SMA 1 SLAWI RSBI, Rintisan Sekolah Ber tarif Internasional. Begitu terdengar nada sumbang di sekitar kita tentang almamater tercinta. Dus, orang-orang yang belum mengerti apa itu RSBI akan menambahi dengan opini, dengan status RSBI, SMA 1 Slawi hanya menerima siswa berorang tua mampu saja.
Masak sih, sebagai alumnisma1slawi bernada sumbang juga mengenai RSBI SMA 1 Slawi ?? Yuukkk…mareee…kita ketahui lebih dalam apa itu RSBI, Rintisan SMA Bertaraf Internasional.
Dasar hukumnya Pembukaan UUD 1945, mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 50 ayat 3: pemerintah dan atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional.
Tapi apa sih, Sekolah Bertaraf Internasional itu ???? sebenarnya SBI merupakan sekolah yang memenuhi standar nasional pendidikan dan berkeunggulan sehingga lulusannya mempunyai daya saing global.
Dan standar nasional pendidikan itu, kalo mau ngintip Peraturan Pemerintah RI no. 19 tahun 2005 meliputi 8 standar nasional pendidikan meliputi: Pendidik & Tenaga Kependidikan, Isi, Proses, Sarana & Prasarana, Penilaian, Kompetensi Lulusan, Pengelolaan dan Pengelolaan.
SMA 1 Slawi sudah tiga tahun ini menjalankan RSBI, sedangkan siswa X dan XI yang sudah menjalani program ini.
Lalu apa bedanya RSBI dengan SBI ??? yaaahhh…R-nya di sini Rintisan untuk menuju SBI, gitoooo….
setiap tahun ada tim monitoring dan evaluasi dari dinas terkait dari pusat untuk “menilai” pemenuhan standar nasional pendidikan oleh sekolah. Sehingga berubahnya RSBI ke SBI tentunya…atas keberhasilan sekolah selain pemenuhan SNP juga pengembangan & prestasi yang berhasil diraih oleh sekolah dan siswanya.
Trusss….dengan ber RSBI/SBI mengapa jadi mahal ongkosnya ???? nah, lo….
tanpa ber RSBI/SBI ria pun sebenarnya biaya pendidikan selalu meningkat tiap tahun. Kalo mau ngintip dikit Peraturan Pemerintah RI No. 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan SBI. Sebenarnya, biaya ini ditanggung oleh Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, Komite Sekolah (orang tua murid) dan pihak asing yang tidak mengikat dan Dunia Usaha & Industri.
Namun teman alumnisma1slawi perlu ingat, bahwa APBN & APBD tiap daerah dan alokasi untuk pendidikan berbeda-beda toh ???? sehingga kalo dari sisi sekolah, bingung juga kalee, yee….satu sisi ingin ber RSBI/SBI demi lulusannya bisa berdaya saing global tapi dari sisi biaya kudu berhitung lebih cermat. Karena biaya ini 50% nya didapatkan dari usaha mandiri, 30% dari pemerintah provinsi dan 20% dari pemerintah daerah. Teorinya…..
Kalo gitu, gak usah lah yawww…SMA 1 Slawi ber RSBI/SBI…iiddiiihhh….kalo gak diambil duluan, bisa kesamber sekolah lain. Secara….SMA 1 Slawi sudah lama berdiri dan nomor satu gituuu…..
Tetapi sebenarnya masalah biaya ini dapat teratasi andai kata, orang tua siswa yang mampu secara ekonomi berkontribusi lebih besar sehingga dapat mensubsidi silang dan memberi kesempatan siswa berorang tua tidak mampu namun berprestasi dapat menikmati pendidikan yang sama.
SMA 1 Slawi pun sudah memberikan Rp. 0,- bagi siswa yang berorang tua tidak mampu dan telah mengajukan surat keringanan biaya sekolah. Tentu setelah melalui proses penelitian dsbnya.
Masih lom jelas juga soal SMA 1 SLAWI ber RSBI ???? monggo….dapat ditanyakan via boks komentar di bawah artikel ini. Or mo japri dhewek ke pihak SMA 1 Slawi sambil berkangen ria ?? silakan bertemu dengan Bp. Sapto Sri Nugroho, beliau koordinator RSBI SMA 1 Slawi. Tapi sebelumnya konfirmasi dulu, ya, karena beliau mempunyai kesibukan yang luar biasa. www.alumnisma1slawi.com pun berhasil menurunkan artikel ini setelah beberapa kali bertemu dan ngobrol dalam berbagai kesempatan.
Sebagai alumnisma1slawi, sejatinya mendukung SMA 1 Slawi ber RSBI menuju SBI. Di sisi mananya, alumnisma1slawi dapat berkiprah demi suksesnya SMA 1 Slawi menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global, harus ada komunikasi intensif antara alumni dengan almamaternya. Tentu, alumnisma1slawi melalui wadahnya donnngg….mana nih, wadah resmi berisikan alumnisma1slawi lintas angkatan dan berkesinambungan menjalin silaturahim baik sesama alumni maupun dengan almamaternya.
Mana, ya….??????

Wednesday, 4. November 2009
kalo mo belajar ttg pendidikan dg output yg berstandar internasional coba hubungi badan diklat dep.perhubungan utamane upt diklat laut, mulai dari pendidikane ampe ujiane standar IMO ( international maritime organisation ),dia punya QSS ( Quality Standard System ) yg mengacu STCW ( standard training for seaman utk seluruh dunia)… sya alumni ‘92
Sunday, 15. November 2009
standar internasional itu yg gimana? apa standar itu emang baik? bukannya standar internasional yg ada skrg itu mengacu pada dunia barat? cocok nda dgn kita? mungkinkah dgn RSBI nanti akan memunculkan anak anak slawi yg kapitalis dan liberal
Thursday, 3. December 2009
Standar Internasional yang di gembar-gembor pada RSBI-SBI adalah kurikulum Nasional untuk sekolah reguler. Hanya para gurunya saja yang perlu disesuaikan dgn guru berstandard Internasional. Sebenarnya pemerintah tidak perlu membuat SBI bisa dibayangkan kalau semua pengajar menggunakan komunikasi dgn Bhs. Inggris sedangkan kita tau bagaimana amburadulnya kebanyakan guru dlm berbhs. Inggris. Kita dapat memastikan bahwa program SBI ini akan gagal dalam perjalanannya, karena program SBI ini tdk disangga dgn professionalisme guru yang baik. SBI hanya gagah-gagahan saja bagi suatu daerah sementara dgn alasan SBI para kepala sekolah bersama Komite Sekolah (yg berpihak kpd kepala sekolah) dengan bebasnya membebani para orang tua murid dgn biaya yang cukup besar. Kebanyakan hasrat membuat SBI didaerah hanya untuk menghindar dari program pemerintah dgn program BOS-nya. Program BOS banyak tdk diminati para Kepala Sekolah karena duitnya sedikit belum lagi membuat laporan keuangannya. Kalau SBI-kan bisa bebas mengakali uang yg berasal dari program SBI-RSBI. Kami berharap agar Pemerintah dan DPR-RI mennjau kembali UU No.Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah RI No. 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan SBI.
Wednesday, 10. February 2010
saya alumni sma di sini saat kepalanya pak Ibnoe Sudarto, lulus 1974.
mohn info, apakah rsbi yang dimaksud juga termasuk sdh iso 9001:2008?
Terima kasih.