Tuesday, January 19th, 2010 | Author: admin

Woro-woro dari Ketua Umum IKA SMA 1 Slawi periode 2009-2014, dalam rangka membahas rencana kerja untuk 5 tahun yang akan datang. Akan diselenggarakan Rapat Kerja Program Lima Tahun. Yang rencananya diadakan pada:

Hari/Tgl    : Sabtu-Minggu/30-31 Januari 2010

Tempat     : Kediaman Bp. Krisnandi Bedeh 84 di Pandeglang

Agenda     :  Sabtu/30 Januari 2010-Membahas rencana kerja Pengurus Pusat IKA SMA 1 Slawi

Minggu/31 Januari 2010- Silaturahim ke Menteri Pertanian, Bp, Suswono

Basecamp untuk kumpul di kediaman Ketua Umum, Bp, Machrup Elrick di Jl. Manggarai Selatan IX No. 39 C, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Paling lambat jam 12.00 wib untuk bersama-sama berangkat ke Pandeglang.

Demikian informasi ini disampaikan dengan harapan seluruh pengurus baik pusat maupun koordinator wilayah dapat menghadiri acara tersebut. Terima kasih.

Category: Event  | Tags:  | One Comment
Wednesday, January 13th, 2010 | Author: admin

Pelindung : Kepala SMAN 1 Slawi
Penasehat : Dewan Guru SMAN 1 Slawi
Ketua Dewan Pembina : Ir. Suswono (Menteri Pertanian)
Anggota :
1.  Drs. Samsuri Gondokusumo (Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal)
2.  DR.Ir. Aji Sularso,Mna (Dirjen P2KP, Departemen Kelautan & Perikanan)
3.  DR. Ir. Ali Supardan MSi (Mantan Dirjen, Dep. Kelautan & Perikanan)
4.  Dr Abdul Djalil (Mantan Ka Dinkes Kabupaten)
5.  M Ramdhan (Mantan Kasek SMAN Balapulang)
6.  Drs.Agus Riyanto (Bupati Tegal)
7.  Herry Sulistyawan SH,MHum (Wabup Tegal)
8.  M. Nurdzaman, SH M69
9.  Sidi Hersanto SH. (Mantan Garuda Indonesia )
10. Darmawan Edi ( Mantan Kopassus )
11, Drs.Rasban Subiyanto.(63)
12, Sayuti

Tim Pakar :
Ir.Sudarsono
Ir. Heriyadi Dwijoyanto
Drs. Darmanto Marnadi
Drs. Marco Marnadi
Ir. Wahidin ( Kadis Perikanan Kab, Ciamis )
Sapto Jazz ( Belanda )
DR. Tajudin Noer ( Depsos )
Drs. Edy Kuscahyanto ( 77. )
 

Drs.Muafif Saleh (75)  

Ketua Umum : Machrup Elrick ,SH.MBA ( Staf khusus Mendagri mtn )

Ketua Harian : Dwi Handoko, SE (BUMN BRI)
Ketua I : Kol. Udara Winoto Hadiprayitno
Ketua II : Kol.Inf. Agus Kriswanto ( Danrem Sibolga )
Ketua III : Gunarto SH SE MHum (Purek II Unisula)
Ketua IV : Drs. Heru Susdiyantoro (Konsultan)
Ketua V : Drs. Abdul Fikri Faqih MM (DPRD Jawa Tengah)
Ketua VI : Abdul Wahid 75
Ketua VII : Drs. Harnoto ( Migas )
Ketua VIII: DR.Ir.Sofia Tarmidi ( KPU Kalbar )
Ketua IX : AKBP Krisnandi ( Banten )

Sekretaris Jenderal : Ir Moekti Sardjono, MSi ( Direktur di Deptan)
Wakil Sekjen I : Kristanto Budi Utomo (Guru SMAN Bojong)
Wakil Sekjen II : Aning Lapdiati (pengajar)
Wakil Sekjen III : Abdul Syakur (Dosen UNDIP)
Wakil Sekjen IV : Ir. Sudarjo Sumitro ( Perusahaan Swasta )
Wakil Sekjen V : Herry Prasetya (swasta)

Bendahara Umum : Siti Hadi Sulistya ( 76)
Bendahara I : Herni Sri Sujanti (Manajer Area Indosat)
Bendahara II : Indani Dwi Oktina (Swasta)
Bendahara III : Ibu Susmiati 81
Bendahara IV : Helmi Setiani SE ( Pekalongan )

Bidang- Bidang

1. Bidang Humas : Akhmad Rizal 89
: Laela Nurchayati (2001) (swasta)
: Anna Murti 88 (Staff Humas Dephan)
: Ratih Dewanti ( Pajak Jakarta )
: Heri Budiyanto (84 .Staff Dep Kominfo)

2. Bidang Pendidikan : Sobri 82 ( Pengajar )
: Khaqul Yaqin (2007) (mahasiswa)
: Purba Purnama 2000
: Waridin 86
: Sri Rochyati 80 ( Tegal )
: Mayor (Laut) Gentio Harsono
: Mayor (Udara) Yudi Pratikno ( 92)

3. Bidang Sosial : Cecep Sugianto ( 75 )
: Drs. Ismunandar ( Sekneg )75
: Ibu Emy 80
: Inge Krisnandi 90
: Tokhiri Suhardjo 89 ( Tegal )
: Papank Yudi Prasetyo 95 ( Brebes )

4. Bidang Usaha : Ir.Suko Purwosunu (82)
: Soni (1986) (swasta)
: Mujahidin Asa Putra (96)
: M. Kuwat Indriyanto (90)
: Guntoro Suwarno (87)
: Agung Riyanto (89)
: Sayuti Akhmad ( 85)

5. Bidang
Kebudayaan : Eko Toenas ( 75 Semarang )
: Teguh Puji Harsono ( 89)
: Daniel Prasetyo 98
: Wisnu Prapto Nugroho ( 92) Bandung

6. Bidang Rohani : H. Akhmad Hisyam 89
: H. Sjamsi Yuwono 76
: Sutarno 76
: Drs. Farid Ma’kruf 85

7. Bidang Pengabdian
Masyrakat : Untung Tri Budiharto ( 84)
: Bambang Prasetyono
: Drs. Hadi Mulyanto  80
: Ir.Mujiartiningsih
: Woro Ismunandar (78)
: Sukirman (BPS 76)

8. Tim Kesehatan/ Medis : dr. Titin Retnowati 78
: dr. Heru Padmonobo 89
: dr. Cholid Effendi 89
: dr. Isriyati 91
: dr. Era Susmoro (2000 )
: dr.. Chomimah.Spd.

