SMA 1 SLAWI ALUMNI WEBLOG

NEVER ENDING FRIENDSHIP

Browsing Posts published in 2010

MENGEVALUASI RAMADHAN

1 comment

Dari Abi Hurairah Ra, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “rugi sekali seorang lelaki yang namaku (Muhammad) disebut disisinya, lalu ia tidak membaca shalawat untukku, dan rugi sekali seorang lelaki yang bertemu Ramadhan, kemudian Ramadhan berlalu dan ia tidak terampuni, dan rugi sekali seorang lelaki yang mendapati kedua orangtuanya dalam keadaan tua, atau salah satu dari keduanya, lalu ia tidak masuk surga.”

Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad dan At Tirmidzi.

Bulan Ramadhan adalah bulan agung (syahrun ‘azhim), bulan yang memberi kesempatan untuk mendapatkan ampunan Allah SWT, kesempatan untuk terbebas dari api neraka. Ini juga bulan yang penghujungnya menjadi ekspresi kegembiraan kaum muslimin, sebab ia telah berhasil bertemu bulan Ramadhan yang mulia dan memberi harapan besar kepada siapa saja yang mengoptimalkan untuk memasuki surga, melalu pintu al-rayyan dan untuk bertemu Allah.

Wajarlah jika seorang muslim melakukan introspeksi (muhasabah) dan evaluasi (taqwim) adalah bulan Ramadhan yang telah berlalu mengantarkannya untuk mendapatkan semua hal di atas.

Hadits di atas mengingatkan adanya hal-hal “sederhana” dan “ringan” yang apabila seseorang melakukannya, niscaya ia menjadi orang yang beruntung, namun, jika ia mengabaikannya, maka ia menjadi orang yang merugi dan hina.

Ada tiga hal “sederhana” dan “ringan” yang disebutkan oleh hadits nabi diatas, yaitu:

1. Membaca shalawat untuk Nabi Muhammad SAW.

2. Optimalisasi Ramadhan untuk mendapatkan pengampunan Allah SWT.

3. Mendayagunakan kesempatan bertemu kedua orangtua untuk masuk surga.

Membaca Shalawat untuk Nabi Muhammad

Hadits diatas mengajarkan bahwa jika nama nabi Muhammad SAW disebut dan kita mendengarnya, hendaklah kita membacakan shalawat dan salam untuk beliau dengan mengucapkan: Allahumma shalli wa sallim ‘alaihi (Ya, Allah, sampaikan shalawat dan salam untuk beliau).

Ucapan seperti ini bukan sesuatu yang berat dan sulit. Jika kita mengucapkannya, kita menjadi orang yang beruntung dan berbahagia, sebab, pada hadits lain Rasulullah bersabda yang artinya: “Siapa yang membaca satu shalawat untukku, maka Allah akan bacakan shalawat untuknya 10 kali.” HR. Muslim.

Namun, jika mengabaikan hal yang “sederhana” dan “ringan” ini, maka kita akan dijauhkan dari rahmat Allah, kita menjadi manusia yang merugi. Jauhnya dan meruginya kita dari rahmat Allah telah di-amin-I oleh nabi.

Optimalisasi Ramadhan

Hadits diatas menjelaskan bahwa kesempatan bertemu Ramadhan adalah kesempatan untuk meraih dan mendapatkan pengampunan Allah. Karenanya, siapa saja yang bertemu Ramadhan, dan Ramadhan berlalu, sedang ia tidak mendapatkan pengampunan Allah berarti ia adalah orang yang merugi dan dijauhkan dari rahmat Allah. Kerugian dan jauhnya ia dari rahmat Allah telah di-amini-I oleh Rasulullah.

Oleh karena itu, setelah bulan Ramadhan yang mulia ini berlalu, hendaklah kita melakukan introspeksi dan evaluasi, adakah kita termasuk orang-orang yang berhasil meraih dan mendapatkan pengampunan Allah ?

Paling tidak, ada 3 hal yang perlu kita evaluasi, yaitu:

a. Adakah pada bulan Ramadhan yang lalu kita telah melakukan ibadah puasa, dengan dasar keimanan, dan dengan target mencari ridha Allah ? Hal ini bertolak dari hadits Nabi yang menjelaskan bahwa: “Siapa saja yang berpuasa karena iman dan dalam rangka meraih ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu terampuni.” Muttafaqun ‘alaihi.

b. Adakah pada bulan Ramadhan yang lalu kita telah melakukan qiyam Ramadhan (menghidupkan malam Ramadhan dengan shalat dan ibadah), dengan dasar keimanan dan dengan target meraih ridha Allah ? hal ini bertolak dari hadits Nabi yang menjelaskan bahwa: “siapa saja yang melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan dalam rangka meraih ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu terampuni.” Muttafaqun ‘alaih.

c. Adakah pada bulan Ramadhan yang lalu kita melakukan qiyam Lailat Al-Qadar (menghidupkan malam lailatul qadar dengan shalat dan ibadah), dengan dasar keimanan dan dengan target meraih ridha ? hal ini bertolak dari hadits Nabi yang menjelaskan bahwa: “Siapa saja yang melakukan qiyam lailatul qadar karena iman dan dalam rangka meraih ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu terampuni.” Muttafaqun ‘alaih.

Perlu ditegaskan bahwa sabda nabi yang menyatakan Ramadhan menunjukkan bahwa puasa dan qiyam yang dimaksud adalah satu bulan penuh. Ini berarti bahwa yang perlu kita evaluasi terkait dengan shiyam dan qiyam Ramadhan adalah 3 hal, yaitu:

a. Pelaksanaannya yang satu bulan penuh, tanpa ada yang bolong, kecuali jika ada uzur sya’i.

b. Asas pelaksanaannya yang berdasar pada keimanan.

c. Target pelaksanaannya yang mencari ridha Allah.

Untuk qiyam lalt al-qadar evaluasinya juga tiga hal, yakni:

a. Adakah pada malam itu kita melakukan qiyam ?

b. Adakah qiyam yang kita lakukan berdasar pada keimanan ?

c. Adakah target pelaksanaan qiyam lailat al-qadar adalah mencari ridha

Allah ?

