SMA 1 SLAWI ALUMNI WEBLOG

NEVER ENDING FRIENDSHIP

Browsing Posts published in April, 2009

BERGANDENG TANGAN DALAM ABS

6 comments

Dear all,

Ayo kita bergandengan tangan  untuk menyukseskan acara Alumni Berbakti Sosial (ABS) 2009 yang digagas Alumni SMA 1 Slawi.

ABS bukan cuma media merangkai kenangan, melepas kangen sejenak setelah lama berpisah. Namun lebih  dari itu, wahana silaturahmi sekaligus menjernihkan  mata hati kita agar  bisa berbagi beban dengan sesama.

ABS memang dikemas lewat aktivitas yang sederhana. Tapi percayalah, sekecil apapun yang kita perbuat, barangkali besar manfaatnya bagi orang lain…

 

ACARA I.

  KHITANAN MASSAL DAN CARE DAY TO TEACHER & FRIENDS
      Berisi kegiatan khitanan massal sekitar 50 anak, dan anjangsana ke rumah guru yang pensiun dan mengunjung teman-teman yang sakit.


Penyelenggara: ALUMNI SMA NEGERI 1 SLAWI
Perkiraan waktu:  SABTU, tanggal 15 Agustus 2009, mulai pukul 08.00 WIB Lokasi: SMA Negeri 1 Slawi

 

ACARA II

HALAL BIHALAL & TEMU KANGEN ALUMNI LINTAS ANGKATAN


 Berisi kegiatan reuni yang dikemas dalam halal bihalal dengan melibatkan lintas angkatan. Dalam kegiatan tersebut, direncanakan berisi bazaar murah dan pentas seni.
 
 
 
 

 

Penyelenggara: ALUMNI SMA NEGERI 1 SLAWI
Perkiraan waktu.  SABTU, tanggal
26 September 2009, mulai pukul 08.00 WIB

Lokasi: SMA Negeri 1 Slawi
 
 
 
 

 

So, tunggu apa lagi..

Cepetan daftarkan diri lewat panitia/koordinator di bawah ini…atau tulis aja di buku tamu web ini…atau facebook ALUMNI SMA NEGERI  1 SLAWI.

 

 

 

Ini dia teman  yang bisa dikontak

  1. Herni Sri Surjanti  (angkatan 91)    herni.surjanti@indosat.com
  2. Aning Lapdiati (angkatan 91)    aning_sujatmo@yahoo.com
  3. Abdul Syakur (angkatan 92)     gakusei2003@yahoo.co.id
  4. Sumpono Bayu Aji (angkatan 92)    sby_eltari@yahoo.co.id
  5. Kuwat Indriyanto (angkatan 90)     kindriyanto@yahoo.co.id
  6. Rizal (angkatan 89)         arizalnoree@yahoo.com
  7. Heru Susdiyantoro (angkatan 80-an)   herek_84@yahoo.com
  8. Arfan Bakhtiar (angkatan 93)       arfbakh@yahoo.com
  9. Sigit Iman Santosa  (angkatan 94)       sigitman_santosa@goodyears.com
  10. Dedy Mulyono   (angkatan 96)       jakapantura@gmail.com
  11. Y. Papang   (angkatan 95)       ypapang@yahoo.com
  12. Rizky Alife R.   (angkatan 2004)      xkikyx@gmail.com   

Dear All,

Sang waktu melesat   begitu cepat. Tak terasa webblog kita sudah menurunkan tiga kali juara komentar, yang pada Maret ini jatuh ke tangan Abdul Syakur, mantan osis angkatan 92. Tak ada pretensi apa-apa di balik terpilihnya Syakur, kecuali masukannya yang memang kami anggap konstruktif. Apa yang ditulis Syakur mencerminkan betapa berharga   sebuah persahabatan.

Syukur Alhamdulillah, memasuki bulan keempat tahun ini web kita sudah dikunjungi sekitar 7.370 kali, dan diantaranya pengunjung tersebut teridentifikasi sekitar 1529 dari tempat yang berbeda. Berdasarkan data dari bidang IT, pada hari-hari biasa, web kita dikunjungi rata-rata 10-30 orang/hari. Namun pada hari Sabtu-Minggu justru mengalami lonjakan mencapai 40-60 orang/hari, bahkan lebih.  Hal ini bisa terlihat juga dengan banyaknya comment yang muncul di buku tamu.

statistik

statistik

 

 

Lalu, bagaimana kita membaca data tersebut? Memang bisa saja yang melongok web orangnya itu-itu saja. Tapi realitas ini seperti menyadarkan, betapa jaring masa lalu begitu kuat mencengkram kita. Betapa alam nostalgi seperti katarsis atas beban hidup yang begitu seram dan suntuk.