9. Tim Advokasi/ Hukum : AKBP Darmanto MM (86) Kapolres K. Progo
: Imam Subeno SH (89)
: Fredy Mujianto,SH. SN 81 ( Tegal )
: Sugiharto SH (89)
: Tardi Juwardi SH (94)

Kordinator Wilayah.

Jakarta dsk. : Kol. Cku Drs. Edi Irianto
: Raharjo Hak
Aceh : .…………………..
Sumatera Utara : ………… ……… ..
Sumatera Barat : ………… . ……… ..
Riau Kepulauan /Batam : ………… ……… ..
Riau Daratan : …………………..
Jambi : Estiana Basuki
Bengkulu : ………… ……… ..
Lampung : Hajah Sensualita (76)
Sumaterra Selatan : Ir.Bambang Sulistyanto
Bangka Belitung : ………… ……… .
Jawa Barat :1.Bandung : .Ir,Heriyadi Dwijoyanto(75) .
2. Bogor : Letkol Cba Drs. Darmawan (81)
3.Depok : Dra. Nunung Sabariah ( 77)
4.Bekasi+ Krawang+ Purwakarta : Ir.Wahyudi

Banten ,Tangerang : Ir.Basuki (76).Deli Akhsanti ( Curug PLP)

Jawa Tengah :1.Semarang+ Magelang : Drs. Eko Supranoto 2.Surakarta : Emil Hussar
3.Purwokerto : Coupral Jono (75)
: Triwarno 75
: Marhadi 76
4.Tegal+ Slawi+ Brebes : Joseph Iswinarno
5. Pekalongan dskt. : Sentot Gerhana
: Sri Rejeki ( 81 )

Jawa Timur : Sumpono Bayu Aji
1. Surabaya : Sih Budiono 77
2. Malang : DR.Ir Bambang Susilo

D.I.Yogyakarta : Susrimasyatun, ST, Agustina Sintawati

Bali : ………… ……..

Nusa Tenggara Barat : ………… . ……… ….

Nusa Tenggara Timur : ………… ……… …..

Kalimantan Barat : Ir.Sofia Tarmidi

Kalimantan Tengah : ………… . ……… ….

Kalimantan Selatan : Karno, Toto

Kalimantan Timur : Widagdo

Sulawesi Selatan : Intan Dewi Kamali,SE. Ir. Edy Soediro

Sulawesi Tengah : ………… ……… ….

Sulawesi Tenggara : ………… ……… …..

Sulawesi Utara : ………… . ……… …..

Sulawesi Barat : ………… ……… ……

Maluku : ………… ……… …..

Gorontalo : ………… . ……… …..

MalukuUtara : ………… ……… …..

Papua : Patria SH.

Papua barat : ………… . ……… …..

KORDINATOR LUAR NEGERI.
Mayor Arif Hartoto ( Ditzi. AD Sesko Thailand )

KETUA ANGKATAN KELULUSAN
(Nama Ketua Angkatan akan dilampirkan dalam susunan kepengurusan)
 
 

 

 

 

Monday, December 21st, 2009 | Author: admin
Pada tahun 1960, sejumlah tokoh pendidikan di Kota Slawi, Kabupaten Tegal, dirundung kegelisahan. Maklum, sejak SMP 1 Slawi berdiri tahun 1957, kota ini belum memiliki sekolah lanjutan atas seperti SMA atau SMEA. Tak hanya para tokoh, masyarakat Slawi secara umum pun sangat merindukan hadirnya SMA yang mampu menciptakan kesinambungan pendidikan dari jenjang SMP ke SMA.
Ada salah satu tokoh Slawi yang menaruh perhatian besar terhadap dunia pendidikan. Dialah Marnadi (almarhum) yang kala itu memimpin partai PNI dan figurnya sangat berpengaruh di Pemerintah kota Slawi. Marnadi bersama sejumlah tokoh pendidikan, mengusulkan kepada Bupati Tegal Soetoro, agar didirikan sekolah lanjutan atas sesuai aspirasi masyarakat Slawi.
Gayung pun bersambut. Tak menunggu waktu lama, bupati pun membentuk Panitia Pendiri Sekolah-sekolah Lanjutan Atas yang diketuai oleh Umar Kasan, seorang wedana yang diangkat menjadi patih (setingkat wakil bupati). Sekretaris panitia dipegang Soetarjo,yang menjabat sebagai wedana slawi sedangkan Marnadi ditugasi menjadi bendahara,seksi pembangunan. Kepanitiaan juga dilengkapi dengan seksi pendidikan yang dipercayakan kepada Imam Sudjaki (kepala SMP 1 Slawi) bersama Samsuri Gandakusuma (guru di SMP 1 Slawi).

Cita-cita para tokoh Kota Slawi, baru menampakkan hasilnya pada tahun 1962. Setelah melalui diskusi panjang dan melelahkan bersama guru di SMA Negeri Tegal, dibentuklah SMA Negeri Slawi filial SMA Negeri Tegal dengan nama SMA Persiapan Negeri Slawi.
Sesuai skenario, Imam Sudjaki yang saat itu memimpin SMP 1 Slawi akan diplot menjadi kepala SMA Persiapan Slawi. Namun lantaran saat penerimaan murid baru, yang bersangkutan diangkat menjadi kepala SMP Klampok, Banjarnegara, maka kendali SMA Persiapan itu dipercayakan kepada Samsuri Gandakusuma. Samsuri pun ditugasi menjadi kepala sekolah.
”Saya masih ingat waktu bulan puasa dan tahun ajaran baru tahun 1962. Usia saya masih 30 tahun saat ditugasi menjadi kepala SMA Persiapan Negeri Slawi,” kenang Samsuri, salah saksi sejarah berdirinya SMA Negeri 1 Slawi, sekolah yang kini bersatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional.

