fitri untuk memperbaiki hubungan dengan semua pihak yang mempunyak hak atas diri kita, terutama kedua orangtua kita. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung dunia akhirat dalam hal ini. Amin.

AKHIR YANG BAIK

1 comment

Suatu ketika, seorang muslim yang miskin papa mendatangi Rasulullah dan meminta sang Nabi mendoakannya agar menjadi kaya. Rasulullah mula-mula menolaknya, dengan memberi peringatan halus; bahwa kekayaan bukan jaminan kebahagiaan. Bahkan cobaan hidup kaya bisa jadi lebih berat untuk ditanggung seorang manusia. Namun lelaki ini berkeras hingga Rasul pun mengabulkan keinginannya dan mendoakan agar ia kaya.

Doa Rasul terkabul. Sang lelaki menajdi kaya dan semakin bertambah kaya. Namun, seiring meluasnya kekayaannya, apa yang diperingatkan dan dikhawatirkan Rasul pun terjadi. Ia lalai, semakin hari semakin bertambah lalai akibat kekayaannya.

Mula-mula ia ‘hanya’ sering terlambat sholat berjamaah. Lalu, ia jadi sering alpa sholat berjamaah. Hingga lama-lama ia benar-benar enggan berjamaah, dengan alasan kesibukan mengurusi harta.

Lelaki inipun enggan mengeluarkan hartanya untuk berzakat, apalagi bersidekah. Maka, perjalanan akhir hidupnya lantas saja menjadi satu untaian kisah berklimaks tragis yang tercata dalam sejarah. Ia wafat sebagai seorang munafiq dan kisanya terabadikan dalam Al Qur’an.

Lain lagi jalan hidup Umar bin Khattab. Masa lalunya amat gelap. Tak sekedar membenci umat Islam, ia bhakan tega mengubur anak perempuannya hidup-hidup, dengan tangannya sendiri. Semua itu dilakukannya hanya karena kebiasaan dan tradisi turun temurun. Namun, hidayah Allah membalik semuanya. Umar pun pembela Islam sejati. Ia berani menegakkan kebenaran dan tak gentar hanya oleh sebab kematian. Pantaslah ia dijuluki Al Faruq dan Rasul pun menggambarkan dirinya dengan indah: Kalaulah Umar berjalan di satu jalan dan syetan ada di jalan yang sama, maka tentulak si syetan akan memilih jalan yang lain.

Hidayah Allah menyinari Umar setelah ia berumur. Namun, dengan kesungguhan dan istiqomahnya, kesalahannya “diputihkan”. Sejarah pun mencatat namanya dalam lembaran bertinta emas sebagai salah satu sahabat yang dijamin masuk surga.

Kedua contoh ini, sesungguhnya menuntun setiap mukmin untuk menyadari bahwa tak soal siapa, apa dan bagaimana kita di masa lalu, yang terpenting adalah bagaimana kita membentuk hari ini untuk mencapai hari esok yang lebih baik dan menuntaskan hidup ini dalam kondisi yang paling baik.

Jalan yang bisa ditempuh tentu tak hanya sekedar menggantungkan diri pada takdir, atau berlindung pada kalimat: Hidayah adalah milik Allah, terserahlah, pada siapa Dia akan memberi curahan-Nya. Sebab, soal peran aktif untuk memilih mengubah nasib sebagai sosok mukmin, kafir atau munafik, tetaplah berada di tangan manusia.

Benar, hidayah adalah milik Allah semata. Namun, yang diberinya pada manusia yang telah dianugerahkannya kemampuan memilih, jalan fujur atau jalah taqwa. “Dan telah Kami ilhamkan kepada manusia dua jalan, yaitu fujuroha (jalah keburukan) dan taqwaha (jalan kebaikan). Q.S: 91 ayat 8-10

Maka Allah telah menegaskan betapa beruntungnya mereka yang memilih jalan kebaikan dan mensucikan dirinya. Sebaliknya betapa meruginya mereka yang memilih jalan keburukan dan mengotori dirinya.

Setiap detiknya, setiap diri sesungguhnya tengah memahat sebuat prasasti berwujud “autobiografi”, satu catatan yang akan terus dikaji, dibaca dan dikenang oleh anak, cucu dan para penerus tugas kehidupan. Pertanyaannya: Seperti apa kita ingin dikenang bila tak lagi berada di dunia ini ?