 

Hal lain, sebuah dedikasi dari alumni untuk almamater, tengah kami gagas. Berpijak dari keinginan   mengaktualisasi diri, menyambung tali silaturahim dengan lintas angkatan serta berbakti untuk masyarakat, kami mengagendakan satu even untuk tahun ini. Satu gawe yang kami beri tajuk Alumni Berbakti Sosial dan Temu Kangen Lintas Angkatan diharapkan bisa merekatkan kembali matarantai yang hilang akibat jarak, dan rutinitas.

 

Mbak Aning yang action-nya bener2 luar biasa itu, sampe saat ini telah mendata tak kurang 200 orang alumni dari berbagai lintas angkatan. Pak Sus, Pak Dhe Kuwat atau Oom Helmi siap ngedukung gawe ini. Mereka telah memberikan apresiasi tinggi terhadap gagasan ini.

 

Kami sadar kok, jalan untuk menuju ke kegiatan itu bakal terjal. Tapi semoga, jika kita sengkuyung bersama, apa yang kita rintis bukan sebatas mimpi. Oleh sebab itu, mari, berilah sepenggal waktu untuk mengkonfirmasi data-data Anda melalui   weblog ini. Partisipasi rekan-rekan alumni sangat kami tunggu!

Waspadai BRONKITHIS

1 comment

Ditulis oleh : Om Helmi

paru2

paru2

Bila batuk pilek anak Anda kerap berulang, waspadai sebagai gejala bronkitis. Jadi, jangan anggap sepele!

 

Padahal sering, kan, kita beranggapan wajar kalau si kecil sedikit-sedikit batuk pilek; baru sembuh batuk pilek lagi, begitu seterusnya. Ternyata-Bu- Pak, justru hal itu bisa merupakan gejala awal bronchitis, lo! Jadi, sikap orang tua yang cenderung menyepelekan batuk pilek adalah kurang bijak. Karena, tandas Dr.dr.H. Muljono Wirjodiardjo, SpA(K), bronchitis harus diwaspadai secara serius.

Mari kita simak penuturan spesialis anak dari RS Pondok Indah, Jakarta Selatan ini.

DUA PENGERTIAN

Bronkitis berasal dari bronchus (saluran napas) dan itis artinya menunjukkan adanya suatu peradangan. “Bisa disimpulkan bronkitis merupakan suatu gejala penyakit pernapasan.”

Sebetulnya ada dua pengertian bronkitis. Pertama, berdasarkan radiologi/ahli rontgen, bronkitis merupakan gambaran foto paru-paru dengan kelainan pada saluran napas. Pada gambaran tersebut cirinya akan tampak “sangat ramai” dan jelas. Berbeda bila dalam keadaan normal, gambaran saluran napas tak begitu jelas terlihat karena berisi udara. “Tapi pada kasus bronkitis akan muncul gambaran sebagian saluran napasnya tersumbat lendir atau ada peradangan.”

Kedua, menurut medis/dokter, bronkitis merupakan kelainan pada saluran napas yang ditandai dengan adanya bunyi napas penuh lendir, seperti bunyi ‘grok-grok’, bisa terdengar di bagian dada maupun punggung. “Memang terkadang gejala seperti ini muncul pula pada kelainan saluran napas yang diakibatkan bukan hanya oleh bronkitis,” ujar dokter yang berpraktek di Klinik Inti Medik, Jakarta Selatan, ini.

ASMATIK BRONKITIS

Nah, untuk membedakan penyebab bronkitis harus ditelusuri dari riwayat penyakit si penderita. Pencetus bronkitis di antaranya alergi pada saluran napas dan infeksi virus atau kuman.

Alergi bisa disebabkan makanan, udara, debu, serbuk bunga, jamur yang halus, dan sebagainya. Alergen ini merangsang dan menimbulkan peradangan pada saluran napas; ditandai dengan produksi lendir yang banyak dan penebalan dinding di saluran napas. “Bila ditambah lagi dengan penyempitan saluran napas karena mengkerut, bukan karena sumbatan, maka menimbulkan gejala seperti asma. Napasnya berbunyi seperti ‘ngik-ngik’. Hal seperti ini disebut asmatik bronkitis; bronkitis yang menyerupai asma.”

