Sunday, November 23rd, 2008 | Author: Aning

Reksadana (Mutual Fund) adalah sebuah bentuk investasi yang menggabungkan semua uang investor dalam satu wadah, dimana uang tersebut selanjutnya dikelola oleh sebuah perusahaan investasi (Manajer Investasi) dengan cara mengalokasikannya ke dalam satu atau berbagai macam instrumen investasi. Reksa Dana merupakan cara yang baik untuk melakukan investasi, karena investasi anda dikelola oleh Tim Pengelola Investasi yang cakap dan berpengalaman.

Kemunculan Reksa Dana sering menjadi barometer perkembangan dunia investasi di suatu negara. Dengan munculnya reksa dana, maka dunia keuangan dan investasi dari suatu negara bisa dibilang mengalami suatu kemajuan. Di Indonesia sendiri, reksa dana telah muncul sekitar pertengahan 1996.

 BAGAIMANA CARA KERJA REKSA DANA ?

Untuk menjual suatu reksa dana, pertama tama Perusahaan Penerbit  Reksa Dana akan mengundang sejumlah pihak untuk menjadi sponsor atau promotor (penyandang dana). Dari sponsor inilah akan didapat dana yang cukup besar, yang akan dialokasikan ke sejumlah investasi.

Sebagai contoh, kita misalkan saja total dana yang didapat dari sponsor adalah Rp 1 triliun. Dana sebesar itu, oleh Perusahaan Reksa Dana (melalui Tim Pengelola Investas) akan dibelikan sejumlah investasi, seperti dibelikan sejumlah deposito di berbagai bank, dengan jangka waktu satu bulan. Sebagai contoh:

Deposito pada             Niai Investasi Awal Bulan

Bank 1                             Rp. 100 miliar

Bank 2                             Rp. 100 miliar

Bank 3                             Rp. 100 miliar

dstnya sampai bank ke 10

 Setelah itu, Perusahaan Reksa Dana akan membagi investasi tersebut ke dalam pecahan2 kecil, yang disebut Unit Penyertaan (UP), dimana masing2 UP akan bernilai Rp 1000. Sehingga dari total investasi senilai 1 triliun seperti dicontohkan di atas akan didapat jumlah UP sebanyak 1 triliun dibai 1000 = 1miliar UP. Nah, UP inilah yang akan diterbitkan dan dijual ke masyarakat dengan nilai harga awal Rp. 1000. Dalam hal ini, nilai UP disebut juga dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB).

 

Jumlah UP yang dibeli investor berbeda2, ada yang hanya membeli 100 UP, tetapi ada juga yang membeli 1000, 5000 atau bahkan 10.000 UP, tergantung dana yang dimiliki masing2 investor. Selain itu, anda juga harus membayar komisi untuk Perusahaan Reksa Dana (disebut Komisi Manajer Investasi), yang biasanya maksimal sebesar 2% dari total investasi anda.

 Selanjutnya karena reksa dana tersebut dialokasikan ke dalam Deposito Berjangka 1 bulan, maka tentunya setelah 1 bulan akan ada bunga deposito yang didapat, sehingga NAB dari UP anda akan naik.

Eeh…dilanjut ya, sharing tentang apa dan bagaimana Reksadana.

Dalam kenyataannya, perubahan NAB suatu reksa dana sangat bergantung pada instrumen investasi yang dipilih oleh Tim Pengelola Investasi. Apabila mereka memilih instrumen deposito sebagai wahana investasinya, maka NAB reksadananya akan terus naik dan tidak mungkin mengalami penurunan. Ini karena sifat deposito yang pasti memberikan keuntungan berupa bunga, sehingga akan terus menambah nilai aset reksadana. Karena itulah, reksadana yang pasti memberikan keuntungan ini disebut juga reksadana fixed income.