Kalaulah hari-hari dan kesempatan masih panjang, inilah saatnya kita memilih untuk mencatatkan kebaikan demi kebaikan, demi sebuah catatan akhir kehidupan yang indah dan mengesankan. Maka ya, Allah, tuntunlah kami untuk selalu istiqomah di jalan-Mu, amin…

Episode Terakhir: Alumni 1990-an sampai dengan 2000-an

ALUMNI 90

Grup Facebook mereka, SMANSA’ Slawi…bener nggak mb Iing ??? selain bu Kalpores Pandeglang ini masih ada mz M. Kuwat Indriyanto, mz. Salisu, mz. Hasannudin, mz Aris Hn, duh, sapa maning, yaaakkk ??? coba deh, visit grup FB ne….seruuuuuu….apa sepi-sepi selalu, y….:p

ALUMNI 91

Narsis abis, kalo ngebahas IKALU91 SMA 1 SLAWI ini. Diketuai Herni Sri Surjanti, diwakili Edy Rahadi dan didampingi sekretaris Nurlaela “nunung” Hikmawati. Mencoba mentautkan kembali keakraban yang pernah terjalin era Kla Project, kaos PoshBoy dan tim basket putri yang kuat krn tim-nya terdiri dari Lyenne Agustina, Trihastuti, Intan Pramushinta dkk. Redaktur madingnya (jaman itu) Wisnu Setiadji. Trus wakil ketua OSIS-nya, Arif Hartoto (maklum, ketos e lom nongol juga mpe sekarang) dan masih ada Rennie Rakhmatyasri, Deisy Indri ,Setyo Rahardjo, Sofyan Helmi dan masih banyak lagi.

Dari 350 an alumni 91 sudah terjalin kembali sekitar 200-an baik via sms, milis, email maupun facebook. Semoga di masa mendatang, makin banyak yang “nyambung”.

ALUMNI 92

Dimotori oleh Abdul Syakur, Sumpono Bayu Aji, Suliarto dkk. Mereka menamakan diri dengan suara mufakat tanpa protes dan ngotot, SWASEMBADA: Sedulur Warga Sembilan Dua. Sebenarnya masih banyak yang aktif, Setyo Rahayu, Ayu Samanta, Rosmala Dian, Sarjono Hadi Pranoto, Whisnu Prapto dan lain-lain.

Yuuukkk…mareee….SWASEMBADA ditunggu aksinya, y…biar kas e nambah, hehehe….

ALUMNI 93

Wwwwaaaahhhh….kenapa y, kalo yang belakangnya 3 pasti anteng…alumni 83 sangat sedikit yang www.alumnisma1slawi.com kenal. Pun alumni 93. Walaupun sudah nge-link dengan mantan Ketua OSIS-nya, tetap saja, daftar alumni 93 tak bertambah dari yang hadir di Reuni Akbar & Alumni Berbakti Sosial tahun 2009. Apakabar Arfan Bakhtiar, Arif Wibisono, mz Didit dkk ????

Haloooo…..alumni 93 kemana neeehhhh ?????

ALUMNI 94

Rasanya nggak afdol, kalo gak menyebut nama Sigit Iman Santosa, dan si angin puting beliung (maklum, gak pernah menetap di satu kota…jangan-jangan buronan, y ???) Hery Prasetyo. Liyane sapa maning, om ???? eehhh…coba cari di Facebook, ada grupnya looohhh….

ALUMNI 95

Yang ini, pasti ada Papang Prasetyo, ada mz Doel (halaaaahhh….asal bukan sumbang, yaakkk…) alias Abdul Mufhti dan masih banyak lagi. Grup Facebooknya masih eksis, kan, om ???? Salam kompak selalu walau facebook admin www.alumnisma1slawi.com e diremove….:p

ALUMNI 96

Ada Ronnie Widyasmara, ada Abdul Wahid Harjono, ada Dedi, ada Indani, ada ada….ajaaaa…..apa kabar mz Rano Karno Bilal ??? mz. Mujahidin Asa Putra.

Sapa maning tante miawww ???

Buat 96 yang lagi mencari kawan-kawannya, coba di search grup FB-nya…..

ALUMNI 97

Dimotori oleh Nur Aidi, grup Facebooknya masih harus dikonfirmasi dulu mo ketua grupnya untuk bisa gabung. Luar biasa dukungan alumni 97 pada Reuni Akbar & Alumni Berbakti Sosial 2009 lalu. Tenang tapi heboh….(kok, bisa y ???). Tetep nyambung tali silaturrahimnya, y, mz Aidi….

ALUMNI 98

Namanya SENDAL ALUS, hihihi….berarti sandal yang udah tipiiissss…banget. SEMBILAN DELAPAN ALUMNI SMA 1 SLAWI. Ketua geng yang www.alumnisma1slawi.com kenal y, sapa maning angger dudu Tryas Wahyudianto. Sing bocah e sewwwoooottttt….nemen karo…..(hehehe…RHS, tidak dibuka untuk umum, hihihi….).

Yuukkk….member Sendal Alus, yang masih mencari teman-teman lawasnya, liat di daftar member grup Facebook 98-nya.Tahun ini mo ngadain reuni di SMA 1 Slawi, jare om Tryas…hayoooo…sing durung olih uleman ne…buruan daftar ng om Agung…..tentu aja di grup FB-nya….:p

ALUMNI 99

Kudune om Daniel Prasetyo menamakan grup FB ne, DOSA, Dobel Sanga, hehehe….kumpulan alumni 99 ini “hidup” karena ada Anees Wahidah selain om Kuda Nil (hihihi…www.alumnisma1slawi.com memang punya perbendaharaan nama-nama kesayangan di tiap alumni, yaaakkkk….). Sukses selalu Alumni 99…

ALUMNI 00

Mz Purba Purnama yang aktif mengajak teman-teman alumni 2000-nya menghimpun dana beasiswa bagi adik-adik di SMA 1 Slawi. Semoga masih lancar, y, mz….eiiiittt….yang lost contact, bisa dicari grupnya di Facebook…2000 yang laen mana neeehhh ??? bosan deh, www.alumnisma1slawi.com chatting-nya mo mz Pur mulu, hehehe…gak ding….hayoooo…..2000 semangaaaatttt…..!!!!