Di bawah pimpinan Samsuri, SMA Persiapan yang menempati tanah milik Brigif IV itu, mulai melangsungkan kegiatan belajar mengajar. Pertama kali SMA ini ‘beroperasi’, hanya terdiri atas empat kelas, dengan 40 siswa perkelasnya. Para guru pun kebanyakan ‘pocokan’ seperti Sikoen Emidjojo, Ramdan, Khadimin, Arzani, Mukijo dan lain-lain. Tenaga TU pun hanya satu yaitu Fatimah dibantu oleh satu pesuruh yaitu Sirya, orang Dukuh Salam.
Ketika SMA Persiapan berdiri, saat itu tengah terjadi perubahan sistem pendidikan di SMA, dari SMA yang berstatus SMA A, B, C, D diubah menjadi SMA gaya baru dengan SMA dengan 4 Jurusan tapi satu sekolah. Empat jurusan itu meliputi IPA, Biologi, IPS dan Bahasa

 
Mimpi jadi kenyataan
Setelah SMA Persiapan berdiri, bukan berarti mimpi pejuang-pejuang pendidikan Kota Slawi berhenti. Dengan status SMA yang masih menginduk SMA Negeri Tegal, mereka belum puas. Upaya untuk mengentaskan SMA Persiapan ke SMA yang ‘diakui’ terus dilanjutkan.
Pada suatu ketika, ada kabar Inspektur P dan K dari Jakarta yang meresmikan sekolah di Brebes, akan mampir ke Slawi untuk melihat SMA Persiapan ini. Nah, kesempatan inilah yang bakal dimanfaatkan guna menggolkan mimpi tersebut.
”Hari ini saya terima telpon, besok inspektur mau ke SMA. Karena mendadak, saya sempat bingung soalnya harus mempersiapkan administrasi dan kebersihan. Terus sapa sing ngeludi kelas ben bersih ? Kira-kira si Sirya bisa ora ya ngurusi yang berat-berat?” ujar Samsuri. Di tengah mepetnya waktu, saya juga mengerahkan anggota-anggota Pemuda Demokrat (karena waktu itu Samsuri juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Demokrat) akhirnya secara bergotong-royong dengan lampu patromaks, semua kelas dibersihkan demi menyambut tamu agung tersebut, dan keesokan harinya mengundang guru-guru dari SMA N Tegal diantar jemput langsung oleh Wakil Bupati.

Pertemuan dengan inspektur itu memang penting. Dari sanalah gagasan untuk mengubah SMA Persiapan menjadi SMA Negeri Slawi dimulai. Ketika itu beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya kepala sekolah adalah berstatus pegawai negeri dan sekolah sanggup menyediakan rumah untuk kepala sekolah.
Atas jasa Marnadi, Samsuri berhasil memenuhi persyaratan itu, salah satunya dengan menyediakan rumah dinas untuk kepala sekolah di Dukuh Salam, bekas tempat tinggal orang tua Samsuri . Namun, ketika sekolah itu mau diresmikan sebagai sekolah negeri, Samsuri memilih menjadi guru saja di SMP 1 Slawi. Kepala sekolah definitif SMA Negeri Slawi yang melanjutkan tongkat estafet Samsuri, adalah Rahardjo.
Saat matahari berada di titik kulminasi, pada tanggal 23 September 1963, sebuah momen penting telah terjadi. Rahardjo menerima SK pengangkatan sebagai kepala sekolah definitif untuk kali pertama. (wisnu, indani, syakur)

Tuesday, December 01st, 2009 | Author: admin

Sabtu, 28 November 2009 lalu di pemancingan Lebaksiu diadakan Sarasehan Alumni SMA 1 Slawi yang dihadiri kurang lebih 40-an alumni dari lintas angkatan. Yang hadir diantaranya Bp. Abdul Wahid, Bp. Yoseph Iswinarno dari Katul, Komunitas Tujuh Lima. 76 diwakili Bp. Machrup Elrick. HADI, Himpunan Delapan Puluh datang berombongan Ibu Emy, Bp. Susilo, Bp. F. Mujianto dkk. 81 hadir dari Kedungwuni, Ibu Sri Rejeki lalu bendahara 81, Bu Susmiati hadir diiringi Bpk. Haryoto. Alumni 82 dihadiri ketuanya, Bp. Handoko & Bp. Sobri. 83 diwakili mas Kristanto Budi U. Alumni 86 dipimpin mz. Soni Nusa hadir bersama mas Yudo & Bu Endang.

 

Interstate 89 direncanakan akan diwakili mas Akhmad Rizal, terpaksa batal hadir karena sakit (yg jelas bukan keracunan Kempong, y, mz…). Dan I-89 lainnya, mas Teguh Puji Harsono, terpaksa “kabur” karena tidak mau dianggap dihukum. Maklum beliau lebih suka duduk “mojok”. Matur nuwun mas Very Yulianto yang mengikuti acara sampai selesai. Aneh bin ajiiibbb… angger wong Lebaksiu ora teka, y, mas….

 

92 biasa laah yaawww…diwakili profesor kita, mas Abdul Syakur & mbak Sri Haryati. Seksi sibuk, karena jadi panitia dadakan (maklum tukang woro-woro & Pendiri Grup FB Alumni global, ketinggalan bis & terdampar di tengah hutan Sumsel) sehingga mas Herry Prasetyo 94 & mbak Indani 96 mudah-mudahan ora kapok, mengurusi tetek bengek Sarasehan.

 

98 diwakili mas Tryas Wahyudianto, 99 ada mas Daniel, 2001 mbak Laela Nurcahyati, 2005 dipimpin mantan ketosnya, mas Dwi Kartiko datang bareng mas Aroem Rogo & mas Akhmad Budi. 2006 ada pak polisi kita, mas Syarif Muji dan teman-teman dari 2007 sekaligus ketua Formassi, mas Tazul Arifin & mas Khakul Yaqin.

 

Sarasehan Alumni SMA 1 Slawi ini selain bersilaturahim dengan ketua IKASMANSAWI, dr. M. Abdul Djalil, Mkes., juga menunjuk Bp. Machrup Elrick 76 sebagai Ketua Umum IKASMANSAWI periode 2009-2014. Mengingat IKASMANSAWI yang dibentuk kurang lebih tahun 2000 an, vakum kegiatan & pengurusnya.

Ditunjuk pula Ketua Harian IKASMANSAWI, Bp. Dwi Handoko yang merupakan alumni 82. Dengan pertimbangan domisili beliau di seputaran Slawi dus keaktifan beliau dalam berbagai kegiatan alumni, terutama alumni 82.

 

Sementara ini belum dapat dirilis secara terbuka susunan pengurus IKASMANSAWI periode 2009-2014 karena belum lengkap, mengingat masih dalam penggodokan oleh Ketua Umum & Ketua Harian.

 

Harapan seluruh alumnisma1slawi, IKASMANSAWI lebih “Hidup”. Mengingat hampir semua bidang terdapat alumnisma1slawi. Team work adalah suatu upaya pencapaian yang jauh lebih efektif dan lebih efisien, dibandingkan dengan bekerja secara perorangan.

