Sunday, November 23rd, 2008 | Author: Wisnu

Nina oh Nina…..


Buat aku pribadi bicara tentang Nina adalah satu hal yang tak bisa terlewatkan begitu saja, tentunya karena dia teman sebangku. Hanya karena jumlah murid laki-laki dan perempuan yang ganjil akhirnya mengharuskan aku jadi sebangku dengan dia. Tak lain karena aku datang pada injury time meski rumahku tidak jauh dari sekolah, hingga aku enggak kebagian teman laki-laki sebangku.

Kala itu memang sedang musim corat-coret, entah sebuah keisengan, biar jadi bahan perhatian atau memang enggak ada yang dikerjakan lagi. Media-nya pun banyak, dari tempat parkir, sepeda/motor, buku, celana, baju bahkan sampek sepatu. Papan nama yang ditempel dibaju di-modif, nama yang ada pun jadi unik dan nyeleneh, MOH. SULASTOWO, huruf M-nya diitem-itemin pake ballpoint maka jadi… OH LASTOWO, celana panjang juga nggak luput dari coretan bagian sisi paha atas sampai betis ditulis pake spidol “Guys Next Door”….”Michael Learn To Rock”.., apalagi Andi Toip nggak ada lain : “New Kids On The Block” Hmmmmm…. pada iseng + lucu-lucu juga ya, saat mbahas hal tersebut sama Nina di kelas. Kalo aku, apa ya…… Na? Mmmm….. Tulis nina aja deh… tapi dimana…? Wah kalo dibaju atau celana bisa kena damprat Abah. Ya wis ning sepatu bae, …. . langsung aja sepatu warrior buluk yang masih nempel dikaki dicoret-coret dengan tulisan imut dia yang sangat khas dan ternyata saat sepatu dipijakkan ke lantai, kebaca euiu. he he he…(konyol banget ya!).

Sekilas aku tahu kisah cinta putri Pak Anwas ini, tapi rupanya editorial “Kulihat Pelangi di Mata Nina” mengupas lebih dalam dari yang aku tahu. Beberapa figur memang pernah singgah dihatinya, tentunya tidak termasuk aku (kalo iya ke-GR-an amat ya!). Fans-nya memang banyak… selain cantilk dan pintar dia baik pada siapa saja sampai akhirnya banyak yang salah persepsi bahwa kebaikannya identik dengan cinta (lebih dari sekedar teman/sahabat). Mungkin ada beberapa teman-teman yang merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan dengan dia, tapi Nina juga pernah merasakan demikian.

Suatu ketika ada hal yang membuat Nina sangat tidak nyaman, itu bukan datang dari teman-teman tapi dari rumah sahabatku ini. Aku juga tidak bisa berbuat banyak selain menjadi pendengar yang baik dan menghiburnya. Mungkin ini yang masih jadi tanda tanya penulis, apa gerangan yang ditangisi Nina dikelas saat itu. Mudah-mudahan Nina sudah melupakan hal tersebut dan aku juga tidak mau mengingatkan. Maaf… confidential hingga tidak satupun teman-teman tahu mungkin hanya aku dan Nunung. Buat saya berteman dengan dia saja sudah cukup membanggakan, jadi bukannya aku Jaga Imej untuk mendaftar jadi pacar. Selain enggak PeDe untuk pacaran, aku masih suka keluyuran mencari jati diri dan jadi sahabatnya lebih nyaman daripada harus dibumbui keinginan untuk menjadi pacar. Jadi sampai sekarang aku masih punya apa yang ”diberinya”. True friendship never can end, Books, songs, poems have end, but never the love between goodfriends.

 

“Alumni ’91 Together in Harmony”
eSPe

 

papank alumni sma 1 slawi

papank alumni sma 1 slawi

Category: Cerita masa SMA
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response

  1. 1
    evi herawati 
    Sunday, 27. September 2009

    ini mas pang yg temennya susi fadillah mustofakan?? yg dulu pacarnya banyak ya?? aku lihat kmrn kok tmbh item mas?? ga pernah d gosok ya??xixixi…pisss

Leave a Reply » Log in