ALUMNI 01,02,03

Alumni 2001, www.alumnisma1slawi.com dibantu mb Rina Wijayanti memposting daftar alumni lintas angkatan pada tahun kemarin. selain mb Rina, lom ada lagi neeh, yang nyambung….

Waduuuuhhh…baru mz Khaerudin Jalil 03, neeh, yang kontak mo www.alumnisma1slawi.com. Yang lainnya masih tanda tanya banyak dan besar sekaleeee….

Yuuhuuuuu….alumni 2001, 2002, 2003…kapan kita bisa bersilaturahim, neeehhh ?????

ALUMNI 04, 05, 06, 07, 08, 09

Maaannnngggaaappp…..gap-nya mungkin sudah amat sangat jauh, y….www.alumnisma1slawi.com hanya mengenal beberapa orang saja alumni tahun 2004-2009 ini.

2004 ada Rizky Alif Ramdhoni

2005 ada mantan Ketos e, mz Dwi Kartiko, Aliq Qurbani, Firman, Era, Emil, mz Supriyanto dll.

2006 selain mz Syarif Muji, sapa maning yaaakkkk ????

2007 teman2 di Formassi: Khakul Yakin, Yuniar Tazul Arifin mo mz Ugi (hihihi..malah klalen aran lengkap e…)

2008-2009 nihil, neeeehhhh…..hayooo…sapa yang mau kenalan mo www.alumnisma1slawi.com ?????? untuk mengkoordinir teman-teman seangkatannya.

2010….oh, tidaaakkk….paling banter kenal mantan Ketua OSIS e, mantan Ketua KM-nya dan teman-teman yang kemarin ikut heboh di Reuni Akbar & Bakti Sosial Alumni SMA 1 Slawi.

Tak lengkap memang jalinan silaturahim www.alumnisma1slawi.com dengan tiap angkatan. Setidaknya, beberapa nama mewakili keeksisan alumnisma1slawi dimanapun berada dan tiap angkatan.

Masih sangat jauh harapan www.alumnisma1slawi.com, khususnya dan alumnisma1slawi umumnya untuk menyatukan alumnisma1slawi menjadi sebuah keluarga seperti pohon yang besar dengan berbagai dahan dan ranting, berakar kuat, bisa mengayomi-melindungi tanah (baca: almamater SMA 1 Slawi & kabupaten Tegal) di bawahnya dari panas, hujan dan badai.

Tak putus semangat www.alumnisma1slawi.com akan selalu mempublish semua kegiatan alumnisma1slawi tiap angkatan ataupun lintas angkatan sebagai obat rindu buat teman alumnisma1slawi yang belum berkesempatan bertemu dengan teman seangkatan maupun alumni lintas angkatan.

Tapi apa neeh, kegiatannya tahun ini ????? hehehe…kita tunggu aja beritanya, ya…..


Episode kali ini alumnisma1slawi tahun 80-an

ALUMNI 80

Naaahhh…kalo yang ini, masih belum ketemu mufakat untuk namanya, HADI, Himpunan Alumni Delapan Puluh. “Nanti dikira nepotisme, mbak…” kata salah seorang aktifisnya (hehehe….). Di Jakarta, ada ibu Mulatsih, Bp. Akhmad Rohadi, Bp. Yan Beng (Kambali Sutrisno), Bp. Hadi Mulyanto. Di Pekalongan, ada Bp. Sentot Gerhana dengan ibu Yanti-nya, tercatat juga Bp. Siswanto, Ibu Sri Rejeki dll. Waaaahhhh….kapan y, HADI (sementara waktu, biar gampang nyebutnya, y…) ngundang www.alumnisma1slawi.com ke reuninya ??? pasti seruuuuu…..selamat berkonsolidasi HIMPUNAN DELAPAN PULUH….

ALUMNI 81

Diketuai oleh Bp. Beni Wahyu. Anggotanya antara lain, Ibu Emy, Ibu Susmiyati, Ibu Lintri Utari, Bp. Hadi Sudarmo, Ibu Faerus Magdalena, Bp. HM. Samsul Bahri dll. Rata-rata, senior yang www.alumnisma1slawi.com kenal ini tak banyak cakap alias tak seheboh alumni lain kecuali pak Hadi Sudarmo, kalee, yaaaa…..(piiissss….pak Darmo, hihihi…). Semangatnya, ruaarrrrr…biasa. Sayang sekali kita gak jadi nonton bareng final FIFA World Cup di Cibungur, y, pak Darmo….:p

ALUMNI 82

www.alumnisma1slawi.com mengenal pertama kali alumni ini justru dari jejaring sosial, Facebook. Ada Bp. Karno. Di Jakarta, ada Bp. Budiyanto yang meng-link-kan dengan alumni 82 di Slawi: Pak Oty, Pak Dwi Handoko (Ketua Umum Alumni 82 sekaligus Ketua Harian IKA SMA 1 Slawi periode 2009-2014). Semoga tahun 2010 ini www.alumnisma1slawi.com berkesempatan mengenal lebih jauh dengan alumni 82 ini.