Jika jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini adalah “ya”, maka hendaklah kita mengucapkan Alhamdulillah wasy-syukru lillah. JIka jawabannya “tidak” hendaklah segera kita bertaubat dan bertekda dengan sebenarnya bahwa kalau Allah memberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan lagi di waktu mendatang, kita akan melakukan semua ini dengan lebih baik.

Birrul Walidain (Berbakti kepada Kedua Orang Tua)

Hadits di atas menjelaskan bahwa bertemu dengan kedua orang tua dalam keadaan masih hidup, atau bertemu dengan salah satunya dalam keadaan masih hidup adalah “cara gampang” untuk masuk surga. Caranya adalah dengan berbakti kepada mereka, atau istilah Al-Qur’an al-ihsan ilahima (berbuat yang terbaik kepada keduanya).

Ada banyak ayat dalam Al Qur’an yang memerintahkan kita untuk berbuat baik pada keduanya, diantaranya adalah:

a. Pada ayat-ayat yang berisi keterangan tentang adanya sepuluh pihak yang menjadi kewajiban kita untuk memenuhi hak-hak mereka, yaitu pada surat An Nisa’ ayat 36.

b. Pada ayat-ayat yang berisi sepuluh wasiat, yaitu pada surat Al An’am ayat 151-153.

c. Pada ayat-ayat yang berisi tentang berbagai macam hikmah, yaitu pada surat Al Isra ayat 22-39.

Pada ketiga tempat ini, Allah selalu menempatkan “berbuat yang baik kepada kedua orangtua” pada urutan kedua. Artinya, dalam masalah pemenuhan hak, kedua orangtua menempati urutan kedua setelah hak Allah. Dal hal wasiat, kedua orang tua menempati urutan kedua setelah wasiat untuk memenuhi hak-hak Allah. Dalam hal hikmah, berbuat baik kepada kedua orang tua juga menempati urutan yang kedua setelah penjelasan tentang hikmah larang berbuat syirik dan kewajiban untuk beribadah kepada Allah.

Masa pasca Ramadhan ini, masa setelah Allah mengampuni dosa-dosa kita, alangkah tepatnya bila kita lanjutkan dengan upaya memperbaiki hubungan dengan semua orang yang memiliki hak atas diri kita. Dan yang pertama sekali perlu kita perbaiki hubungan kita-setelah Allah- adalah kedua orangtua kita.

Jika hal ini kita lakukan, maka kita telah membuka peluang untuk diri kita sendiri “dengan mudah” memasuki surga Allah.

Marilah kita makmum pada tradisi silaturrahim berlebaran dan ber-‘idul fitri untuk memperbaiki hubungan dengan semua pihak yang mempunyak hak atas diri kita, terutama kedua orangtua kita. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung dunia akhirat dalam hal ini. Amin.

Ar-rahim berarti kasih sayang, silah berarti menyambungkan. Maka makna silaturrahim dapat diartikan sebagai upaya menyambungkan kasih sayang, menyambungkan kebaikan.

Setiap mukmin pada hakekatnya adalah bersaudara dan berhak mendapatkan jalinan kasih sayang, dihormati, dikunjungi, disambungkan kebaikan-kebaikan kepadanya, serta ditolakkan keburukan-keburukan atasnya.

Karena kesibukan dan gaya hidup modern, jalinan silaturrahim makin terkikis. Padahal, silaturrahim diriwayatkan dalam hadist sebagai pembawa rezeki, pemanjang umur, selain mendapatkan mahabbah (cinta) Allah dan masuk surga.

Maka, jangan sempitkan pintu silaturrahim. Sekalipun kesempatan untuk kunjung mengunjungi dibatasi kesibukan, masih ada hubungan telepon, SMS, email dan sebagainya.

www.alumnisma1slawi.com telah menerima berita silaturrahim untuk diketahui alumnisma1slawi dimanapun berada:

  • · Angkatan I, II, III (lulusan 62-64) berencana bersilaturrahim pada tanggal 14 September 2010 di kediaman Ibu Sayekti di Kalijembangan. (dari Bp. Sukotjo, sekretaris IKA SMA 1 Slawi angkatan I, II, III).

  • ·Katul; Komunitas 75 Alumni SMA 1 Slawi

Menggelar silaturrahim di kafe Edna (kediaman Ibu Hermin) tanggal 12 September 2010 jam 15.30 (dari Bp. Sudjono & Bp. Ismunandar)

  • Alumni 84, mengadakan silaturrahim pada hari Minggu, tanggal 12 September 2010 di Hotel Kudus Permata Slawi (berita dari Bp. Heru Susdiyantoro)

  • · Alumni 89 (Interstate 89), ceritanya Halal Bihalal di nDalem Kautaman (rumah ibunda Mz Teguh Puji Harsono) di Dukuhsalam pada tanggal 12 September 2010 mulai jam 09.00 (berita disebarkan oleh Yu Tonah, sekretaris panitia)


  • · Ikatan Keluarga Alumni 91 bersilaturrahim ria hari Minggu,12 September 2010 mulai jam 09.30 di kediaman Ibunda Meiyani Junaeli, Jl. Teuku Umar No. 29 depan Mesjid Darussalam Dukuhsalam (langsung dari Ketua Ikalu91, Herni Srisurjanti)


  • · Sendal Alus; 98 Alumni SMA 1 Slawi
  • Menggelar silaturrahimnya di aula SMA 1 Slawi tanggal 12 September 2010 pukul 09.00 (dari Tryas Wahyudianto)


www.alumnisma1slawi.com juga menerima berita silaturrahim dari alumni lain, namun belum ada kepastian kapan dan tempatnya:

· Balapan, Bebrayan 88 rencana di rumah mz Gautsun Jigo di Kagok. Waktu belum ada kabar lebih lanjut.

· Alumni 86, rutin tiap tanggal 3 syawal. Tahun ini www.alumnisma1slawi.com belum mendapat bocoran tempatnya.

· HADI; Himpunan 80 juga berencana bersilaturrahim antaralumni 80 pada tanggal 12 September 2010, namun saat ini www.alumnisma1slawi.com belum mendapat konfirmasi tempatnya. Ditunggu pak Hadi, pak Sentot, pak Sis….undangannya juga…:p

Alumnisma1slawi yang lain ditunggu beritanya y…barangkali masih ada teman satu angkatan yang belum tahu.