Asmatik bronkitis kerap muncul pada balita dengan riwayat alergi. Gejalanya terjadi batuk, bunyi ‘grok-grok’ terkadang sampai keluar muntah berlendir, dan napas sesak. “Gejala yang muncul berhubungan dengan usia anak. Pada bayi atau anak usia 1-3 tahun gejalanya sangat tampak jelas. Karena memang saluran napasnya sangat sempit. Berbeda dengan usia anak yang lebih tinggi lagi karena penampang saluran napasnya besar,” kata Muljono.

Sedangkan, bronkitis akibat infeksi virus atau kuman bisa terjadi karena anak ketularan flu, misalnya. Seorang anak dari ibu-bapak berbakat alergi, pada usia 1 tahun terkena batuk cukup lama. Setelah diobati, sembuh sebentar kemudian muncul lagi batuk; bunyi napasnya pun ‘grok-grok’ seperti asma. Diagnosa dokter akan menunjukkan anak terkena asmatik bronkitis akibat alergi.

Bisa juga saat diobati, infeksi virusnya hilang. Tapi, karena ia punya bakat alergi maka ketika ia terkena flu lagi gejalanya makin berat, misalnya, bunyi napasnya makin sering ‘grok-grok’. Jadi, asmatik bronkitisnya baru muncul belakangan setelah berkali-kali terkena flu.

Jadi, bronkitis pada anak merupakan asmatik bronkitis (wheegy bronchitis). Berbeda dengan orang dewasa yang mengalami bronkitis kronik; kelainan pada saluran napasnya khas dan menetap. Misal terdapat penebalan saluran napas, mudah mengeluarkan lendir, peka terhadap rangsangan seperti mudah batuk-batuk. “Menetap dalam arti selalu ada dan bahkan terjadi penyempitan- penyempitan di beberapa saluran napas.” Sementara pada anak akan hilang seiring dengan bertambahnya usia, pada orang dewasa makin bertambah usianya makin bertambah berat penyakitnya.

MENCEGAH BRONKITIS

Tentu saja bisa dilakukan asalkan menghindari alergen yang jadi pencetusnya. Kendati alergi bisa diketahui lewat tes darah, tukas Muljono, setidaknya orang tua bisa mengetahuinya dari pengalaman dengan memperhatikan anak alergi terhadap apa. Nah, kalau sudah diketahui ia akan kambuh alerginya saat berhubungan dengan alergen, ya, harus dihindari. “Misalnya, debu rumah yang sering banyak menempel di karpet, selimut, boneka berbulu disingkirkan, maka anak akan membaik. Begitu juga makanan-makanan pencetus seperti minuman dingin, cokelat, dan makanan gorengan,” kata Muljono.

Pada sebagian anak bila mengkonsumsi makanan seperti telur ayam, bisa menambah produksi lendirnya. Begitu juga minuman bersoda bisa jadi pencetus karena saat diminum maka sodanya akan naik ke hidung dan merangsang daerah saluran pernapasan.

OBAT DAN FISIOTERAPI

 

obat2

obat2

Nah, bila sudah terjadi gejala bronkitis, dokter akan menanganinya dengan pemberian berbagai obat; obat penghancur lendir (karena banyak lendir yang kental), obat penekan reaksi alergi (bila penyebabnya alergi), obat antibiotik (bila penyebabnya infeksi kuman/virus) , obat penenang agar tak batuk terus menerus, obat yang memperbaiki gerakan-gerakan selaput lendir agar lendir mudah keluar ke atas.

Karena itu, dokter seringkali memberikan obat racikan atau puyer agar lebih efektif dan tak terlalu banyak jenis obat yang harus dikonsumsi. Jadi obat yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebabnya dan dilihat kebutuhannya. “Tapi, umumnya dalam pemberian obat mengandung tiga fungsi; mencairkan lendir, menekan reaksi alergi dan obat batuk.”

Bila anak sulit mengeluarkan lendir maka harus dibantu fisioterapi. Terapi inhalasi atau dengan obat yang diuapkan dan diisap berfungsi sama mengencerkan lendir dan juga melebarkan jalan napas. “Fisioterapi biasanya lebih efektif karena menuju sasaran langsung. Tak seperti obat minum yang harus melewati organ-organ, samisal jantung, liver, ginjal dan baru ke saluran napas.” Karena sifatnya langsung ke sasaran, efek samping terapi inhalasi lebih kecil dibandingkan obat minum.

Selain dengan inhalasi, fisioterapi dilakukan dengan cara memanaskan dada dengan infra merah supaya jalan darah di dadanya lancar. Dada dan punggung juga ditepuk-tepuk dengan tangan atau alat untuk membantu lendirnya keluar ke atas.