ALUMNI 83

Waaaahhh….ini dia yang susahnya minta ampyuuunnn….tak beranjak dari 3 orang alumni yang www.alumnisma1slawi.com kenal sejak “mengudara”. Mz. Kristanto Boedhy dan Ibu Heny Mustajab. Selain mantan Ketua OSIS-nya, Bp. Suko Purwosunu. Kapan neeehhh…alumnisma1slawi 83 yang lain muncul ???

ALUMNI 84

Ketuanya, Bp. Irkar Yuswandi. www.alumnisma1slawi.com sampai sekarang senantiasa “menggandeng” pak “Dhe” Heru Susdiyantoro, maklum dong, ah…www.alumnisma1slawi.com selalu bergosip ria (hehehe…) dengan Facebook grup Alumni SMA Negeri 1 Slawi. Wadah alumni di jejaring sosial yang dibuat untuk bersilaturahim ala Facebooker. Selain pak Dhe, ada Bp. Agung Prihatmoko, ada Bp. Kisnanto, Ibu Nurul Qomariyah, Ibu Titin Prihastini, Ibu Niek Giiatri dan masih banyak lagi.

ALUMNI 85

Kalo gak salah senior ini menamakan dirinya DELIMA. Hhhhmm….tercatat Bp. Akhmad Sayuti, Bp. Eko Yunianto, Bp. Ahadi Yuliasmono trus ada Bp. Farid Makhrup dkk. Hhhmmm….walau jauh dimata (karena jarang terdengar “aksi”nya), tetap kontak dengan www.alumnisma1slawi.com, y, senior….

ALUMNI 86

Alumni ini rutin mengadakan reuni per 3 Syawal, kalo gak salah…tercatat Bp. Raharjo, mz Soni Nusa, Bp. Agus Riyanto, mb Sasih, ada juga mz Edy yang masih belum juga menemukan teman lawasnya, Mb Khonipah…Sukses selalu Koperasi Alumni 86-nya….

ALUMNI 87

Mulai bermunculan niiih…alumni 87…setelah mz Nugro Wicokro, mz Eris Hartono, Mz. Guntur, mz Amin Sutanto beredar (hehehe..bulan kaleee, y…) makasih mz. Hendro Nirantoro yang udah absen di buku tamu www.alumnisma1slawi.com. Masih ditunggu alumni 87 lainnya….

ALUMNI 88

Laaahhh….yang ini, menamakan dirinya BALAPAN, Bebrayan Delapan Delapan…tercatat mz Loko Waspodo, mz Kristanto, Mb Anna Murti, juga Mz Iwan yang bolak balik absen di buku tamu www.alumnisma1slawi.com. Hhhmm…mz Eko Sugiyanto juga ada….

Yang laen mana lagi, neeehhhh….????

ALUMNI 89

Ini sih, gudangnya alumni sersan…serius tapi santai…Gengnya dinamakan INTERSTATE 89 eh, kayaknya udah ganti lagi, dweehhh… Tercatat mz Akhmad Rizal, mz Nano Suwarno, kanda Supriyanto (…:p), mb Iip, Yu Sopy “olive”, mb Atik, mb Arin, mz Untung, mz dalang eh, mz Teguh Puji Harsono…ada juga pak D, HATE (hihihi….) Hadi T. Pambudi, mz Heru Padmonobo dan lain-lain…(pegel ngetiknya, saking banyak yang dikenal www.alumnisma1slawi.com). Salam kompak dan manis selalu, y, mas, mbak….(ben diajak menyate kambing muda pas reuni 89 nanti, hehehe…).

Beberapa waktu lalu, www.alumnisma1slawi.com pernah menurunkan tulisan hasil interview, mz Wisnu Setiadji 91, mz Abdul Syakur 92 dan mb Indani Dwi 96 dengan salah seorang pendiri SMA Negeri 1 Slawi.

Melalui Reuni Akbar & Bakti Sosial Alumni SMA Negeri 1 Slawi bulan September 2009 lalu, www.alumnisma1slawi.com bisa mengenal lebih jauh dengan senior dan junior jebolan SMA 1 Slawi.

Kita bagi menjadi tiga bagian artikel, y…Episode kali ini Alumni Tahun 60-an sampai dengan 70-an:

ANGKATAN I, II, III

Exciting…begitu kesan www.alumnisma1slawi.com mengenai para alumnisma1slawi lulusan 62-64 ini. Begitu kompak, penuh persaudaraan dan www.alumnisma1slawi.com jadi malu….

Betapa senior-senior ini begitu rapi dalam administrasi grupnya. www.alumnisma1slawi.com sempat terkagum-kagum dengan AD/ART yang telah disusun angkatan I, II, III ini. Lengkap !!!