Hampir semua orang menyadari akan arti pentingnya “team work”. Secara umum suksesnya sebuah usaha sangat bergantung pada tiga faktor, yaitu: AKSES, MODAL dan SKILL. Jarang yang memiliki ketiga hal tersebut.

 

Permasalahannya, orang-orang yang memiliki “kelebihan” di atas tidak saling mengenal dan tidak saling mengetahui. Yang memiliki modal tidak mengetahui bagaimana cara terbaik untuk mengelola uang agar bisa menjadi usaha. Yang memiliki skill tidak tahu bagaimana cara memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya, dan yang memiliki network tidak tahu apa manfaat dari jaringan luas yang dimilikinya.

 

Tiga faktor yang dimiliki alumnisma1slawi ini tak akan berhasil jika alumnisma1slawi yang memiliki modal tak “menzakatkan” modalnya kepada orang yang memiliki skill & network, dan sebaliknya orang yang memiliki skill menzakatkan skill-nya kepada yang memiliki modal atau network. Begitu juga orang yang memiliki network menzakatkan networknya kepada mereka yang memiliki skill atau bahkan pemilik modal, sehingga tercipta suatu sinergi untuk mencapai suatu tujuan secara bersama-sama.

 

Zakat di sini adalah memberikan salah satu hal yang alumnisma1slawi miliki kepada orang lain, artinya membantu orang lain sekaligus membantu diri sendiri. Kunci sinergi di sini adalah sebuah “kepercayaan”. Diperlukan kejelian melihat kemampuan orang-orang yang akan alumnisma1slawi “zakatkan”, yaitu kemampuan mengenal “kemampuan”, sehingga alumnisma1slawi tidak salah dalam melihat dan mengenal orang lain. “Mata hati” alumnisma1slawi yang tajam akan mampu melihat siapa orang yang berada di hadapan kita. Dan tentu saja dengan prinsip “husnu-dzan” yang bersih dan bebas dari belenggu “su’udz-dzan (prasangka buruk) kepada orang lain.

 

Semoga IKASMANSAWI dapat menjadi wadah yang dapat menyatukan 3 faktor (Akses, Modal & Skill) alumninya untuk lebih bermanfaat bagi alumni, almamater & masyarakat Kabupaten Tegal pada umumnya. Karena zakat di sini adalah suatu upaya untuk memberikan kesempatan kepada orang lain untuk melakukan suatu kolaborasi dengan kita. ZAKAT KOLABORASI.

Category: Event  | Tags: ,  | 3 Comments
Tuesday, November 24th, 2009 | Author: admin

Ibadah qurban melambangkan tingkat kepasrahan/berserah diri tertinggi hanya kepada Allah dengan segala keikhlasan jiwa dan raga, sekaligus melatih melepaskan berhala-berhala yang mungkin telah kita sembah selain Allah Yang Maha Esa, disadari atau tanpa disadari. Kita tidak mempersembahkan hewan qurban kepada Allah Yang Maha Kaya itu, tetapi justru untuk membebaskan diri dari belenggu-belenggu yang telah membuat kita lupa dengan prinsip tunggal kita yaitu Allah Yang Maha Esa. Menyembah sesuatu yang sangat kita cintai, seperti kedudukan, uang, harta, nama, keluarga, atau anak, membuat iman kita goyah.

 

Qurban, bukan berarti Allah melarang kita mencintai anak atau harta kita. Bukankah semua itu fana dan akan hilang ? Marilah kita berpikir sejenak. Apabila terlalu mencintai “hal itu” secara berlebihan, bahkan melebihi cinta kepada Allah Yang Maha Esa, maka semua itu hilang, anda akan kehilangan pegangan. Allah Maha Tahu. Idul Qurban justru merupakan perwujudan sifat Allah Yang Maha Melindungi Batin.

 

“Ketahuilah bahwa kekayaanmu dan anak-anakmu hanyalah ujian (bagimu). Dan bahwa Allah, pada-Nya lah pahala yang besar.” Q.S. 8 Al Anfaal ayat 28

 

Qurban adalah suatu pelatihan untuk mengembalikan diri kita kepada fitrah diri, yaitu Star Principle. Monotheisme, hanya menyembah dan berprinsip kepada Allah Yang Maha Tunggal, tidak ada yang lain. Laa Ilaaha Illallah.

 

“Sungguh, kita adalah milik Allah, dan kepada-Nya kita kembali.” Q.S. 2 Al Baqarah ayat 156.

 

 

 

SELAMAT IDUL ADHA 1430 H….

Thursday, November 19th, 2009 | Author: Aning

Mas Abdul Chafid yang ngirim artikel ini. Semoga bermanfaat….

Rata-rata bobot bayi Indonesia berusia dua tahun lebih rendah 2 kg dari bobot bayi bangsa lain pada usia yang sama.

Tinggi badannya juga lebih rendah 5cm. Fakta lain konsumsi susu anak-anak Indonesia ternyata juga lebih rendah dibandingkan anak-anak bangsa lain. Butuh 600 tahun untuk mengejar ketinggalan dari Amerika Serikat !

Bicara soal pertumbuhan, memang tak bisa lepas dari ihwal konsumsi kalsium. Mineral satu ini sangat berperan dalam pertumbuhan tulang, dan juga gigi. Sebagai gambaran, saat kanak-kanak, penyerapan kalsium dan makanan bisa mencapai 75%. Lalu menyusut hingga 20 - 40% begitu menginjak usia dewasa. Puncak pembentukan massa tulang terjadi pada usia 25 tahun.

Itu sebabnya, membiasakan minum susu sebagai sumber utama kalsium pada anak-anak menjadi penting, sebab mineral kalsium diperlukan untuk memperbaiki sosok anak.

Banyak orang menyimpulkan, ketertinggalan anak Indonesia dari bangsa lain dalam hal pertumbuhan itu boleh jadi berhubungan dengan kurang diminatinya susu di negeri ini. Survei perusahaan riset global Canadean (2004) menunjukkan, konsumsi susu sapi segar di Indonesia termasuk paling rendah di Asia.

Memang selama 30 tahun, dari 1970 - 2000, menurut catatan Prof. Ali Khomsan, guru besar ilmu pangan dan gizi IPB, tingkat konsumsi susu di Indonesia naik sebesar 4,68 l/kapita/tahun menjadi 6,5 l/kapita/tahun (2000).

Celakanya, angka itu belum apa-apa jika dibandingkan dengan di negara lain. Boro-boro mengejar ketertinggalan konsumsi susu dan Amerika Serikat yang 100 l/kapita/tahun. Untuk bisa menyalip Malaysia yang konsumsi susunya 20 l/kapita/tahun saja perlu waktu 120 tahun. Apalagi mau menyamai Amerika Serikat. Butuh waktu 600 tahun !