Mari rutinkan kembali usaha menjalin silaturrahim dari sekarang…!

AKHIR YANG BAIK

1 comment

Suatu ketika, seorang muslim yang miskin papa mendatangi Rasulullah dan meminta sang Nabi mendoakannya agar menjadi kaya. Rasulullah mula-mula menolaknya, dengan memberi peringatan halus; bahwa kekayaan bukan jaminan kebahagiaan. Bahkan cobaan hidup kaya bisa jadi lebih berat untuk ditanggung seorang manusia. Namun lelaki ini berkeras hingga Rasul pun mengabulkan keinginannya dan mendoakan agar ia kaya.

Doa Rasul terkabul. Sang lelaki menajdi kaya dan semakin bertambah kaya. Namun, seiring meluasnya kekayaannya, apa yang diperingatkan dan dikhawatirkan Rasul pun terjadi. Ia lalai, semakin hari semakin bertambah lalai akibat kekayaannya.

Mula-mula ia ‘hanya’ sering terlambat sholat berjamaah. Lalu, ia jadi sering alpa sholat berjamaah. Hingga lama-lama ia benar-benar enggan berjamaah, dengan alasan kesibukan mengurusi harta.

Lelaki inipun enggan mengeluarkan hartanya untuk berzakat, apalagi bersidekah. Maka, perjalanan akhir hidupnya lantas saja menjadi satu untaian kisah berklimaks tragis yang tercata dalam sejarah. Ia wafat sebagai seorang munafiq dan kisanya terabadikan dalam Al Qur’an.

Lain lagi jalan hidup Umar bin Khattab. Masa lalunya amat gelap. Tak sekedar membenci umat Islam, ia bhakan tega mengubur anak perempuannya hidup-hidup, dengan tangannya sendiri. Semua itu dilakukannya hanya karena kebiasaan dan tradisi turun temurun. Namun, hidayah Allah membalik semuanya. Umar pun pembela Islam sejati. Ia berani menegakkan kebenaran dan tak gentar hanya oleh sebab kematian. Pantaslah ia dijuluki Al Faruq dan Rasul pun menggambarkan dirinya dengan indah: Kalaulah Umar berjalan di satu jalan dan syetan ada di jalan yang sama, maka tentulak si syetan akan memilih jalan yang lain.

Hidayah Allah menyinari Umar setelah ia berumur. Namun, dengan kesungguhan dan istiqomahnya, kesalahannya “diputihkan”. Sejarah pun mencatat namanya dalam lembaran bertinta emas sebagai salah satu sahabat yang dijamin masuk surga.

Kedua contoh ini, sesungguhnya menuntun setiap mukmin untuk menyadari bahwa tak soal siapa, apa dan bagaimana kita di masa lalu, yang terpenting adalah bagaimana kita membentuk hari ini untuk mencapai hari esok yang lebih baik dan menuntaskan hidup ini dalam kondisi yang paling baik.

Jalan yang bisa ditempuh tentu tak hanya sekedar menggantungkan diri pada takdir, atau berlindung pada kalimat: Hidayah adalah milik Allah, terserahlah, pada siapa Dia akan memberi curahan-Nya. Sebab, soal peran aktif untuk memilih mengubah nasib sebagai sosok mukmin, kafir atau munafik, tetaplah berada di tangan manusia.

Benar, hidayah adalah milik Allah semata. Namun, yang diberinya pada manusia yang telah dianugerahkannya kemampuan memilih, jalan fujur atau jalah taqwa. “Dan telah Kami ilhamkan kepada manusia dua jalan, yaitu fujuroha (jalah keburukan) dan taqwaha (jalan kebaikan). Q.S: 91 ayat 8-10

Maka Allah telah menegaskan betapa beruntungnya mereka yang memilih jalan kebaikan dan mensucikan dirinya. Sebaliknya betapa meruginya mereka yang memilih jalan keburukan dan mengotori dirinya.

Setiap detiknya, setiap diri sesungguhnya tengah memahat sebuat prasasti berwujud “autobiografi”, satu catatan yang akan terus dikaji, dibaca dan dikenang oleh anak, cucu dan para penerus tugas kehidupan. Pertanyaannya: Seperti apa kita ingin dikenang bila tak lagi berada di dunia ini ?

Kalaulah hari-hari dan kesempatan masih panjang, inilah saatnya kita memilih untuk mencatatkan kebaikan demi kebaikan, demi sebuah catatan akhir kehidupan yang indah dan mengesankan. Maka ya, Allah, tuntunlah kami untuk selalu istiqomah di jalan-Mu, amin…

LEBIH BAIK MEMAAFKAN

No comments

Memaafkan memang tidak selalu mudah. Tetapi, banyak kebaikan yang dapat dituai bila kita mau memaafkan.

Memaafkan memiliki banyak kebaikan. Baik bagi orang yang dimaafkan, maupun bagi yang memaafkan.

Bagi yang dimaafkan, tentu sangat melegakan mendapat maaf dari orang lain. Ia akan terbebas dari perasaan bersalah.

Bagi yang memaafkan, akan mendapat banyak keuntungan. Memaafkan membuat kondisi psikologis kita menjadi lebih sehat. Andrew Matthews, dala buku best sellernya, Being Happy !, memaparkan sebagai berikut:

Beberapa orang tampaknya salah menafsirkan pemberian maaf. Mereka mengira, jika (misalnya) mereka tidak mau memaafkan ibu mereka dengan alasan ibu mereka kejam, itu adalah masalah ibu mereka. Sebenarnya, itu bukan masalah ibu mereka; itu masalah mereka ! Kalau kita menolak memaafkan, KITA sendiri yang menderita. Biasanya, orang yang ‘bersalah’ bahkan tidak mengetahui apa yang da di dalam benak kita ! Pihak yang ‘bersalah’ tetap dengan gembira menjalani hidup, sedangkan kita mengalami penderitaan begitu berat.

Sehingga, simpul Matthews, itulah sebabnya kita dianjurkan “memaafkan mereka yang berbuat kesalahan terhadap kita !”. Itulah satu-satunya cara agar kita bisa tetap bahagia dan sehat. Sikap tidak memaafkan adalah salah satu penyebab timbulnya penyakit. Karena pikiran yang menderita menciptakan tubuh yang menderita pula.