Beberapa nama alumni ini ternyata bapak/ibu dan juga paman dari alumni 91,92 lohhh…(hihihi…kebayang kudu manggil “mas” ke bapak/om kita saat reuni sekolah). Juga beberapa diantaranya adalah mantan guru SMP.

Lulusan 62-64 ini diketuai oleh bp. Rs.K. Soebijanto dan sekretarisnya, Bp. Sukotjo. Selain 2 orang bendahara, ada beberapa seksi dalam kepengurusannya. Jumlah anggotanya kurang lebih 70-an orang.

Sayang sekali, saat Reuni Akbar & Bakti Sosial 2009 hanya diwakili beberapa orang aja, karena pada hari dan waktu yang sama Angkatan I, II, III ini pun mengadakan reuni angkatan.

Cerita dibalik Reuni Akbar & Bakti Sosial 2009, para pendiri SMA 1 Slawi yang juga aktif di angkatan I, II, III “dipinjam” dari reuni angkatan untuk hadir di acara ABS. Setelah memberikan sekapur sirih beliau “dikembalikan” ke acara sebelumnya di daerah Slawi Pos. Hhhmmm…ABS punya ajudan yang hebat rupanya, y, hehehe…karena mengembalikan sesepuh SMA 1 Slawi tepat pada waktunya. (Trims y, mz Pono, mz Syakur….:D)

ALUMNI 69, 70, 73, 74, 77

www.alumnisma1slawi.com mengenal alumni 69, 70 dan 74 dari Paguyuban Slawi yang ada di Jakarta. Paguyuban yang terdiri bukan hanya alumnisma1slawi ini membawa rasa “Slawi” di setiap pertemuan yang rutin diadakan 3 bulan sekali. Ada Bp. Nur Zaman 69, Bp. Azis, Bp. Darsono 70, Bp. Darmanto Marnadi 74 dll. www.alumnisma1slawi.com kaget bin surprise saat mendapat telepon yang merupakan respon baik dari para senior ini mendengar rencana ABS waktu itu. Ternyata jurus getok tular memang ampuh, y, hehehe…

Mantan Ketua Umum IKASMANSAWI Bp. Abdul Jalil adalah alumni 73 . Sayang sekali www.alumnisma1slawi.com belum berkesempatan berjumpa dan mengenal lebih jauh lagi. Semoga di lain waktu www.alumnisma1slawi.com dapat berjumpa dan mengenal lebih jauh sosok mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal yang masih berpraktek sebagai dokter di daerah Trayeman ini. Semoga.

ALUMNI 75

Lulusan ini menamakan dirinya KOMUNITAS TUJUH LIMA atau KATUL. Semangat egaliternya patut ditiru. www.alumnisma1slawi.com sempat mengenal salah seorang ketuanya, alm. Bp. H. Nur Aidin. Semangatnya luar biasa. Dan Katul-katul yang lain pun asyik diajak berdiskusi mengenai banyak hal, Bp. Ismunandar, Bp. Cecep Sugiyanto, Bp. Sudjono, Bp. Abdul Wahid, Bp. Muafif, Bp. Sofyan, Bp. Yosef dan masih banyak lagi. Sungguh, bikin iri www.alumnisma1slawi.com…betapa tidak, Katul ini senantiasa mengagendakan pertemuan rutin di banyak kota tempat para Katul bermukim. Pertemuan rutin terakhir di Srondol, Semarang medio Februari 2010 lalu dan pertemuan insidental karena pernikahan putra putri Katul dsbnya. Hhhmmm…Penggagas grup Katul di facebook mau mantu akhir Juli ini, dehhh….www.alumnisma1slawi.com dapat undangan ke Yogyakarta, neeehh, asyiiikkk….asyiiikkk…..:p

ALUMNI 76

Motornya, Bp. Machrup Elrick. Sekaligus Ketua Umum IKA SMA 1 Slawi. Sering “kumpul” sesama 76 dengan anggota tetap Bp. Sudarjo, Bp. Yuwono Samsi, Ibu Siti N. Sulistyo, Ibu Ratih Dewanti, Bp. Sukirman. Canda tawa senantiasa mengiringi pertemuan www.alumnisma1slawi.com dengan senior yang berkecimpung di berbagai bidang ini. Bravo 76…!!!!

ALUMNI 77

Yaaahhh….sangat sedikit alumni 77 yang www.alumnisma1slawi.com kenal selain Bp. Masruri dan Bp. Suswono. Ada yang bisa bantu menginformasikan yang lainnya ???

ALUMNI 78

www.alumnisma1slawi.com belum mengenal banyak, karena belum berkesempatan bertemu dengan ketua ataupun wakilnya. Dari salah seorang alumninya, Ibu Eko Trahwati (guru Bahasa Indonesia, boo…), alumni 78 ini rutin mengadakan reuni angkatan per 3 syawal.

ALUMNI 79

www.alumnisma1slawi.com belum “link” neeehhh….