Dalam soal asupan kalsium pun lagi-lagi kita kalah jauh. Rata-rata konsumsi kalsium di AS mencapai 743 mg/hari. Sementara kita cuma 23 mg/hari, dan 1/40-nya berasal dari susu. Bila digolongkan menurut umur, anak-anak memerlukan asupan kalsium 1.179 mg/hari dan dewasa 530 mg/hari.

Perlu juga diketahui, jaringan tulang tak pernah berhenti bergiat, secara teratur berubah bentuk, patah, dan tumbuh lagi. Sebuah kerja yang memerlukan asupan sumber kalsium tinggi seperti susu. Kalsium di dalam tubuh sebagian dikeluarkan secara teratur lewat air seni, keringat, dan tinja. Karena itu untuk menggantikannya, dalam sehari kita perlu asupan 800 - 1.200 mg kalsium.

Susu memang bukan satu-satunya sumber kalsium. Namun, Untuk mendapatkan jumlah kalsium yang setara dengan 250 ml susu cair segar, misalnya, kita harus menyantap 1.000 ml brokoli dan 12 potong roti gandum. Padahal satu gelas susu saja sudah mengandung 358 mg kalsium.

Kurang lancarnya gelontoran susu dipercaya sudah terjadi sejak anak masih bayi. Seperti dimaklumi, sumber pangan pertama yang tersedia bagi bayi baru lahir ialah air susu ibu (ASI). Namun, Survey Demografi Kesehatan Indonesia 1997 dan 2002 membuktikan, perilaku pemberian ASI di negeri ini tak menggembirakan. Pada 1997 jumlah ibu yang menyusui bayinya mencapai 96,3%. Angka itu turun menjadi 95,9% pada 2002.

Sementara jumlah ibu yang menyusui anaknya saat masa emas (satu jam pertama setelah kelahiran) hanya 3%. Pemberian ASI eksklusif (hanya ASI, tanpa tambahan susu formula dan bahan makanan lain) selama enam bulan pertama pascalahir pada 1997 hanya 42,4%, dan turun menjadi 39,5%  pada 2002.

Jadi, sejak awal, bayi-bayi kita memang sudah bermasalah dengan konsumsi susu.

 

·         Kita masih menyimpan “kutukan” lain soal susu, yakni pola konsumsinya yang penuh anomali.

Dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang konsumsi susu cairnya jauh lebih rendah daripada susu bubuk. Ini dipercaya berkaitan dengan rendahnya tingkat ekonomi masyarakat kita.

Susu cair harus cepat habis diminum dan ditaruh di kulkas begitu kemasannya dibuka. Makanya, kalau tak punya kulkas, susu bubuk menjadi pilihan yang lebih praktis. Padahal, susu cair segar masih mengandung gizi dan rasa alami.

Dalam kondisi murni alias belum diolah, susu sapi mengandung 3,5% total protein, yaitu 2,8% casein (protein utama susu berbentuk gumpalan) dan 0,7% whey (protein utama susu berbentuk cair). Susu juga berisi 3,7% lemak, 4,8% karbohidrat, dan 0,7% abu.

Kandungan utama susu segar yaitu air, lemak, protein, laktosa, dan mineral. Susu juga memiliki sejumlah zat lain macam enzim, vitamin, dan fosfolipid (zat berbahan seperti lemak). Laktosa, jenis gula yang hanya ada dalam susu, merupakan karbohidrat sederhana yang membantu penyerapan kalsium dalam tubuh.

“Tapi ‘kan tak mungkin mereguk susu segar yang baru diperah begitu saja dari ambing sapi,” canda Prof. Made Astawan, guru besar Teknologi Pangan dan Gizi IPB. Mengapa? “Karena sarat kandungan gizi dan cairan, susu menjadi media sempurna pertumbuhan bakteri, hingga cepat asam dan basi.” Karena tak mungkin langsung mengonsumsi dari sumbernya itulah, sejak dulu selalu dicari cara terbaik agar susu segar tahan lama.

Awalnya, susu didinginkan pada suhu 0 - 4°C. Pada kondisi ini, umur simpannya maksimal 48 jam. Kemudian ditemukan cara pasteurisasi (di pasar swalayan, kita bisa mendapatkan kemasan susu pasteurisasi di lemari pendingin). Susu dipanaskan 72°C selama 15 detik, dan disimpan dalam suhu 5- 7°C, sehingga daya tahannya maksimal menjadi 14 hari. Berikutnya, ada “susu sterilisasi konvensional”, yang dipanaskan pada suhu 120°C selama 15 menit. Dalam kemasan yang belum dibuka, umur simpan susu ini bisa mencapai enam bulan.

Lalu ditemukan cara pengawetan yang membuat susu segar jadi “susu bubuk kering” dengan pemanasan 80°C selama 30 detik, dikeringkan dengan spray dryer atau roller dryer sekitar dua jam per ton pada suhu 180°C, Susu pun bisa awet sampai dua tahun dalam kemasan aluminium dan kotak karton.

Celakanya, pola pemanasan itu selain membunuh bakteri, juga mengikis vitamin, mineral, dan enzim. Protein pun rusak sekitar 30%. Kerusakan itu coba ditebus dengan menambah zat gizi yang hilang, tapi kondisinya takkan sama seperti semula. Apalagi, menurut Made Astaman, bisa timbul reaksi Maillard, yaitu terjadi pigmen coklat antara gula dan protein susu karena pemanasan yang lama, menyebabkan protein makin sulit dicerna.

Akhirnya, upaya mengawetkan susu dan gizinya sampai pada metode  “susu UHT” (ultra high temperature), yaitu memanaskan susu segar selama empat detik pada suhu 140°C untuk mematikan semua bakteri tanpa merusak mutu gizinya. Teknologi pengawetan ini diiringi penemuan teknologi pengemasan aseptic pada 1989, yang menggunakan enam lapis kertas, plastik polyethylene, dan alumunium foil yang mampu melindungi susu dari udara luar, cahaya, kelembaban, aroma luar, dan bakteri.

Susu UHT dalam kemasan aseptik ini tahan disimpan dalam suhu kamar sampai 10 bulan, tanpa bahan pengawet. Di pasar swalayan, kita bisa menemukan susu jenis ini di rak biasa, sejajar dengan kemasan pangan kering lain.