Selain itu, sikap memaafkan akan mendatangkan kemuliaan bagi pelakunya. Dalam sebuah hadist riwayat At Thabrani, Rasulullah SAW bersabda,

“ Maukah kalian kuberitahu tentang sesuatu yang dipergunakan Allah untuk memperkokoh bangunan dan meninggikan derajat ?”

Para Sahabat menjawa: “ Mau, ya, Rasulullah.”

Beliau kemudian menjelaskan: “ Hendaklah engkau sabar menghadapi gangguan orang bodoh, memaafkan orang yang berbuat zhalim kepadamu, memberi kepada orang yang tidak mau memberi kepadamu, dan memulihkan hubungan dengan orang yang memutuskannya denganmu.”

Puncaknya, memaafkan merupakan sikap para penghuni surga, sebagaimana digambarkan didalam Al Qur’an Surat Al Imran: 133-134: Dan segeralah berusaha memperoleh ampunan ari Tuhan sekalian dan berusaha memperoleh surga seluas langit dan bumi dan yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menginfakkan ahrtanya baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, orang-orang yang sanggup menahan marah dan bersedia memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Jadi, tidak ada ruginya memaafkan orang lain, bukan ?


Episode Terakhir: Alumni 1990-an sampai dengan 2000-an

ALUMNI 90

Grup Facebook mereka, SMANSA’ Slawi…bener nggak mb Iing ??? selain bu Kalpores Pandeglang ini masih ada mz M. Kuwat Indriyanto, mz. Salisu, mz. Hasannudin, mz Aris Hn, duh, sapa maning, yaaakkk ??? coba deh, visit grup FB ne….seruuuuuu….apa sepi-sepi selalu, y….:p

ALUMNI 91

Narsis abis, kalo ngebahas IKALU91 SMA 1 SLAWI ini. Diketuai Herni Sri Surjanti, diwakili Edy Rahadi dan didampingi sekretaris Nurlaela “nunung” Hikmawati. Mencoba mentautkan kembali keakraban yang pernah terjalin era Kla Project, kaos PoshBoy dan tim basket putri yang kuat krn tim-nya terdiri dari Lyenne Agustina, Trihastuti, Intan Pramushinta dkk. Redaktur madingnya (jaman itu) Wisnu Setiadji. Trus wakil ketua OSIS-nya, Arif Hartoto (maklum, ketos e lom nongol juga mpe sekarang) dan masih ada Rennie Rakhmatyasri, Deisy Indri ,Setyo Rahardjo, Sofyan Helmi dan masih banyak lagi.

Dari 350 an alumni 91 sudah terjalin kembali sekitar 200-an baik via sms, milis, email maupun facebook. Semoga di masa mendatang, makin banyak yang “nyambung”.

ALUMNI 92

Dimotori oleh Abdul Syakur, Sumpono Bayu Aji, Suliarto dkk. Mereka menamakan diri dengan suara mufakat tanpa protes dan ngotot, SWASEMBADA: Sedulur Warga Sembilan Dua. Sebenarnya masih banyak yang aktif, Setyo Rahayu, Ayu Samanta, Rosmala Dian, Sarjono Hadi Pranoto, Whisnu Prapto dan lain-lain.

Yuuukkk…mareee….SWASEMBADA ditunggu aksinya, y…biar kas e nambah, hehehe….

ALUMNI 93

Wwwwaaaahhhh….kenapa y, kalo yang belakangnya 3 pasti anteng…alumni 83 sangat sedikit yang www.alumnisma1slawi.com kenal. Pun alumni 93. Walaupun sudah nge-link dengan mantan Ketua OSIS-nya, tetap saja, daftar alumni 93 tak bertambah dari yang hadir di Reuni Akbar & Alumni Berbakti Sosial tahun 2009. Apakabar Arfan Bakhtiar, Arif Wibisono, mz Didit dkk ????

Haloooo…..alumni 93 kemana neeehhhh ?????

ALUMNI 94

Rasanya nggak afdol, kalo gak menyebut nama Sigit Iman Santosa, dan si angin puting beliung (maklum, gak pernah menetap di satu kota…jangan-jangan buronan, y ???) Hery Prasetyo. Liyane sapa maning, om ???? eehhh…coba cari di Facebook, ada grupnya looohhh….

ALUMNI 95

Yang ini, pasti ada Papang Prasetyo, ada mz Doel (halaaaahhh….asal bukan sumbang, yaakkk…) alias Abdul Mufhti dan masih banyak lagi. Grup Facebooknya masih eksis, kan, om ???? Salam kompak selalu walau facebook admin www.alumnisma1slawi.com e diremove….:p

ALUMNI 96

Ada Ronnie Widyasmara, ada Abdul Wahid Harjono, ada Dedi, ada Indani, ada ada….ajaaaa…..apa kabar mz Rano Karno Bilal ??? mz. Mujahidin Asa Putra.

Sapa maning tante miawww ???

Buat 96 yang lagi mencari kawan-kawannya, coba di search grup FB-nya…..

ALUMNI 97

Dimotori oleh Nur Aidi, grup Facebooknya masih harus dikonfirmasi dulu mo ketua grupnya untuk bisa gabung. Luar biasa dukungan alumni 97 pada Reuni Akbar & Alumni Berbakti Sosial 2009 lalu. Tenang tapi heboh….(kok, bisa y ???). Tetep nyambung tali silaturrahimnya, y, mz Aidi….

ALUMNI 98

Namanya SENDAL ALUS, hihihi….berarti sandal yang udah tipiiissss…banget. SEMBILAN DELAPAN ALUMNI SMA 1 SLAWI. Ketua geng yang www.alumnisma1slawi.com kenal y, sapa maning angger dudu Tryas Wahyudianto. Sing bocah e sewwwoooottttt….nemen karo…..(hehehe…RHS, tidak dibuka untuk umum, hihihi….).