ENSIKLOPEDIA KEUANGAN PUBLIK

No comments

Panduan Lengkap Mengelola Keuangan

 

 

Penulis: Abu Ubaid al Qasim

Penerbit: Gema Insani

Cetakan: I/2009

Tebal: 747 hal

 

 

Sejak terjadi krisis ekonomi global, dunia mulai melirik perekonomian Islam. Nama syariah pun mencuat bak meteor. Umat muslim tentu harus memanfaatkan momen ini untuk mengenal seluk beluk perekonomian Islam.

 

Buku karya Abu Ubaid Al Qasim ini menjadi panduan baig umat muslim dalam mengelola keuangannya, mulai dari harta, pajak sampai zakat. Sebagai sosok yang dikenal sebagai ekonom, Abu Ubaid memiliki ketajaman analisa dan mengharmonisasikannya antara permasalahan keuangan publik dengan Al Qur’an dan hadits.

 

Menurut praktisi keuangan syariah, Dr. M. Syafii Antonio, tak banyak orang mengenal Abu Ubaid Al Qasim. Padahal beliau adalah ekonom makro ekonomi yang hadir sebelum lahirnya Adam Smith yang dikenal sebagai bapak ilmu ekonomi.

 

Buku ini membahas tuntas tentang zakat beserta jawaban dari setiap permasalahan secara mendetail. Bisa jadi, buku ini mengulas pertanyaan yang mungkin selama ini belu anda temukan jawabannya, misalnya zakat harta yang dipungut dari hasil cukai impor.

 

Tak sampai di situ, buku ini pun membahas pembebasan tanah secara damai sesuai ajaran Islam. Bahkan, tentang pembebasan negeri dan pembagian harta yang selama ini selalu berakhir dengan konflik. Ulasan mengenai jenis harta yang dikelola pemimpin untuk rakyat, hak-hak pemimpin terhadap rakya dan sebaliknya, juga bisa ditemuan dalam buku sarat manfaat ini.

Kalau anda menekan lawan-lawan terlalu keras maka mereka akan memukul kembali dengan keras dan liar pula. Biarkanlah mereka pergi maka “moral” mereka akan merosot. Ikutilah dari dekat, tetapi jangan memukulnya dengan keras. Buatlah mereka letih dan merosot moralnya. Saatnya anda akan memenangkan perang tanpa tekanan atau pertumpahan darah. Singkatnya, mengulur-ulur serangan akan membawa kejayaan….Sun Tzu.

Perubahan adalah ibarat perang. Anda akan berhadapan dengan pihak-pihak yang tidak senang diubah. Mereka merasa andalah pengganggu kenyamanan mereka. Orang-orang lain yang tidak mengerti, yang tadinya bersifat netral terhadap anda, bisa saja terpengaruh dan menjadi ragu dengan anda. Bisa jadi anda akan dibicarakan di media massa. Karena terdesak, anda tentu saja bisa bertindak reaktif, membentengi diri secara berlebihan, bahkan untuk menjawabnya mungkin anda terpaksa berbohong di media massa. Ini tentu saja keliru !!!

Perubahan adalah sebuah proses politik, dan seorang pemimpin harus pandai mengawalnya dengan memainkan kartu-kartu politiknya. Sebagai seorang politikus anda harus fokus pada papan catur serta aturan-aturan yang berlaku, bukan pada biji-biji pion yang dimainkan lawan-lawan anda. Anda adalah politikus yang harus memilih: bermain dengan karakter atau bermain dengan emosi. Dalam permainan ini, lawan terbesar anda adalah diri anda sendiri, bukan orang-orang yang menekan anda.

Maka anda dituntut bersikap tegas, namun tetap terkendali, dan mawas diri. Binalah jaringan-jaringan baru untuk memperkuat pertahanan sebelum pertahanan anda dikoyak-koyak lawan yang mampu memorak-porandakan gejolak energi dalam diri, dan anda menjadi kocar kacir, salah langkah, dan hilang !!!

PILAH PILIH SEKOLAH

No comments

Tahun ajaran baru segera tiba. Orang tua murid sudah mulai didera kepusingan menentukan sekolah bagi anak. Begitu banyak pilihan tersedia sementara waktu pilih dan keinginan beragam. Beberapa sekolah swasta bahkan sudah menetapkan batas akhir pendaftaran calon siswa dari jauh-jauh hari. Alasannya, minat orang tua mendaftarkan anak ke sekolah swasta tak sebanding dengan daya tampung sekolah. Apakah berarti sekolah swasta lebih unggul ?

Orang tua masa lalu mungkin tak sepelik sekarang saat berhadapan dengan masa tahun ajaran baru. Selain pilihan masih terbatas, wawasan pendidikan masyarakat pun masih sederhana.

Lama kelamaan, persoalan pendidikan tidak lagi sederhana. Jenjang pendidikan terutama sekolah dasar semakin diakui menjadi salah satu fase terpenting dalam siklus kehidupan seorang anak. Selain memberi anak pondasi pengetahuan berupa pelajaran calistung (membaca, menulis & berhitung), di jenjang ini pula diketahui minat dan bakat anak menjadi terarah dan terasah sementara perkembangan kepribadiannya semakin terbentuk secara mantap.