Sampai saat ini, susu berkemasan aseptik dianggap sebagai penemuan terbesar dalam teknologi pengemasan pangan 50 tahun terakhir. Namun, begitu kemasannya dibuka, harus tetap masuk kulkas. (Intisari).

 

 

Friday, November 06th, 2009 | Author: Meiyani

Seorang raja Sisilia memiliki sebuah mahkota yg terbuat dr emas murni. Dia bingung, krn ia tdk mengetahui berapa volume dr mahkota emas miliknya itu. Lingkaran mahkota itu penuh dgn ukiran2, shg mustahil utk bisa diukur. Kemudian ia memerintah seorang ilmuwan utk mengukur berapa volumenya. Sang ilmuwan harus berusaha mencari jawabannya. Tetapi sangat sulit mengukur berapa volume mahkota yg sgt sarat dgn ukiran itu. Dia hampir putus asa. Segala upaya telah dilakukannya, tetapi tdk juga berhasil menemukan jawaban yg memuaskan. Tambahan lagi ini adl sebuah perintah dr seorang raja yg sgt dihormati, serta sangat berkuasa kala itu.Ketika ia sedang mandi berendam sambil merenungi tugas yg diterimanya, tiba2 pd saat ia begerak, air di dlm bath tub-nya tumpah. Dia memperhatikan hal itu, air yg tumpah itu. Kemudian dia keluar dr dlm bath tub tsb, dan diisinya kembali dgn air sampai penuh, lalu dia mencelupkan kakinya, kembali airnya tumpah. Diperhatikannya air yg tumpah itu dgn seksama. Ia tdk merasa puas, kemudian merendamkan seluruh badannya, air yg tumpah semakin banyak. Aha..!! dia menemukan jawabannya. Tiba2 saja sang ilmuwanitu berteriak2 sambil berlari keluar dr kamar mandi sampai ke jalan raya, dan berteriak2: “Eureka!” (saya dapat!), “Eureka!”. Saking girangnya, dia lupa bahwa dia masih dalam keadaan telanjang bulat.
Setelah berpakaian rapi, kemudian dia bergegas menghadap sang raja, dgn berbinar2 dia mengatakan bhw dirinya sudah bisa menemukan jawabannya. Ia bisa mengukur berapa volume mahkota emas itu. Di hadapan sang raja, dia memasukkan mahkota itu ke dalam suatu tempat (bejana) yang terisi penuh air. Lalu air yg tertumpah dimasukkkan ke dalam gelas pengukur. Dan terjawablah berapa volume dari mahkota emas yg penuh ukiran itu.
Sang ilmuwan itu bernama ARCHIMEDES, yg kemudian namanya diabadikan utk mengingat hukum:
BERAT JENIS = BERAT : VOLUME
Kesimpulan cerita di atas:

Itulah contoh asal muasal suatu ilmu pengetahuan dan peradaban manusia yg dimulai dgn kata “IQRA” atau bacalah. Hal ini juga terjadi akibat dr dorongan suara hati untuk ingin selalu mengetahui berbagai hal. Ini adalah dorongan sifat Allah Yang Maha Ilmu, yg bersemayam di setiap jiwa manusia, sebuah dorongan untuk belajar.

..Dan bukanlah kau yang melempar ketika kau melempar, tetapi Allah yang melempar, untuk menguji orang beriman dengan cobaan yang baik daripada-Nya.

Q.S. 8 Surat Al Anfaal ayat 17.

Category: Sharing  | Tags: ,  | Leave a Comment
Friday, October 23rd, 2009 | Author: admin

Selamat berkarya untuk Bapak Suswono, alumnisma1slawi yang telah dilantik secara resmi sebagai Menteri Pertanian di Kabinet Indonesia Bersatu II. Semoga dapat mengemban amanah dengan baik & membawa harum almamater SMA 1 Slawi….

 

Menyatakan janji adalah suatu pekerjaan yang sangat mudah. Menepati janji adalah suatu langkah emas yang bisa dilakukan untuk meraih kepercayaan yang sangat tinggi. Meskipun itu hanya sebuah janji kecil, hal itu sangat berpengaruh pada kredibilitas yang sudah dimiliki. Berjanji adalah sesuatu yang amat penting, begitu pentingnya, maka mendapat perhatian sangat serius dari Tuhan. Sebaliknya, tidak menepati janji adalah suatu langkah sangat mematikan kredibilitas seseorang. Oleh karena itu, janganlah berjanji sekiranya tidak bisa ditepati. Pada saat berjanji, kita menarik energi suara hati orang lain secara besar-besaran yaitu sebuah harapan. Lalu energi itu kita bawa pulang. Kalau tidak dikembalikan, keseimbangan orang lain akan terganggu, karena harapan tersebut telah kita tarik, dan belum kita kembalikan. Ingat, hukum aksi min reaksi, suatu aksi akan menimbulkan reaksi.

Category: Sharing  | Tags:  | 3 Comments
Wednesday, October 14th, 2009 | Author: admin

SMA 1 SLAWI RSBI, Rintisan Sekolah Ber tarif Internasional. Begitu terdengar nada sumbang di sekitar kita tentang almamater tercinta. Dus, orang-orang yang belum mengerti apa itu RSBI akan menambahi dengan opini, dengan status RSBI, SMA 1 Slawi hanya menerima siswa berorang tua mampu saja.

 

Masak sih, sebagai alumnisma1slawi bernada sumbang juga mengenai RSBI SMA 1 Slawi ?? Yuukkk…mareee…kita ketahui lebih dalam apa itu RSBI, Rintisan SMA Bertaraf Internasional.

 

Dasar hukumnya Pembukaan UUD 1945, mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Dan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 50 ayat 3: pemerintah dan atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional.

 

Tapi apa sih, Sekolah Bertaraf Internasional itu ???? sebenarnya SBI merupakan sekolah yang memenuhi standar nasional pendidikan dan berkeunggulan sehingga lulusannya mempunyai daya saing global.

 

Dan standar nasional pendidikan itu, kalo mau ngintip Peraturan Pemerintah RI no. 19 tahun 2005 meliputi 8 standar nasional pendidikan meliputi: Pendidik & Tenaga Kependidikan, Isi, Proses, Sarana & Prasarana, Penilaian, Kompetensi Lulusan, Pengelolaan dan Pengelolaan.

 

SMA 1 Slawi sudah tiga tahun ini menjalankan RSBI, sedangkan siswa X dan XI yang sudah menjalani program ini.

