Archive for » March, 2009 «

Friday, March 27th, 2009 | Author: Aning

Konfirmasikan data diri teman alumnisma1slawi di aning_sujatmo@yahoo.com.

Dalam rangka konsolidasi seluruh angkatan alumnisma1slawi, www.alumnisma1slawi.com mengharapkan bantuan seluruh teman alumnisma1slawi seluruh angkatan untuk mengkonfirmasikan data : nama, nope, telp, email & tahun kelulusan via email ke aning_sujatmo@yahoo.com.

www.alumnisma1slawi.com bersama seluruh angkatan alumnisma1slawi mengagendakan ALUMNI BERBAKTI SOSIAL & Temu Kangen Lintas Angkatan, yang Insya Allah akan diadakan tahun ini. Mohon partisipasi seluruh teman alumnisma1slawi dari seluruh angkatan untuk mendukung agenda ini, dengan mengkonfirmasikan data diri untuk konsolidasi.

Atas perhatian dan partisipasinya, www.alumnisma1slawi,com mengucapkan banyak terima kasih. Salam Kompak !!!

Category: Event  | Tags: ,  | 3 Comments
Saturday, March 21st, 2009 | Author: Aning

Hari Ke-3, 22 Februari 2009 tryout sma 1 slawi09.00 wwib. Abis ngeberesin anak-anak di rumah Oma nya. Akyu meluncur ke base camp Slawi. Eeee…Buket Yanti mbuh maring ndi. Disusul ke rumah Ibu ne, selisihan jalan. Akhir e mo Ibu Bhayangkari Slawi, Bu Tut meluncur ke Gedung Korpri. Acara dah, mulai. Separuh kapasitas kursi terisi. Namanya juga ABG ngumpul y, rame. Tak kalah rame ibu-ibu geng 91 yang duduk sejajar. Buket menyusul datang mo bakyu Kristi.Dan perlu ditelp berikut ancaman yang berulang kali, mpe akhir e Bos Gunung Slamat Slawi datang mo happy family ne. Wah, ngumpul dadakan cuma beberapa orang aja dah, rame. Apalagi kalo se angkatan ngumpul. Apa maning antar angkatan. Wah..gak kebayang. Yah..ngelantur.

Di Seminar “Ngapain Setelah SMA” dengan pembicara Utama ne Bapak Bupati Kabupaten Tegal yang notabene alumnisma1slawi. Dimoderatori oleh Mas Indra, lo gak salah angkatan 92. Lebih asyik disebut bincang-bincang ketimbang istilah Seminar. Luwih familiar. Apalagi Pak Agus Riyanto berkenan menyumbangkan suara merdunya di acara ini. Plus dibagiin gratis kaset album “Jatuh Cinta Lagi” mo vokalis utamane y, sapa maning…orang nomor satu di Kabupaten Tegal, je..Tapi laen kali dibagiinnya CD (compact Disc) aja, ya, Bos. Akyu kesulitan nyetelnya. Abis, dah gak punya tape recorder lagi, deh. Di mobil pun dah pake CD player…Sekedar usul, Pak. Sampun nesu, nggih…

Nah, sebelum angkat bicara, sempet juga akyu nimbrung obrolan ngalor ngidul Pak Agus Riyanto. Bergaya “ABG” dengan jas jaket hitamnya plus sepatu kets warna merah cabe. Beliau begitu bersemangat dan antusias dus penuh petuah menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar politik dan alumni. Yang masih nempel ya, “bikin event gak usah ngundang banyak orang lah. Cukup satu sekolah, se almamater tapi dibuat semeriah mungkin”. Cocok !!!! Apapun kita perlu mengapresiasi antusiasme adik-adik OSIS dan alumni 2007 yang bertekad nekad dan semangat juang 45, mau bersusah payah ngadain event Education Expo Ikasmansawi.