Yuukkk….member Sendal Alus, yang masih mencari teman-teman lawasnya, liat di daftar member grup Facebook 98-nya.Tahun ini mo ngadain reuni di SMA 1 Slawi, jare om Tryas…hayoooo…sing durung olih uleman ne…buruan daftar ng om Agung…..tentu aja di grup FB-nya….:p

ALUMNI 99

Kudune om Daniel Prasetyo menamakan grup FB ne, DOSA, Dobel Sanga, hehehe….kumpulan alumni 99 ini “hidup” karena ada Anees Wahidah selain om Kuda Nil (hihihi…www.alumnisma1slawi.com memang punya perbendaharaan nama-nama kesayangan di tiap alumni, yaaakkkk….). Sukses selalu Alumni 99…

ALUMNI 00

Mz Purba Purnama yang aktif mengajak teman-teman alumni 2000-nya menghimpun dana beasiswa bagi adik-adik di SMA 1 Slawi. Semoga masih lancar, y, mz….eiiiittt….yang lost contact, bisa dicari grupnya di Facebook…2000 yang laen mana neeehhh ??? bosan deh, www.alumnisma1slawi.com chatting-nya mo mz Pur mulu, hehehe…gak ding….hayoooo…..2000 semangaaaatttt…..!!!!

ALUMNI 01,02,03

Alumni 2001, www.alumnisma1slawi.com dibantu mb Rina Wijayanti memposting daftar alumni lintas angkatan pada tahun kemarin. selain mb Rina, lom ada lagi neeh, yang nyambung….

Waduuuuhhh…baru mz Khaerudin Jalil 03, neeh, yang kontak mo www.alumnisma1slawi.com. Yang lainnya masih tanda tanya banyak dan besar sekaleeee….

Yuuhuuuuu….alumni 2001, 2002, 2003…kapan kita bisa bersilaturahim, neeehhh ?????

ALUMNI 04, 05, 06, 07, 08, 09

Maaannnngggaaappp…..gap-nya mungkin sudah amat sangat jauh, y….www.alumnisma1slawi.com hanya mengenal beberapa orang saja alumni tahun 2004-2009 ini.

2004 ada Rizky Alif Ramdhoni

2005 ada mantan Ketos e, mz Dwi Kartiko, Aliq Qurbani, Firman, Era, Emil, mz Supriyanto dll.

2006 selain mz Syarif Muji, sapa maning yaaakkkk ????

2007 teman2 di Formassi: Khakul Yakin, Yuniar Tazul Arifin mo mz Ugi (hihihi..malah klalen aran lengkap e…)

2008-2009 nihil, neeeehhhh…..hayooo…sapa yang mau kenalan mo www.alumnisma1slawi.com ?????? untuk mengkoordinir teman-teman seangkatannya.

2010….oh, tidaaakkk….paling banter kenal mantan Ketua OSIS e, mantan Ketua KM-nya dan teman-teman yang kemarin ikut heboh di Reuni Akbar & Bakti Sosial Alumni SMA 1 Slawi.

Tak lengkap memang jalinan silaturahim www.alumnisma1slawi.com dengan tiap angkatan. Setidaknya, beberapa nama mewakili keeksisan alumnisma1slawi dimanapun berada dan tiap angkatan.

Masih sangat jauh harapan www.alumnisma1slawi.com, khususnya dan alumnisma1slawi umumnya untuk menyatukan alumnisma1slawi menjadi sebuah keluarga seperti pohon yang besar dengan berbagai dahan dan ranting, berakar kuat, bisa mengayomi-melindungi tanah (baca: almamater SMA 1 Slawi & kabupaten Tegal) di bawahnya dari panas, hujan dan badai.

Tak putus semangat www.alumnisma1slawi.com akan selalu mempublish semua kegiatan alumnisma1slawi tiap angkatan ataupun lintas angkatan sebagai obat rindu buat teman alumnisma1slawi yang belum berkesempatan bertemu dengan teman seangkatan maupun alumni lintas angkatan.

Tapi apa neeh, kegiatannya tahun ini ????? hehehe…kita tunggu aja beritanya, ya…..


Episode kali ini alumnisma1slawi tahun 80-an

ALUMNI 80

Naaahhh…kalo yang ini, masih belum ketemu mufakat untuk namanya, HADI, Himpunan Alumni Delapan Puluh. “Nanti dikira nepotisme, mbak…” kata salah seorang aktifisnya (hehehe….). Di Jakarta, ada ibu Mulatsih, Bp. Akhmad Rohadi, Bp. Yan Beng (Kambali Sutrisno), Bp. Hadi Mulyanto. Di Pekalongan, ada Bp. Sentot Gerhana dengan ibu Yanti-nya, tercatat juga Bp. Siswanto, Ibu Sri Rejeki dll. Waaaahhhh….kapan y, HADI (sementara waktu, biar gampang nyebutnya, y…) ngundang www.alumnisma1slawi.com ke reuninya ??? pasti seruuuuu…..selamat berkonsolidasi HIMPUNAN DELAPAN PULUH….

ALUMNI 81

Diketuai oleh Bp. Beni Wahyu. Anggotanya antara lain, Ibu Emy, Ibu Susmiyati, Ibu Lintri Utari, Bp. Hadi Sudarmo, Ibu Faerus Magdalena, Bp. HM. Samsul Bahri dll. Rata-rata, senior yang www.alumnisma1slawi.com kenal ini tak banyak cakap alias tak seheboh alumni lain kecuali pak Hadi Sudarmo, kalee, yaaaa…..(piiissss….pak Darmo, hihihi…). Semangatnya, ruaarrrrr…biasa. Sayang sekali kita gak jadi nonton bareng final FIFA World Cup di Cibungur, y, pak Darmo….:p

ALUMNI 82

www.alumnisma1slawi.com mengenal pertama kali alumni ini justru dari jejaring sosial, Facebook. Ada Bp. Karno. Di Jakarta, ada Bp. Budiyanto yang meng-link-kan dengan alumni 82 di Slawi: Pak Oty, Pak Dwi Handoko (Ketua Umum Alumni 82 sekaligus Ketua Harian IKA SMA 1 Slawi periode 2009-2014). Semoga tahun 2010 ini www.alumnisma1slawi.com berkesempatan mengenal lebih jauh dengan alumni 82 ini.