Ingat, lo, fisioterapi dilakukan atas anjuran dokter. “Karena dikhawatirkan bila ada infeksi paru-paru atau radang maka pemanasan dengan infra merah malah bisa membahayakan. ”

Yang pasti bronkitis yang tak diobati sangat tergantung pada daya tahan si penderita. Sebab bronkitis mengakibatkan penumpukan atau penyumbatan lendir di saluran napas. Sifat lendir ini lengket dan seringkali jadi media yang sangat bagus untuk berkembang biak kuman. “Jika kebetulan anak mengisap udara yang ada kumannya maka kuman tersebut bisa cepat berkembang biak di saluran napas. Bila terjadi demikian maka dapat menimbulkan radang paru-paru atau bronchopneumonia. Batuk makin menghebat dan cepat, napaspun cepat seperti sesak.”

Selain bisa mengakibatkan bronchopneumonia, kalau sesak napas tak ditangani, maka bisa berakibat ke jantung (payah jantung). Karena bila sesak napas terus maka akan kekurangan oksigen, sehingga memacu jantung memompa darah lebih kuat. Hal ini bisa mengakibatkan gagal jantung yang sifatnya akut. Gejalanya muka sembab, kakinya bengkak dan parahnya lagi anak bisa tiba-tiba tak sadarkan diri dan napasnya berhenti. “Jadi bila tak ditangani, bronkitis dari tingkat ringan sampai menjadi berat bisa menimbulkan kematian.”

Tingkat keparahannya sangat tergantung pada daya tahan si anak dan faktor usia. Tapi, Bu-Pak, bronkitis bisa sembuh secara total, kok. Asalkan bukan yang berdasarkan alergi. Kalau yang berdasarkan alergi hanya diatasi dengan cara menjauhi faktor alergennya. Begitu, Bu-Pak.

JARANG TERJADI PADA BAYI

Yang jelas, Bu-Pak, jarang sekali bronkitis terjadi begitu bayi baru lahir. Bunyi napas ‘grok-grok’ pada bayi biasanya akibat adanya kelainan bawaan pada saluran napas. Misalnya, terdapat kelenjar timus yang membesar di rongga mediastinum dalam dada. Sebelum bayi lahir kelenjar ini ada dan berfungsi sangat penting untuk membuat kekebalan tubuh. “Begitu bayi lahir tugas kelenjar ini selesai dan mengecil. Pada beberapa anak ada yang tetap membesar sehingga menekan jalan napas. Akibatnya jalan napas jadi sempit dan banyak mengeluarkan lendir sehingga terjadi peradangan,” jelas Muljono.

Terkadang sampai usia 6-7 bulan napasnya masih berbunyi ‘grok-grok’; produksi lendirnya tetap banyak karena ada saluran napas yang terangsang secara mekanik (bukan oleh alergen). Akibat lendirnya pekat dan susah keluar, sementara bayi batuknya pelan maka lendir tak bisa keluar secara tuntas. “Makin lama lendir menumpuk dan muncul gejala asmatik bronkitis.”

Ada satu gejala lain muncul beberapa saat setelah lahir akibat kelainan pada tubuh anak yang menyebabkan getah lambung/isi lambung mudah berbalik ke mulut dan menyebabkan tersedak sehingga anak gampang gumoh. Akibatnya mirip bronkitis (wheegy bronchitis); banyak lendir, napas berbunyi, dan sesak napas.

MENGENAL GEJALA AWAL BRONKITIS

* Batuk membandel
Batuk kambuhan; berdahak-tidak, berat-tidak. Kendati ringan harus tetap diwaspadai karena bila keadaan batuk terus menerus bisa menghebat dan berlendir sampai sesak napas.

* Sulit disembuhkan
Bisa sering atau tidak tapi sulit disembuhkan. Dalam sebulan batuk pileknya lebih dari seminggu dan baru sembuh dua minggu, lalu berulang lagi.

* Terjadi kapan saja
Batuknya bisa muncul malam hari, baru tidur sebentar batuknya ‘grok-grok’ bahkan sampai muntah. Bisa juga batuk baru timbul menjelang pagi. “Atau habis lari-lari, ia kemudian batuk-batuk sampai muntah,” terang Muljono.

 

Helmi

Powered by WordPress Web Design by SRS Solutions © 2010 SMA 1 SLAWI ALUMNI WEBLOG Design by SRS Solutions