Dan akhir acara ditutup dengan Achievment Training by…wah, ngerangkep akeh, nemen D Yakin. Dah, ketua panitia, pelaksana, mentor MC dan pengisi acara juga. Halah, borongan bos !!! Ngirit biaya, kalee ye…Seru n bagus isine. Sayang karena dah kesorean ditambah ada berita duka di tengah-tengah acara, hanya tinggal beberapa baris kursi yang masih terisi. Pesan moral ke-3 : Slawi ternyata butuh acara ngumpul-ngumpul ABG. Banyak peminatnya. Dan kalo dikelola oleh EO beneran pasti rame bin menguntungkan deh. Hayo, Mas Helmi…mau kan nge sponsori…

Achievment Training nya oke, lho, dari segi isi, pembawanya dan pendengarnya lumayan bersemangat. Semoga “Sukses” yang dimaksud Mas Yakin bisa terwujud dalam bentuk apapun. Dan memotivasi adik-adik yang masih duduk di bangku SMA dan hampir lulus ini. Karena Sukses akan berubah wujud seiring waktu, Mas..Tak sekedar pencapaian materi yang salah-salah menjurus konsumtif, lho.

Okay, akhirnya jurnal Education Expo Ikasmansawi perlu ditutup. Karena lumayan seru meliput dan memantau dari hari pertama mpe ketiga ini. Pesan moral ke-4, sering-seringlah bergaul mo ABG, akan menambah semangat dan melepas stres kesulitan ekonomi, hi…hi…hi…Liputan tentang SMA 1 Slawi kini ntar ya…Mas Wisnu bantuin dong…Thanks a lot for God, dah ngasih kesehatan dan keselamatan. Juga teman-teman alumnisma1slawi di Jakarta (Mas Mamad, Om Helmi yg skrg lagi “jalan-jalan”). Teman-teman alumnisma1slawi di Slawi: Buket, Om Anto Dessy, Bu Bhayangkara (Bu Tut), Mbakyu Kristi n Mama Lisa. Maaf dah ngerepotin dan mengurangi waktu ntuk “ngumpul keluarga” ne. Pokok e Never Ending Friendship lah.

Friday, March 13th, 2009 | Author: Aning

“Waduh, Mama Khansa. Pagi-pagi udah cantik bin rapi. Mau shopping ya ?” sapa seorang tetangga kepadaku saat kami bertemu di depan perumahan. 

 

ibu2 mo ke jkt

ibu2 mo ke jkt

“Eeehh…Mama Pepi. Shopping mah, kudu pake duit atuh. Mo ke kantor pajak, neeh…” Jawabku celingukan mencari angkutan kota.

 

“Mo kemana Mama Pepi ?” Tanyaku balik. Kulihat Mama Pepi mengernyitkan dahinya.

“Sakit ?” tanyaku lagi. Mama Pepi agak kaget mendapat pertanyaan dariku.

“Ah, enggak. Cuma bingung tadi Mama Khansa bilang mau ke Kantor Pajak.” Jawabnya malu-malu.

“Oh….” Aku tersenyum lebar. “Apanya yang bikin bingung, Bu ?” tanyaku sambil menarik tangannya mengajak duduk di tempat kami menunggu angkot.

“Ke kantor pajak. Ngapain ? bayar pajak motor ato’ mobil ?” tanyanya lugu. Aku tersenyum lebar.

“Bayar pajak motor ato’ mobil mah di Samsat atuh, Mama Pepi.”

“Saya mau ke kantor pajak di dekat perumahan Resinda sana, mau ngasih SPT ini.” Kataku sambil memperlihatkan sebuah amplop.

“Oh, PBB ya…” kata Mama Pepi sok tahu.

“Ah, ya….kalo PBB kan biasanya RT kita yang nagih trus nanti baru dianterin SPT bayar pajaknya. Kalo yang saya bawa ini SPT Pajak Penghasilan. Bapak e Khansa sebagai karyawan. Karena sibuk, sambil ketemu temen lama saya juga bisa nganterin laporannya ke kantor pajak. Toh, cuma ngasih karena udah diisi dan ditandatangani mo bapak e anak-anak.”

“Kok, suami saya gak bikin ya ?” Tanya Mama Pepi.

“Bener belum bikin ? Udah kaleee…Cuma Mama Pepi aja yang lom tau. Karena suami-suami kita kan satu perusahaan yang semua karyawannya udah wajib punya NPWP, Nomor Pokok Wajib Pajak. Kalo lom punya mana bisa ngambil kreditan rumah ato’ mobil.”

“Emang harus bikin laporannya ya, Bu?”

“Lha, kalo udah punya NPWP pasti akan dapat kiriman satu bundel SPT dari kantor Pajak, Bu. Trus bukan bikin, kita tinggal isi dan mintakan SSP nya, Surat Setoran Pajaknya dari perusahaan, kok. Karena selama ini sebelum kita belanjakan, gaji suami-suami kita, udah dipotong duluan lho, pajak Penghasilannya mo bagian keuangannya.”