ALUMNI 83

Waaaahhh….ini dia yang susahnya minta ampyuuunnn….tak beranjak dari 3 orang alumni yang www.alumnisma1slawi.com kenal sejak “mengudara”. Mz. Kristanto Boedhy dan Ibu Heny Mustajab. Selain mantan Ketua OSIS-nya, Bp. Suko Purwosunu. Kapan neeehhh…alumnisma1slawi 83 yang lain muncul ???

ALUMNI 84

Ketuanya, Bp. Irkar Yuswandi. www.alumnisma1slawi.com sampai sekarang senantiasa “menggandeng” pak “Dhe” Heru Susdiyantoro, maklum dong, ah…www.alumnisma1slawi.com selalu bergosip ria (hehehe…) dengan Facebook grup Alumni SMA Negeri 1 Slawi. Wadah alumni di jejaring sosial yang dibuat untuk bersilaturahim ala Facebooker. Selain pak Dhe, ada Bp. Agung Prihatmoko, ada Bp. Kisnanto, Ibu Nurul Qomariyah, Ibu Titin Prihastini, Ibu Niek Giiatri dan masih banyak lagi.

ALUMNI 85

Kalo gak salah senior ini menamakan dirinya DELIMA. Hhhhmm….tercatat Bp. Akhmad Sayuti, Bp. Eko Yunianto, Bp. Ahadi Yuliasmono trus ada Bp. Farid Makhrup dkk. Hhhmmm….walau jauh dimata (karena jarang terdengar “aksi”nya), tetap kontak dengan www.alumnisma1slawi.com, y, senior….

ALUMNI 86

Alumni ini rutin mengadakan reuni per 3 Syawal, kalo gak salah…tercatat Bp. Raharjo, mz Soni Nusa, Bp. Agus Riyanto, mb Sasih, ada juga mz Edy yang masih belum juga menemukan teman lawasnya, Mb Khonipah…Sukses selalu Koperasi Alumni 86-nya….

ALUMNI 87

Mulai bermunculan niiih…alumni 87…setelah mz Nugro Wicokro, mz Eris Hartono, Mz. Guntur, mz Amin Sutanto beredar (hehehe..bulan kaleee, y…) makasih mz. Hendro Nirantoro yang udah absen di buku tamu www.alumnisma1slawi.com. Masih ditunggu alumni 87 lainnya….

ALUMNI 88

Laaahhh….yang ini, menamakan dirinya BALAPAN, Bebrayan Delapan Delapan…tercatat mz Loko Waspodo, mz Kristanto, Mb Anna Murti, juga Mz Iwan yang bolak balik absen di buku tamu www.alumnisma1slawi.com. Hhhmm…mz Eko Sugiyanto juga ada….

Yang laen mana lagi, neeehhhh….????

ALUMNI 89

Ini sih, gudangnya alumni sersan…serius tapi santai…Gengnya dinamakan INTERSTATE 89 eh, kayaknya udah ganti lagi, dweehhh… Tercatat mz Akhmad Rizal, mz Nano Suwarno, kanda Supriyanto (…:p), mb Iip, Yu Sopy “olive”, mb Atik, mb Arin, mz Untung, mz dalang eh, mz Teguh Puji Harsono…ada juga pak D, HATE (hihihi….) Hadi T. Pambudi, mz Heru Padmonobo dan lain-lain…(pegel ngetiknya, saking banyak yang dikenal www.alumnisma1slawi.com). Salam kompak dan manis selalu, y, mas, mbak….(ben diajak menyate kambing muda pas reuni 89 nanti, hehehe…).

Beberapa waktu lalu, www.alumnisma1slawi.com pernah menurunkan tulisan hasil interview, mz Wisnu Setiadji 91, mz Abdul Syakur 92 dan mb Indani Dwi 96 dengan salah seorang pendiri SMA Negeri 1 Slawi.

Melalui Reuni Akbar & Bakti Sosial Alumni SMA Negeri 1 Slawi bulan September 2009 lalu, www.alumnisma1slawi.com bisa mengenal lebih jauh dengan senior dan junior jebolan SMA 1 Slawi.

Kita bagi menjadi tiga bagian artikel, y…Episode kali ini Alumni Tahun 60-an sampai dengan 70-an:

ANGKATAN I, II, III

Exciting…begitu kesan www.alumnisma1slawi.com mengenai para alumnisma1slawi lulusan 62-64 ini. Begitu kompak, penuh persaudaraan dan www.alumnisma1slawi.com jadi malu….

Betapa senior-senior ini begitu rapi dalam administrasi grupnya. www.alumnisma1slawi.com sempat terkagum-kagum dengan AD/ART yang telah disusun angkatan I, II, III ini. Lengkap !!!

Beberapa nama alumni ini ternyata bapak/ibu dan juga paman dari alumni 91,92 lohhh…(hihihi…kebayang kudu manggil “mas” ke bapak/om kita saat reuni sekolah). Juga beberapa diantaranya adalah mantan guru SMP.

Lulusan 62-64 ini diketuai oleh bp. Rs.K. Soebijanto dan sekretarisnya, Bp. Sukotjo. Selain 2 orang bendahara, ada beberapa seksi dalam kepengurusannya. Jumlah anggotanya kurang lebih 70-an orang.

Sayang sekali, saat Reuni Akbar & Bakti Sosial 2009 hanya diwakili beberapa orang aja, karena pada hari dan waktu yang sama Angkatan I, II, III ini pun mengadakan reuni angkatan.

Cerita dibalik Reuni Akbar & Bakti Sosial 2009, para pendiri SMA 1 Slawi yang juga aktif di angkatan I, II, III “dipinjam” dari reuni angkatan untuk hadir di acara ABS. Setelah memberikan sekapur sirih beliau “dikembalikan” ke acara sebelumnya di daerah Slawi Pos. Hhhmmm…ABS punya ajudan yang hebat rupanya, y, hehehe…karena mengembalikan sesepuh SMA 1 Slawi tepat pada waktunya. (Trims y, mz Pono, mz Syakur….:D)

ALUMNI 69, 70, 73, 74, 77

www.alumnisma1slawi.com mengenal alumni 69, 70 dan 74 dari Paguyuban Slawi yang ada di Jakarta. Paguyuban yang terdiri bukan hanya alumnisma1slawi ini membawa rasa “Slawi” di setiap pertemuan yang rutin diadakan 3 bulan sekali. Ada Bp. Nur Zaman 69, Bp. Azis, Bp. Darsono 70, Bp. Darmanto Marnadi 74 dll. www.alumnisma1slawi.com kaget bin surprise saat mendapat telepon yang merupakan respon baik dari para senior ini mendengar rencana ABS waktu itu. Ternyata jurus getok tular memang ampuh, y, hehehe…

Mantan Ketua Umum IKASMANSAWI Bp. Abdul Jalil adalah alumni 73 . Sayang sekali www.alumnisma1slawi.com belum berkesempatan berjumpa dan mengenal lebih jauh lagi. Semoga di lain waktu www.alumnisma1slawi.com dapat berjumpa dan mengenal lebih jauh sosok mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal yang masih berpraktek sebagai dokter di daerah Trayeman ini. Semoga.