Karena itu idealnya, sekolah dasar yang dipilih orangtua bagi anak adalah sekolah yang secara konsisten memfokuskan titik perhatian kegiatan belajar mengajarnya pada porses pengembangan wawasan keilmuan, minat, bakat dan kepribadian siswa. Maka bermunculanlah sekolah-sekolah yang mengaku memiliki berbagai keunggulan dalam hal memaksimalkan potensi tumbuh kembang fisik, pribadi, ilmu, minat dan bakat anak.

Didukung berbagai kebijakan pemerintah soal pendidikan dasar, sekolah (termasuk sekolah negeri), seolah berlomba menawarkan diri untuk menjadi pilihan orangtua. Namun, dari sekian banyak tawaran sekolah, bagaimana orangtua bisa tahun mana sekolah yang tepat bagi anak ?

KENALI DULU POTENSI KEMAMPUAN ANAK

Tujuan pendidikan adalah menembangkan kemampuan, minat & bakat anak didik secara optimal. Inilah yang haru menjadi focus orangtua dalam mencari sekolah dasar yang tepat bagi anak.

Tentu lebih baik, bila sejak awal sebelum menentukan sekolah, orangtua sudah mengetahui potensi pembawaan, minat dan bakat anak, baik dari hasil tes psikologi maupun dari pengamatan orangtua. Hasil pengamatan, orangtua dapat menilai apakah anaknya termasuk anak yang pintar, sedang atau kurang. Apakah anaknya memiliki bakat istimewa, apakah anaknya termasuk pembelajar cepat, kurang atau rata-rata.

DARI TEMPAT HINGGA BIAYA

Setelah mengenali kemampuan dan potensi anak, juga memahami ke arah mana anak akan dibentuk oleh sekolah, hal penting lainnya dalam memilih sekolah adalah melihat pada sarana dan prasarana sekolah, yang dapat dilihat dari pengamatan atas kondisi fisik sekolah, maupun bertanya pada pihak sekolah.

Beberapa hal yang bisa digali dari pihak sekolah adalah:

  1. Kurikulum, apakah pengembangan kurikulum sekolah mendukung anak untuk tumbuh dan berkembang baik dalam hal fisik, mental dan ilmiah secara optimal ? bila ada beberapa perpaduan kurikulum.
  2. Metode belajar, apakah sekolah menggunakan metode belajar yang mampu merangsang keaktifan dan kesertaan anak dalam proses ajar mengajar ?
  3. Program sekolah penunjang, apakah sekolah ini memiliki program-program belajar dan ekstrakurikuler yang mampu mengoptimalkan fungsi otak kanan dan kirinya, serta mengembangkan seluruh potensi kecerdasannya ?
  4. Fasilitas sekolah, apakah sekolah memiliki perpustakaan, laboratorium ( komputer, IPA, atau bahasa bila kurikulum sekolah memasukkan pelajaran itu), tempat ibadah, lapangan/ruang olah raga dan kantin ?
  5. Kualitas SDM, dapat ditelusuri apakah para guru & pengelola sekolah memiliki kecakapan dan profesionalitas dalam bekerja ? apakah para pengajar dan pengelola sekolah adalah sosok yang mampu menjadi teladan, sahabat bahkan ‘orangtua’ anak di sekolah ?
  6. Lingkungan sekolah, bersih, sehat dan nyamankah lingkungan sekolah ? Perhatikan pula lingkungan luar sekolah, apakah ada tempat-tempat rawan bagi anak didik ?
  7. Manajemen sekolah, perlu dicari tahu juga bagaimana manajemen organisasi sekolah berlangsung selama ini. Apakah ada keterbukaan dari pihak sekolah soal kebijakan sekolah baik menyangkut kegiatan belajar mengajar maupun dana pendidikan ? apakah selama ini manajemen sekolah dapat mempertanggungjawabkan kebijakannya pada orangtua murid ?
  8. Biaya pendidikan, apakah segala biaya yang dipungut manajemen sekolah berkaitan langsung dengan program peningkatan mutu belajar mengajar ? apakah biaya yang harus dikeluarkan orangtua seimbang dengan fasilitas sekolah dan mutu pendidikan yang diterima anak didik ? jangan lupa bahwa sekolah dasar negeri dijamin seluruh biayanya oleh pemerintah sehingga setiap pungutan yang dikenakan pada orangtua murid seharusnya dibicarakan bersama dalam hal jumlah dan alokasinya.

PABRIK KUALITAS BERNAMA SEKOLAH

Pentingnya Student Profile, semacam rancangan tujuan pembentukan anak didik yang dituju sekolah. Paling tidak, student profile ini mencakup 4 tujuan. Yaitu menghasilkan sosok anak didik yang memiliki special skill, life skill, leadership skill dan berjiwa entrepreneur.

Bila sekolah diibaratkan pabrik, pabrik kualitas, maka anak didik adalah produknya.

Pentingnya 4 kriteria ini diperhatikan orangtua, agar anak tidak sekedar mendapat ilmu yang belum tentu dipahami dan dikuasainya, kemudian terjebak hanya menjadi seorang pekerja.