“Oh, ya, kok, gak ada di struk gaji Ayah nya Pepi, ya ?” aku tertawa mendengarnya.

“Ya, pasti ada lah, Mama Pepi…coba deh, cek struk gaji suami kita. Kan ada tuh, tulisan potongan PPH psl 21 di bawah jumlah total gaji. Trus paling bawah baru ada jumlah gaji yang ditransfer ato’ diterima oleh suami kita. Yang ada tulisan take home pay”

“Lho, kata Bu Aning tadi Pajak Penghasilan, ini kan PPH pasal berapa tadi ?” sekali lagi aku tertawa.

“Ya, sami mawon, atuh. Pajak Penghasilan yang dikenai ke gaji suami kita yang pasal 21 karena masih ada PPH pasal 22, 23 dsbnya.”

“Oh, beda nomornya karena beda jabatan dan jumlah gajinya, ya, Bu Aning.”

“He..he..he…Mama Pepi ada-ada aja. Mau bos kek, mau manajer kek, selama dia kerja dan digaji oleh perusahaan tetep pake PPH pasal 21. Karena pasal 21 itu salah satu jenis uang muka PPh yang dibayar selama tahun pajak berjalan oleh Wajib Pajak Pribadi Dalam Negeri melalui sistem pemotongan oleh pemberi kerja apabila melakukan transaksi yang menimbulkan penghasilan berupa penghasilan dari pekerjaan, kegiatan atau jasa. Dinamakan PPH pasal 21 karena prosedur pemajakan uang muka ini diatur pada pasal 21 UU Pajak Penghasilan. Kalo yang Pasal 22, salah satu jenis uang muka PPH yang dibayar selama tahun pajak berjalan oleh Wajib Pajak Dalam Negeri (orang pribadi, Badan atau Warisan yang belum terbagi) atau Wajib Pajak BUT melalui sistem pemungutan bila melakukan transaksi jual beli barang dengan Badan tertentu, seperti Pengimporan barang, penjualan barang ke instansi pemerintah yang dibayar dengan dana dari belanja Negara/daerah. Dan seterusnya….waduh, jadi kayak kuliah pajak aja, Mama Pepi. Ntar ngantuk, deh. Angkot pada kemana, ya….lom ada yang nongol satu pun.”

“Macet kali…kan jalan yang deket rumah sakit itu rusak berat dan lagi dibenerin kalo gak salah, Mama Puput tadi cerita.”

“Nah, buat mbenerin jalan itu..pake duit dari pajak yang kita bayarin lho, Mama Pepi.”

“Ah, masa. Kan dari pemerintah.”

“Emang pemerintah dapat duit darimana kalo bukan dari pajak yang kita bayarin.”

“Kan kita jualan minyak…” Aku dan Mama Pepi tertawa.

“Bener. Pajak pun salah satu sumber pendapatan Negara. Dan kita…warga Negara yang baek, jangan nuntut jalan kudu bagus tokh, jembatan baek. Jangan tanyakan pada Negara, apa yang akan Dia berikan pada kita, rakyatnya. Tapi kita, sang rakyat yang kudu bertanya pada diri sendiri apa yang aku berikan pada Negara.” Mama Pepi bertepuk tangan dan kami cekikikan bersama dibawah pohon akasia tempat kami menunggu angkot.

 “Ngomong-ngomong soal laporan tadi. Jadi yang udah punya NP..apa tadi ?”

“NPWP”

“Yah, gitu lah. Emang kudu ngisi laporannya ya. Trus kalo gak ngisi gimana ?”

“Konsekuensi dari punya NPWP ya, emang kudu lapor Mama Pepi. Ibarat e, kita udah daftar jadi Wajib Pajak, trus udah setor ato’ bayar pajak e. Nah, sekarang kita kudu lapor bahwa selama satu tahun pajak ini kita udah setor pajak sekian dari sekian jumlah penghasilan yang dah diterima.”

“Laporan ini kan isinya keterangan jumlah penghasilan yang udah kita terima dan hitungan pajak yang kudu dibayar. Dus dilampirin SSP, Surat Setoran Pajak. Bukti bahwa kita udah setor pajak ke Kas Negara. Dari pelaporan ini kita jadi tahu kurang ato’ lebih bayar pajaknya. Kalo kurang ya, kudu cepet-cepet setor lagi. Nah, kalo lebih kita bisa klaim restitusi ato’ pengembalian pajaknya. Kalo kita telat bisa kena denda Rp. 25,000 dulu. Ntah sekarang, udah naek kaleeee….”