ALUMNI 75

Lulusan ini menamakan dirinya KOMUNITAS TUJUH LIMA atau KATUL. Semangat egaliternya patut ditiru. www.alumnisma1slawi.com sempat mengenal salah seorang ketuanya, alm. Bp. H. Nur Aidin. Semangatnya luar biasa. Dan Katul-katul yang lain pun asyik diajak berdiskusi mengenai banyak hal, Bp. Ismunandar, Bp. Cecep Sugiyanto, Bp. Sudjono, Bp. Abdul Wahid, Bp. Muafif, Bp. Sofyan, Bp. Yosef dan masih banyak lagi. Sungguh, bikin iri www.alumnisma1slawi.com…betapa tidak, Katul ini senantiasa mengagendakan pertemuan rutin di banyak kota tempat para Katul bermukim. Pertemuan rutin terakhir di Srondol, Semarang medio Februari 2010 lalu dan pertemuan insidental karena pernikahan putra putri Katul dsbnya. Hhhmmm…Penggagas grup Katul di facebook mau mantu akhir Juli ini, dehhh….www.alumnisma1slawi.com dapat undangan ke Yogyakarta, neeehh, asyiiikkk….asyiiikkk…..:p

ALUMNI 76

Motornya, Bp. Machrup Elrick. Sekaligus Ketua Umum IKA SMA 1 Slawi. Sering “kumpul” sesama 76 dengan anggota tetap Bp. Sudarjo, Bp. Yuwono Samsi, Ibu Siti N. Sulistyo, Ibu Ratih Dewanti, Bp. Sukirman. Canda tawa senantiasa mengiringi pertemuan www.alumnisma1slawi.com dengan senior yang berkecimpung di berbagai bidang ini. Bravo 76…!!!!

ALUMNI 77

Yaaahhh….sangat sedikit alumni 77 yang www.alumnisma1slawi.com kenal selain Bp. Masruri dan Bp. Suswono. Ada yang bisa bantu menginformasikan yang lainnya ???

ALUMNI 78

www.alumnisma1slawi.com belum mengenal banyak, karena belum berkesempatan bertemu dengan ketua ataupun wakilnya. Dari salah seorang alumninya, Ibu Eko Trahwati (guru Bahasa Indonesia, boo…), alumni 78 ini rutin mengadakan reuni angkatan per 3 syawal.

ALUMNI 79

www.alumnisma1slawi.com belum “link” neeehhh….

“Ataukah kau meminta upah dari mereka ? Upah Tuhanmu lebih baik. Ia Pemberi Rezeki Yang Paling Baik.” (Q.S. 23 Surat Al Mu’minuun ayat 72).

Begitu banyak orang yang selalu mengharap hasil yang akan diterima, sebelum bersedia melakukan suatu pekerjaan. Kebanyakan mereka tidak mau bertindak sebelum jelas hasilnya. Hal ini adalah kultur hubungan antara buruh dengan majikan, dimana setiap jam yang diberikan oleh buruh harus diganti dengan sejumlah upah yang telah disepakati. Cara berpikir seperti ini telah tertanam begitu dalam, hampir-hampir menjadi budaya yang kuat dan mengikat. Itulah : budaya pamrih. Budaya itu terus diajarkan turun temurun oleh orang tua kepada anaknya. Contoh ” Ayo, nak belajar yang rajin nanti Ibu belikan mainan,” “Ayo, berhentilah menangis nanti bapak belikan permen.” Akibatnya si anak tumbuh menjadi seorang yang pamrih, atau seorang penyuap. Bukan merupakan kesadaran diri bahwa belajar itu penting untuk dirinya sendiri. Atau mereka sering menilai pekerjaan orang lain secara jangka pendek, bukan pada misinya. Dan apabila menjadi seorang pimpinan perusahaan atau organisasi kelak, maka dia akan selalu memiliki visi pendek. Ketika berhubungan dengan orang lain orientasinya hubungan jangka pendek bukan jangka panjang.

Udin dan Alex adalah dua orang tukang batu yang sedang bekerja membangun sebuah rumah. Tugas mereka sama yaitu menyusun batu bata untuk dibuat dinding. Sepuluh tahun kemudian Udin sudah menjadi kontraktor sukses. Alex tetap menjadi seorang tukang batu. Mengapa ? Sepuluh tahun yang lalu ketika Udin dan Alex sama-sama menyusun batu bata, Alex hanya mengharap upah di sore hari. Alex benar-benar menghitung tenaga yang diberikan, sementara Udin, dengan rela memberikan tenaga dengan sebaik-baiknya, dengan dilandasi sifat memberi dan ikhlas, karena dia memiliki visi ke depan. Letak perbedaannya hanyalah pada prinsip mereka. Alex berpikir jangka pendek, Udin berpikir jangka panjang. Alex bekerja demi upah dan Udin bekerja dalam rangka mencari ridha Allah.

Contoh prinsip Bismillah yang didasarkan pada upaya dan proses, harus dimiliki sebelum mencapai suatu hasil. Bukan hanya mengharapkan hasil saja. Bekerjalah dengan prinsip memberi yang selalu ikhlas karena Allah, sehingga kesuksesan atau hasil sebenarnya merupakan impact dari prinsip memberi, berkorban dan didasari sifat kasih dan sayang yang tulus. Inilah makna ibadah sebenarnya, dalam berusaha mencari selalu Ridho Allah.