 

Lalu apa bedanya RSBI dengan SBI ??? yaaahhh…R-nya di sini Rintisan untuk menuju SBI, gitoooo….

setiap tahun ada tim monitoring dan evaluasi dari dinas terkait dari pusat untuk “menilai” pemenuhan standar nasional pendidikan oleh sekolah. Sehingga berubahnya RSBI ke SBI tentunya…atas keberhasilan sekolah selain pemenuhan SNP juga pengembangan & prestasi yang berhasil diraih oleh sekolah dan siswanya.

 

Trusss….dengan ber RSBI/SBI mengapa jadi mahal ongkosnya ???? nah, lo….

tanpa ber RSBI/SBI ria pun sebenarnya biaya pendidikan selalu meningkat tiap tahun. Kalo mau ngintip dikit Peraturan Pemerintah RI No. 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan SBI. Sebenarnya, biaya ini ditanggung oleh Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, Komite Sekolah (orang tua murid) dan pihak asing yang tidak mengikat dan Dunia Usaha & Industri.

 

Namun teman alumnisma1slawi perlu ingat, bahwa APBN & APBD tiap daerah dan alokasi untuk pendidikan berbeda-beda toh ???? sehingga kalo dari sisi sekolah, bingung juga kalee, yee….satu sisi ingin ber RSBI/SBI demi lulusannya bisa berdaya saing global tapi dari sisi biaya kudu berhitung lebih cermat. Karena biaya ini 50% nya didapatkan dari usaha mandiri, 30% dari pemerintah provinsi dan 20% dari pemerintah daerah. Teorinya…..

 

Kalo gitu, gak usah  lah yawww…SMA 1 Slawi ber RSBI/SBI…iiddiiihhh….kalo gak diambil duluan, bisa kesamber sekolah lain. Secara….SMA 1 Slawi sudah lama berdiri dan nomor satu gituuu…..

Tetapi sebenarnya masalah biaya ini dapat teratasi andai kata, orang tua siswa yang mampu secara ekonomi berkontribusi lebih besar sehingga dapat mensubsidi silang dan memberi kesempatan siswa berorang tua tidak mampu namun berprestasi dapat menikmati pendidikan yang sama.

SMA 1 Slawi pun sudah memberikan Rp. 0,- bagi siswa yang berorang tua tidak mampu dan telah mengajukan surat keringanan biaya sekolah. Tentu setelah melalui proses penelitian dsbnya.

 

Masih lom jelas juga soal SMA 1 SLAWI ber RSBI ???? monggo….dapat ditanyakan via boks komentar di bawah artikel ini. Or mo japri dhewek ke pihak SMA 1 Slawi sambil berkangen ria ?? silakan bertemu dengan Bp. Sapto Sri Nugroho, beliau koordinator RSBI SMA 1 Slawi. Tapi sebelumnya konfirmasi dulu, ya, karena beliau mempunyai kesibukan yang luar biasa. www.alumnisma1slawi.com pun berhasil menurunkan artikel ini setelah beberapa kali bertemu dan ngobrol dalam berbagai kesempatan.

 

Sebagai alumnisma1slawi, sejatinya mendukung SMA 1 Slawi ber RSBI menuju SBI. Di sisi mananya, alumnisma1slawi dapat berkiprah demi suksesnya SMA 1 Slawi menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global, harus ada komunikasi intensif antara alumni dengan almamaternya. Tentu, alumnisma1slawi melalui wadahnya donnngg….mana nih, wadah resmi berisikan alumnisma1slawi lintas angkatan dan berkesinambungan menjalin silaturahim baik sesama alumni maupun dengan almamaternya.

 

Mana, ya….??????

Category: Profil  | Tags: ,  | 3 Comments
Friday, October 09th, 2009 | Author: admin

Reuni nya udah hampir dua minggu yang lalu, baru sekarang dicritain ???? OMG….kemana aja, ya, pengasuhnya….

 

Ternyata masih sibuk  sebagai buntut Alumni Berbakti Sosial dan Temu Kangen Alumni Lintas Angkatan, yang diselenggarakan atas kerjasama yang apik lintas angkatan pada tanggal 24 September 2009.

 

Bukan buntut kekisruhan….

Tapi masih ada Pekerjaan Rumah yang harus diselesaikan, bikin buku sejarah berdirinya SMA 1 Slawi !!!! yuuupp…ditunggu tanggal terbitnya, ya….

 

Dengan segala puji syukur, Alumni Berbakti Sosial & Temu Kangen Alumni Lintas Angkatan terselenggara pada hari Kamis, 24 September 2009 lalu. Susah juga….mengumpulkan 30 angkatan, dari lulusan 60 an sampai dengan 2000 an. Susah, karena update data alumni all session tak juga selesai pada saatnya. Maklum, saking banyak dan mumetnya mencari data di sekolah. Baru beberapa angkatan/lulusan yang terdata di database www.alumnisma1slawi.com. Baik yang konfirmasi untuk konsolidasi maupun didapat dari data yang dipinjam ke sekolah.

 

Truussss…acaranya gimana ????? iiihhhh…senengnya melihat begitu banyak peluk rindu, begitu banyak jabat tangan, begitu bahagia telunjuk diarahkan ke berbagai penjuru aula SMA 1 Slawi. Mengingat kembali bekas kelas 1, kelas 2 maupun kelas 3. Lulusan jadul, 89 ke atas pasti terkagum-kagum dengan kondisi sekolah yang hampir “naik” ke atas. Mengingat, tahunan 90 an baru beberapa kelas saja yang berdiri di lantai 2. Dan sekarang ???? hhhhmmm…..

Terdengan gelak tawa di mana-mana….mengenang kembali kenakalan, kejahilan sesama teman seangkatan.

 

Berdasarkan buku tamu yang diisi alumnisma1slawi, hampir 600 an alumnisma1slawi hadir dari hampir seluruh pelosok tanah air. Padahal berdasarkan daftar konfirmasi yang panitia susun, hanya 350 an alumni yang berencana hadir. Kompak betul, alumnisma1slawi, y……

Padahal panitia tidak menyebarkan undangan resmi, hanya promo melalui TV, Radio, Koran dan spanduk yang dipasang di beberapa tempat saja.

 

Reuni Akbar ini selain dihadiri oleh alumnisma1slawi, juga bisa menghadirkan Pendiri SMA 1 Slawi, Bp. Samsoeri Gondokusumo, dengan beberapa mantan guru yang pertama kali mengajar. Tampak Bp. Sikoen, Bp. Ramdhani & Bp. Akhmad Suyuti. Dari beliau, generasi muda alumnisma1slawi (90 an kebawah) mendapat banyak cerita tentang sejarah berdirinya SMA 1 Slawi langsung dari narasumbernya. Alhamdulillah….