 

Tetapi, ada juga reksa dana yang khusus berinvestasi ke dalam saham. Saham, tidak seperti deposito, memiliki kemungkinan keuntungan yang tidak pasti sifatnya. Bisa naik, bisa pula turun. Karena itu, nilai UP pada reksadana saham memiliki kemungkinan untuk naik juga turun. UP yang tadinya anda beli seharga Rp. 1000,-, misalnya, bisa saja menjadi Rp. 900,- pada satu bulan kemudian karena saham2 yang dipilih oleh Manajer Investasi turun nilainya. Tetapi, saham juga memiliki keuntungan untuk naik nilainya, dan besar kenaikan tersebut bisa lebih besar daripada deposito. Itulah sebabnya, reksadana jenis ini disebut juga dengan nama reksadana growth income.

Selain itu, ada juga reksadana yang berinvestasi ke dalam obligasi (surat hutang), dan ada juga yang berinvestasi ke dalam kombinasi dua atau lebih instrumen investasi, seperti saham dan obligasi, atau obligasi dan deposito.

Jadi sebelum membeli reksadana, tanyalah pada si penjual reksadana atau bacalah terlebih dahulu prospektusnya sehingga anda tahu reksadana jenis apakah yang akan anda beli, apakah reksadana yang mengalokasikan investasinya pada saham, obligasi, deposito, atau kombinasi antara dua atau tiga instrumen investasi.

 

MENJUAL KEMBALI REKSADANA YANG TELAH ANDA MILIKI

Setelah beberapa waktu, anda bisa menjual kembali UP yang anda miliki kepada perusahaan reksadana anda. Jenis reksadana dimana anda bisa menjual kembali UP anda kepada perusahaan penerbitnya disebut Reksadana Terbuka (open-end mutual fund). Lawannya ada Reksadana Tertutup (closed-end mutual fund). Reksadana tertutup adalah jenis reksadana dimana anda tidak bisa menjual UP yang anda miliki kepada penerbitnya, tetapi anda hanya bisa menjualnya kepada investor lain, dan penjualan tersebut harus dilakukan lewat bursa.

 

REKSADANA APAKAH YANG HARUS SAYA BELI ????

Jangan pernah membeli reksadana tertutup. Belilah reksadana terbuka, karena bila sewaktu2 anda ingin menjual UP. anda bisa menjualnya kembali kepada penerbit reksadana anda. Dan perusahaan reksadana dilarang untuk menolak penjualan kembali UP dari nasabahnya. Ini tentunya akan menguntungkan anda. Sebaliknya, proses penjualan kembali pada Reksadana tertutup sering kali mengalami hambatan karena tidak selalu ada investor yang mau membeli UP reksadana anda. Jadi dengan kata lain, UP dari reksadana terbuka lebih likuid dari UP reksadana tertutup.

Perusahaan reksadana biasanya memiliki catatan tentang track record produk reksadana mereka selama beberapa bulan terakhir. Mintalah track record tersebut untuk dipelajar, sehingga paling tidak itu bisa menjadi gambaran perkembangan investasi anda nantinya, walaupun itu bukan merupakan jaminan, karena-sekali lagi-semua itu tergantung reksadana apa yang anda pilih.

 

APA KEUNGGULN REKSADANA ????

Yang pertama anda yang belum biasa melakukan investasi (terutama diluar produk investasi selain bank) akan sangat terbantu karena ada Manajer Investasi yang akan mengevaluasi investasi anda setiap harinya. Anda tidak perlu bersusah payah mengevaluasi, karena cukup mendapatkan reportnya setiap bulan atau beberapa bulan sekali.

Yang kedua, anda visa melakukan investasi dengan jumlah dana awal yang relatif kecil. Beberapa reksadana bisa dimulai hanya dengan dana awal Rp. 100.000,-. Bayangkan, anda tentu tidak bisa membuka deposito dengan dana sekecil itu. Selanjutnya reksadana yang akan melakukan investasi ke dalam deposito.