ENSIKLOPEDIA KEUANGAN PUBLIK

No comments

Panduan Lengkap Mengelola Keuangan

 

 

Penulis: Abu Ubaid al Qasim

Penerbit: Gema Insani

Cetakan: I/2009

Tebal: 747 hal

 

 

Sejak terjadi krisis ekonomi global, dunia mulai melirik perekonomian Islam. Nama syariah pun mencuat bak meteor. Umat muslim tentu harus memanfaatkan momen ini untuk mengenal seluk beluk perekonomian Islam.

 

Buku karya Abu Ubaid Al Qasim ini menjadi panduan baig umat muslim dalam mengelola keuangannya, mulai dari harta, pajak sampai zakat. Sebagai sosok yang dikenal sebagai ekonom, Abu Ubaid memiliki ketajaman analisa dan mengharmonisasikannya antara permasalahan keuangan publik dengan Al Qur’an dan hadits.

 

Menurut praktisi keuangan syariah, Dr. M. Syafii Antonio, tak banyak orang mengenal Abu Ubaid Al Qasim. Padahal beliau adalah ekonom makro ekonomi yang hadir sebelum lahirnya Adam Smith yang dikenal sebagai bapak ilmu ekonomi.

 

Buku ini membahas tuntas tentang zakat beserta jawaban dari setiap permasalahan secara mendetail. Bisa jadi, buku ini mengulas pertanyaan yang mungkin selama ini belu anda temukan jawabannya, misalnya zakat harta yang dipungut dari hasil cukai impor.

 

Tak sampai di situ, buku ini pun membahas pembebasan tanah secara damai sesuai ajaran Islam. Bahkan, tentang pembebasan negeri dan pembagian harta yang selama ini selalu berakhir dengan konflik. Ulasan mengenai jenis harta yang dikelola pemimpin untuk rakyat, hak-hak pemimpin terhadap rakya dan sebaliknya, juga bisa ditemuan dalam buku sarat manfaat ini.

INTIP KESEHATAN LEWAT KUKU

No comments

Teman alumnisma1slawi sering memperhatikan kuku tangan ? tak sekedar untuk dipotong saat mulai panjang dan kotor. Lewat kuku ini kita dapat loh, memperoleh informasi kondisi kesehatan secara umum.

Jangan anggap enteng perubahan yang terjadi pada kuku, sebagaimana halnya darah atau urin, kuku pun bisa menjadi indicator dari munculnya penyakit dalam tubuh kita. Tetapi jangan dibalik, jika kuku mengalami gangguan pasti terdapat gangguan pada tubuh kita. Kuku hanya membantu diagnosis penyakit yang ada di dalam tubuh. Sebab, banyak pula penyakit yang gejalanya tidak selalu tampak pada kuku.

Berikut ini beberapa perubahan yang terjadi pada warna kuku yang dapat mengindikasikan adanya penyakit dalam tubuh:

Kuku Berwarna Kekuningan.

Menandakan kondisi system pernapasan yang terganggu, misalnya bronchitis kronis. Kuku kuning biasanya juga menunjukkan adanya infeksi jamur. Selain itu, sebagai salah satu gejala Tiroiditis (gangguan hormon tiroid), kuku juga bisa menguning walaupun tidak selalu terjadi pada pasien Tiroid.

Kuku Berwarna Kebiruan.

Sering dijumpai pada pasien penderita penyakit paru kronis/menahun. Ini terjadi karena kurangnya pasokan oksigen yang sampai ke pembuluh darah dibawah kuku.

Kuku Berwarna Kemerahan.

Penderita lupus, warna kukunya dapat menjadi kemerahan, walaupun tidak selalu terjadi. Peradangan atau inflamasi pada seluruh organ tubuh hingga terjadi juga pada kuku.

Kuku Berwarna Putih.

Kuku yang cenderung berwarna putih dengan pinggiran yang lebih gelap, mengindikasikan adanya penyakit liver, seperti hepatitis.

Kuku Yang Terlihat Pucat.

Terkadang dihubungkan dengan proses penuaan, bisa juga menandakan penyakit anemia.

Selain perubahan warna, kuku juga bisa berubah dalam hal bentuk atau teksturnya yang membuat kuku bisa dibilang jauh dari sehat. Perubahan-perubahan itu antara lain:

Nail Pitting

Kuku dengan lekukan-lekukan kecil (pitting) merupakan tanda penyakit psoriasis. Hampir 50% penderita psoriasis mengalaminya. Pada kasus psoriasis berat, kukunya bahkan rusak/hancur karena proses pertumbuhan sel/zat tanduk lebih cepat dibandingkan orang normal.

Nail Clubbing.

Kuku yang berbentuk seperti pemukul drum menunjukkan rendahnya kadar oksigen dalam darah. Ini menandakan adanya gangguan pada paru-paru.

Spoon Nails.

Kuku terlihat mencuat keluar, seperti bentuk sendok, bisa jadi sebagai tanda kekurangan zat besi atau anemia.

Terry’s Nails.

Kuku berwarna buram tetapi ujungnya memiliki warna gelap. Menandakan penyakit serius seperti gagal jantung kongestif, diabetes, penyakit hati, kurang gizi.

Beau’s Lines.

Terjadi lekukan dalam yang melintang di kuku. Ini dapat muncul ketika pertumbuhan di daerah dibawah kutikula diganggu oleh luka penyakit seirus. Penyakit ayng ditandai dengan beau’s lines adalah diabetes tak terkontrol, penyakit peredaran darah seperti penyakit arteri peripheral, penyakit yang terkait demam tinggi, disebabkan oleh pneumonia, cacar atau gondongan, kurang igzi.

Nail Separates From Nail Bed.

Kuku terpisah dari lapisan kulit di bawah kuku. Kondisi ini dinamai onycholysis. Cirinya kuku menjadi longgar dan dapat dipisahkan dengan jari. Ini bisa merupakan tanda pneyakit infeksi, tiroid, reaksi obat, reaksi terhadap pengeras kuku atau kuku palsu dari akrilik, dan penyakit psoriasis.

Powered by WordPress Web Design by SRS Solutions © 2010 SMA 1 SLAWI ALUMNI WEBLOG Design by SRS Solutions