“Oh, ya, setor pajak tuh, paling telat tanggal 10 buat PPH, tgl 15 PPN  dan kalo lapor tanggal 20. Itu buat bayar dan lapor pajak bulan. Kalo yang mpe tanggal 31 maret itu, laporan pajak tahunan, ya, Mama Pepi. Setelah tiap bulan kita setor dan lapor, trus begitu akhir tahun biasanya perusahaan tutup buku, nah disamping ngitung jumlah pendapatan dan pengeluaran juga dihitung pajaknya. Udah sama ato’ kurang ato’ malah lebih. Karena biasanya peusahaan menyetorkan hasil pemotongan pajak penghasilan karyawannya gak full, baru maksimal sih, 60-80% nya. Nah, di akhir tahun biasanya udah jelas penghitungan finalnya karena biasanya buat perusahaan-perusahaan besar udah mulai siap diaudit mo Kantor Audit Publik. Yah, kurang lebihnya gitu, deh…hey, jangan ngantuk gitcu ahhhhh…..” Kutepuk bahu Mama Pepi yang duduk di sebelahku.

“Gak, asyik aja, ngedengerinnya. Dan gak kerasa kalo kita udah nunggu angkot di sini 1,5 jam.”

“Apa ?!! 1,5 jam ??!! Aduh, udah ah, naek ojek aja. BTW, Mama Pepi mo kemana ???”

“Nungguin Pepi pulang sekolah. Anak aku gak berani nyebrang sendiri kemari.”

“Waladalahhhh….kirain sama-sama nunggu angkot. Enak, ya, ditemenin nunggu sambil ngrumpi.” Mama Pepi tersenyum lebar.

“Ayo, ah, saya jalan duluan. Tanyain lagi mo ayahnya Pepi. Udah diisi lom SPT nya. Jangan lupa batas akhir pelaporan tanggal 31 Maret ini. Jangan pilih caleg yang lom punya NPWP.” Sekali lagi aku dan Mama Pepi cekikikan bareng.

Category: Sharing  | Tags: ,  | 3 Comments
Wednesday, March 11th, 2009 | Author: Wisnu
piala

lumayan dapet piala

JOHAN, kamu beruntung kali ini..

Mas dan Mbak di mana pun kalian berada. Tentu sudah mengikuti liputan pandangan mata Mba Aning dari Education Expo di Slawi, kan?  Pokoke seru banget. Ramai, riuh dan hepi kayak yang nulis. Aning sejak SMA emang interes soal yg beginian neh.

Kita memang kudu berterima kasih dan naruh apresiasi tinggi sama Aning dan Yanti, termasuk teman2 yg ngeluangin waktu dan dana untuk mengesiskan komunitas kita dengan komunitas alumnus angkatan lain.

Saat  temen2 berbagi dengan panitia Expo, memang ada beberapa hal yang menarik untuk  disimak. Misalnya, soal keberadaan web kita. Dengan penuh antusias banyak yang nanya, apakah web blog kita merupakan web resmi alumni SMA 1 Slawi, atau mirip ‘terminal’, untuk mangkal dari berbagai lintas generasi, tapi dg status sama ‘’Alumni SMA 1 Slawi?’’. Di buku tamu web, pertanyaan sejenis juga mengemuka. Selain web kita, memang ada web sejenis dengan bendera alumnus, seperti perpusma1slawi.multiply atau lihatlah  di facebook, udah ada SMA Negeri 1 Slawi.

Sejauh ini, kita memang belum melangkah terlalu jauh. Mengingat ide awal memang untuk wadah kangen2an angkatan 91, ruang geraknya belum difungsikan untuk lintas angkatan. Tetapi tak  menutup kemungkinan, suatu saat ada ide-ide brilian dari para netter sehingga kelak web ini bisa menjadi milik bersama.

Maka dari itu, demi kemajuan web, ayo friend, jangan biarkan web kita pasif. Kami yakin, orang-orang seperti Helmy, Arif Hartoto,Abdul Kafid atau siapa saja…punya kisah berharga yg mungkin bisa memberikan pencerahan, inspirasi atau kontemplasi bagi kita semua. Tuangkah! Alirkan dg segenap rasa cinta!