Setelah meyakini sekolah yang dituju memang punya program pengembangan potensi diri anak pada 4 tujuan tadi, barulah dapat ditelaah soal kurikulumnya, metode mengajarnya, medianya, maupun sarana-sarana lainnya. (dari berbagai sumber)

50 Menit VS 15 Jam

No comments

Bila kita mendengar kata halal, maka konotasi utama tertuju pada makanan atau minuman halal yang intinya tidak mengandung babi atau alkohol. Pandangan ini memang tidak sepenuhnya salah, namun kurang komprehensif. Hal ini karena unsur pembentuk kehalalan suatu barang atau harta ternyata tidak terbatas kepada fisik (ain al dzat), tetapi juga sangat terkait dengan proses yang menyertainya, baik di awal maupun di akhir.

 

Dalam suatu hadis Rasulullah SAW bersabda, “ Tidak akan bergerak kaki seorang hamba pada hari kiamat kecuali ditanya akan empat hal: tentang umurnya bagaimana dihabiskan, tentang masa mudanya bagaimana dilalui, tentang ilmunya bagaimana dimanfaatkan, serta tentang hartanya dari mana didapatkan dan bagaimana dibelanjakan”. Sabda Rasulullah ini mengisyarakatkan bahwa pertanggungjawaban harta akan diminta dari mulai cara memperolehnya apakah bebas dari korupsi, kolusi, manipulasi, dan gambling hingga segenap transaksi yang terkait dengan pemanfaatannya. Apakah masih berlumuran riba, maisir, gharar, atau tabdzir.

 

Sebagai perenungan ada baiknya kita memperhatikan pola kehidupan kita sehari-hari; kita bandingkan antara lamanya ibadah dengan lamanya mencari harta, serta bertanya ulang tentang kualitas kehalalan harta kita.

 

Dari sekian banyak ibadah yang kita lakukan, shalat menempati posisi yang paling dominan. Ibadah lainnya seperti haji hanya dilakukan sekali seumur hidup, itupun bagi yang sudah mampu secara finansial. Puasa juga setahun sekali pada bulan suci Ramadhan. Demikian juga halnya dengan zakat, kewajibannya setahun sekali bagi yang sudah mencapai hishab.

 

Dalam posisinya yang sangat penting ini, ternyata shalat bila dilakukan tidak lebih dari 10 menit, bahkan bila terburu-buru bisa diringkas menjadi lima menit atau lebih cepat lagi. Walhasil dalam satu hari satu malam, shalat tidak lebih dari 50 menit. Sementara dalam mencari nafkah seseorang akan menghabiskan antara 12 hingga 15 jam sehari. Di kota besar seperti Jakarta, tak jarang seorang pekerja sudah harus meninggalkan rumahnya tak lama setelah shalat Subuh dan kembali sekitar jam 18.00 atau bahkan jam 20.00 malam. Ini pun dengan asumsi jalanan lancar dan tidak ada pekerjaan lembur.

 

Perbandingan di atas menunjukkan betapa pentingnya kita harus peduli dengan yang 15 jam tersebut. Karena selama 15 jam-lah kita mencari rezeki yang dengannya kita menafkahi anak istri. Sebagai pencari nafkah keluarga, demikian juga istri bila tampil membantunya, akan ditanya tentang kehalalan rezeki, bentuk zatnya, cara memperolehnya, cara membelanjakannya hingga cara berinvestasi dengannya….(Emotional Spiritual Quatition)

Selamat Yaaaaa….

No comments

www.alumnisma1slawi.com mengucapkan selamat atas kelulusan adik-adik SMA NEGERI 1 SLAWI tahun ajaran 2009/2010. Ikut prihatin buat adik yang belum lulus. Dunia tak kan runtuh dan masih ada waktu untuk mencoba lagi.

www.alumnisma1slawi.com juga mengucapkan selamat untuk adik-adik yang diterima di perguruan tinggi negeri di Indonesia tanpa melalui test atau PSSB. Baru dapat kabar dari Undip ada 3 atau 4 orang y…dari PT lain lom dapat kabar neeehhh….

Yang sudah lulus, jangan berpuas dulu…ini masih setengah jalan, masih banyak rintangan yang menghadang. Yang belum lulus, semangat terussssss…..masih ada hari esok dan bisa lebih baik lagi. Pengalaman pahit memang tidak menyenangkan, tapi tidak untuk ditangisi dan disesali. Semangat y, deeekkk…..

Beberapa teman alumnisma1slawi banyak men-tag daftar akademi dan sekolah yang sedang menerima mahasiswanya, monggo visit facebook grup Alumni SMA Negeri 1 Slawi-nya, tinggal klik di huruf f di pojok kanan atas weblog ini. Ato’ kalo yang mau personal email,  attach komen di bawah artikel ini, Insya Allah, kami reply via personal email kalian.

Sekali lagi semangat buat adik-adik yang sudah lulus maupun yang belum lulus. Masih ada waktu untuk belajar untuk ke jenjang berikutnya. Yang sudah diterima via PSSB, tetap belajar yaaakkkk……

Powered by WordPress Web Design by SRS Solutions © 2010 SMA 1 SLAWI ALUMNI WEBLOG Design by SRS Solutions