Seorang raja Sisilia memiliki sebuah mahkota yg terbuat dr emas murni. Dia bingung, krn ia tdk mengetahui berapa volume dr mahkota emas miliknya itu. Lingkaran mahkota itu penuh dgn ukiran2, shg mustahil utk bisa diukur. Kemudian ia memerintah seorang ilmuwan utk mengukur berapa volumenya. Sang ilmuwan harus berusaha mencari jawabannya. Tetapi sangat sulit mengukur berapa volume mahkota yg sgt sarat dgn ukiran itu. Dia hampir putus asa. Segala upaya telah dilakukannya, tetapi tdk juga berhasil menemukan jawaban yg memuaskan. Tambahan lagi ini adl sebuah perintah dr seorang raja yg sgt dihormati, serta sangat berkuasa kala itu.Ketika ia sedang mandi berendam sambil merenungi tugas yg diterimanya, tiba2 pd saat ia begerak, air di dlm bath tub-nya tumpah. Dia memperhatikan hal itu, air yg tumpah itu. Kemudian dia keluar dr dlm bath tub tsb, dan diisinya kembali dgn air sampai penuh, lalu dia mencelupkan kakinya, kembali airnya tumpah. Diperhatikannya air yg tumpah itu dgn seksama. Ia tdk merasa puas, kemudian merendamkan seluruh badannya, air yg tumpah semakin banyak. Aha..!! dia menemukan jawabannya. Tiba2 saja sang ilmuwanitu berteriak2 sambil berlari keluar dr kamar mandi sampai ke jalan raya, dan berteriak2: “Eureka!” (saya dapat!), “Eureka!”. Saking girangnya, dia lupa bahwa dia masih dalam keadaan telanjang bulat.
Setelah berpakaian rapi, kemudian dia bergegas menghadap sang raja, dgn berbinar2 dia mengatakan bhw dirinya sudah bisa menemukan jawabannya. Ia bisa mengukur berapa volume mahkota emas itu. Di hadapan sang raja, dia memasukkan mahkota itu ke dalam suatu tempat (bejana) yang terisi penuh air. Lalu air yg tertumpah dimasukkkan ke dalam gelas pengukur. Dan terjawablah berapa volume dari mahkota emas yg penuh ukiran itu.
Sang ilmuwan itu bernama ARCHIMEDES, yg kemudian namanya diabadikan utk mengingat hukum:
BERAT JENIS = BERAT : VOLUME
Kesimpulan cerita di atas:

Itulah contoh asal muasal suatu ilmu pengetahuan dan peradaban manusia yg dimulai dgn kata “IQRA” atau bacalah. Hal ini juga terjadi akibat dr dorongan suara hati untuk ingin selalu mengetahui berbagai hal. Ini adalah dorongan sifat Allah Yang Maha Ilmu, yg bersemayam di setiap jiwa manusia, sebuah dorongan untuk belajar.

..Dan bukanlah kau yang melempar ketika kau melempar, tetapi Allah yang melempar, untuk menguji orang beriman dengan cobaan yang baik daripada-Nya.

Q.S. 8 Surat Al Anfaal ayat 17.