                                     ****

Ohya, sesuai program rutin, the best comment bulan Februari jatuh ke tangan JOHAN BUCHORI. Ketika memutuskan memilih komen terbaik, kami sempat mengernyitkan dahi. Pasalnya, amat minim kawan-kawan yang menulis comment di bulan Fabruari.

Okelah, menyiasati hal itu, diputuskan untuk the best comment diambilkan dari buku tamu. Dipilihnya komen Johan sebagai terbaik, karena ditulis dengan jenaka, dan menghanyutkan kita ke masa silam yang katrok tapi sarat kenangan. Dari komentarnya sangat jelas, betapa dia ingin bertemu dengan kawan-kawannya yang terpisah.

Selamat ya Han…

Category: Event  | Tags:  | 2 Comments
Tuesday, March 03rd, 2009 | Author: Aning

Hari ke-2, 21 Februari 2009

expo alumni smu slawi

expo alumni smu slawi

Hah…telat lagi….karena jam menunjuk ke angka 14.00 wwib. Bukan karena jetlag lagi. Tapi keasyikan ndengerin lagu2 ne Tantowi Yahya “Living’ With Dreams. Kasihan ya, Bapak PNS satu ini mpe bolak balik nge sms. Maaf, ya, Om. Nunggu lama, abis nganter dulu anak-anak ke tempat Oma nya. Pesan Moral ke-3, Sambung tali silaturahmi mo sapa aja, jadi bikin kecewa dikit dimaklumi. He..he..he…

Gak begitu ramai di Gerbang Utama SMA 1 Slawi. Memang tak begitu banyak yang kembali mengikuti try out di hari kedua ini. Mungkin karena hari Sabtu kali, yee….lebih suka hangout ketimbang menjajal kemampuan untuk persiapan ujian akhir nanti. Dari daftar ulang yang masuk kurang lebih 50 peserta yang mengikuti try out di hari kedua ini.

Sempat ketemu mo bos Visitama, Om Isnaeni. Tapi gak bisa ngobrol banyak, karena doi dikejar Rapat (rapat bisa ngejar, ya…). Trus ketemu juga mo Bu Eko, yang dulu ngajar Bahasa Indonesia (sekarang ya, masih lha ya…). Dan akhir e ketemu mo Pak Guru yang bikin akyu enggan masuk Fisika, he..he..he..bukan karena beliau ding, tapi karena emang akyu gak suka pelajarannya….Ribet ngapalin rumus. Maklum rada-rada cekak otakkyu.

Hari kedua ini akyu puas-puas in ambil foto, dan thanks Om Anto Dessy…atas pinjaman laptopnya jadi bisa ngedraft Education Expo Ikasmansawi ini. Dus upload foto-foto sekolah orderan Mas Wisnu. Asyik berinternet ria di sekolah, karena dah hot spot, je….

Try Out nya kumaha ???? mbuh, he..he..he…ya, karena pesertanya kurleb 50 an orang ya, gak begitu rame dibanding hari pertama. Tapi yang bikin rame ya, ngobrol mo Papang yang ternyata masih sodaraan mo Papank-Syam Pamungkas. Slawi gak luas, ya, he..he..he..Asyik ngobrol mpe akhir e pengen tau juga ruang OSIS (Mantan Ketua Osis kita kok, gak nongol-nongol juga, ya). Rapi dan adem, kesankyu masuk di ruang yang dialasi karpet abu-abu ini. Akyu kurang beruntung lom ketemu mo Ketua OSIS e. Ternyata selisihan jalan. Berhubung lom tau, ya, lewaaaatttt. Eit, buat geng 91, OSIS’s Room ini letaknya di atas ya, dekat mo ruangan Pak Hamid punya dulu (Ruang BP).

Yah, gitcu deh, laporan hari kedua ini. Gak banyak yang diliat. Selain ruang OSIS, Kantin yang udah pindah dan sekali lagi akyu penasaran lewat parkiran sepeda dekat pintu keluar belakang. Entah kenapa, dari hari pertama akyu mo ambil foto lapangan basket dari laboratorium fisika dan biologi selalu gak berhasil. Padahal kamera dah ready, tapi tak satupun foto yang bisa diambil. Mpe nyerah, deh….Mungkin karena bekas mushola dibiarin begitcu aja kalee, yee, jadi rada-rada gemanaaaa gitcu. Mulai mistis, neeh…