 

Ketiga, diversifikasi atau penyebaran resiko. Dengan reksadana, anda menyebar resiko investasi dengan leluasa. Sebagai contoh, bila dana anda hanya 1 juta rupiah, maka anda tidak mungkin bisa membuka beberapa deposito secara bersamaan di beberapa bank karena untuk membuka satu deposito saja dibutuhkan dana Rp. 8 juta rupiah. Tetapi dengan melakukan investasi di reksadana deposito, maka uang anda telah tersebar di berbagai deposito dalam berbagai bank, tanpa anda harus memiliki dana besar.

Yang keempat, dari segi perpajakan. Pembelian maupun penjualan kembali UP dari produk reksadana adala bebas pajak. Beneeerrrrrr g…. Mas Lastowo ????? Ini dilakukan atas kebijakan pemerintah cq Dirjen Perpajakan, untuk merangsang dunia investasi di Indonesia.

 

BISAKAH SAYA PERCAYA PADA MANAJER INVESTASINYA ????

Perusahaan Reksadana disebut juga Manajer Investasi. Sebetulnya dalam Bahasa Indonesia, kata manajer itu sendiri diperuntukkan bagi orang, bukan perusahaan. Tetapi dalam hal ini, kata Manajer Investasi diperuntukkan bagi perusahaan yang mengelola investasi anda. Orang2 yang bekerja di dalamnya, disebut Wakil Manajer Investasi.

Di perusahaan reksadana, ada dua tim yang mengurus investasi anda. Tim pertama adalah Komite Investasi, yang tugasnya mengatur strategi investasi. Tim kedua, Tim Pengelola Investasi, yang tugasnya melaksanakan pengelolaan investasi sehari2 berdasarkan strategi yang diberikan oleh Komite Investasi.

Dalam bahasa keuanga, orang2 yang tugasnya mengelola dana investasi seperti ini disebut fund manager. Untuk menjadi seorang fund manager, seseorang harus mendapatkan izin dari pemerintah cq Departemen Keuangan cq BAPEPAM. Untuk mendapatkan izinnya seorang calon fund manager harus melalui ujian yang tingkat kesulitannya sangat tinggi. Untuk mengetahui siapa saja fund manager atau anggota Tim Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi anda, bisa dibaca di prospektus reksadana anda.

 

BAGAIMANA KALAU PERUSAHAAN REKSADANANYA BANGKRUT ????

Produk Reksadana diterbitkan oleh Perusahaan Reksadana yang sekaligus bertindak sebagai Manajer Investasi. Karena itu, Perusahaan Manajer Investasi hidup dari komisi yang diterimanya sewaktu investor membeli UP.  Besar komisi ini biasanya maksimal 2% dari nilai UP yang dibeli nasabah. Dari komisi2 yg terkumpul inilah perusahaan reksadana menggaji dirinya sendiri. Kadang2 komisi juga didapat bila nasabah menjual kembali UP yang mereka miliki.

Mungkin saja terjadi, pendapatan yang diterima Manajer Investasi dari komisi2 lebih kecil daripada biaya2 yang harus dikeluarkan untuk membiayai perusahaannya. Akibatnya bisa saja Perusahaan reksadana tidak bisa hidup lebih lama, dan akhirnya bangkrut. Apakah harta reksadana yang dibeli para investor ikut hilang ????

Y, tidak lah yao….karena menurut peraturan Bapepam, harta reksadana harus disimpan dalam sebuah tempat terpisah, yang disebut dengan nama Bank Kustodian. Bank Kustodian adalah sebuah lembaga/badan yang sudah memiliki izin dari Bapepam untuk bisa menyimpan harta dari suatu aset reksadana. Perusahaan reksadana tidak boleh menyimpan sendiri harta reksadananya. Harus disimpan di Bank Kustodian.

Jadi bila perusahaan reksadananya bangkrut, maka harta reksadana yang anda miliki dijamin tetap aman. Bacalah prospektus reksadana anda, di situ akan tertulis Bank Kustodian mana  yang akan dipakai oleh perusahaan reksadana anda.

Category: Sharing
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response

  1. Bagus uraiannya…krn pasti bnyk tmn2 yg blm pada ngerti….

Leave a Reply » Log in