 

Sayang sekali, angkatan I, II, III hanya diwakili oleh Sekretarisnya, Bp. Soekotjo. Karena pada hari dan tanggal yang sama, sekitar 70 an alumnisma1slawi yang merupakan lulusan pertama SMA 1 Slawi juga mengadakan reuni di Slawi. Andai bisa bergabung dengan Temu Kangen Alumni Lintas Angkatan, serunya….

 

Tampak hadir, Bp. Nurzaman mewakili lulusan 69. Bapak Darsono, alumni 70. Alumni 74 terwakili oleh hadirnya Bp. Darmanto Marnadi. Dari Katul, Komunitas Tujuh Lima, panitia mendapat masukan positif dari Pak Abdul Wahid, Pak Fasichin dan romantic couple of alumnisma1slawi, Bp. Cecep Sugiyanto.

 

Alumni Berbakti Sosial & Temu Kangen Alumni Lintas Angkatan ini tak akan terselenggara meriah tanpa dukungan penuh alumnisma1slawi tahun 76, Bp. Machrup Elrick beserta keluarga & his gang, he..he..he..

Sayang sekali, wakil dari 77 tak tampak hadir, karena masih di Klaten, ya, Pak Masruri….

Alumni 78 & 79, siapa ya…..

80, hayyaaa……senyumnya bertebaran dimana-mana. Karena rajin sekali datang ke SMA 1 Slawi mengecek status panitia, he..he…he..Matur nuwun Pak Sentot, Pak Hadi dkk yang bisa hadir. Sayangnya, Bu Mulastri absen….

81 kompak habis….ketua alumni 81, bp. Beni Wahyu, sabar menanti kedatangan teman-teman 81 nya yang ternyata hadir secara berombongan. Dan ogah pisah sekalipun menulis di buku tamu…

 

Alumni 82, matur nuwun Pak Untung Susmoro…tanpa informasi dari beliau, panitia gak akan mengenal Pak Oty selain Pak Karno & Pak Tri Prihastomo yang jauh-jauh datang dari Batam.

Lulusan 83, hhhhmmm…selain pak Kristanto BU, tampak mencari kawan-kawannya bu Heny Mustajab. Kesiangan y, bu…jadilah ibu yang datang dari Purwakarta ini tak dapat berjumpa dengan grupnya. Kejadian lucu terjadi, saat pak Lukas Hartono menanyakan yang mana Aning Sujatmo pada orangnya…maklum, selama ini hanya kontak via milis alumnisma1slawi@yahoogroups.com dan weblog www.alumnisma1slawi.com. Astaga…..

 

Laahhhh…alumni 84, berombongan dengan ketua gengnya, Pak Irkar Yuswandi, entah dimana Pak Heru Susdiyantoro menyembunyikan diri. Karena rombongan 84 tak tampak duduk di bangku yang disediakan. Reuni an sendiri, nih, yeee….pantes aja, ada seorang ibu mencari suaminya yang keasyikan bereuni dengan teman-teman SMA nya. Laen kaleeee, hp jangan ditinggal, pak….

 

Dan alumni 85, kompak dan kalem, ya….matur nuwun pak Akhmad Sayuti, pak Eko Yunianto yang telah berkenan hadir dan “ngajak” 85-nya.

86 juga kompak….setelah sehari sebelumnya mengadakan reuni 86, yang rutin dilaksanakan tiap tahun. Sukses selalu buat Pak Raharjo dan Mz. Soni Nusa….

87, he..he..he…kalo gak nyebut namanya, pasti blank, deh….maklum, foto di fesbuk mo ketemu langsung orangnya beda bangeeettttt….suwun Mz. Nugro Wicokro, Mz. Amin Sutanto dkk. Yang susah payah hadir dari jauh, Cirebon & Jakarta (halaahhhh… cirebon jauh ???? kalo jalan kaki, kalee, yeee…).

 

Dan alumni 88, maaf…gak sempat menyapa secara berombongan. Karena teman-teman panitia OSIS hanya mengatakan, “mbak, dicari alumni 88”…saat ditanya, “dimana ?”. Teman OSIS bingung sambil menjawab, “Tadi di dekat tangga, bu, tapi yang mana, ya….????” Wweeeehhhh……beruntung sekali Mz. Bengkas Krist menelepon, sehingga terhapus ke “ gela ” an gak bertemu dengan teman alumnisma1slawi lulusan 88. Gak afdol, ya, Mz. BK kalo kita gak kopdar, mosok via fesbuk mulu…..matur nuwun juga, foto2 “narsis” Mz. Eko Sugiyanto, he..he..he…bukti bahwa beliau hadir di ABS & Temu Kangen Alumni LIntas Angkatan.

 

Alumni 89 ??? tidaaakkkk…..tidak sedikit yang kudu diceritain. Bawa makanan dhewek, bawa tukang foto dhewek, inspeksi tempat dsbnya sejak H-2. Sayang sekali, sweety blacky tak komplit tanpa kehadiran komentator Interstate yang paling handal ngelesss dan mlayuuuu….Suwun, mz. TPH, mz. GHH ganti ding, H3, Mz. Rizal Bumijawa gitoo looohhh….Yu Sopi (bumbu ayam e di share, y), senior yang merasa ganteng, mz. Supri. Mz. Sigit dari Bandung , doyan juga rujak teplak, ya….dan masih banyak lagi member of Interstate.

 

90 dikomandoi mz. Kuwat Indriyanto yang salah teori menggiring member of Smansas ’90 nya ke perhelatan. Karena masih bisa dihitung dengan jari yang hadir. Apapun, gak rameeee….kalo gak dihadiri Mbak Iing, Mz. Mahmudi, Mz. Dedy dll. Suwuuuuunnnn…..

 

Geng of provokator, 91…malezzz aahhhh….dicritain, dah, terbukti Never Ending Friendship buat teman-teman lulusan 91 yang dikomandoi Mbak Yanti, sekaligus ketua Panitia ABS & TEmu Kangen Alumni LIntas Angkatan. Saluuuutttttttt……

 

92, eeehhhhmmmm…..matur nuwun rujak teplak, antor mo krupuk mienya. Tanpa support Mz. Syakur dari Semarang , Cak Ponod dari Surabaya dan teman-teman 92, gak bakalan kenyanggggg….selain support rujak teplak, kehadiran junior-junior hebat ini sebelum hari H nya, menambah semangat panitia ABS yang sebenarnya pesimis, lohhhhh….suwun mz. Yudi Pratikno yang menyempatkan hadir sebelum hajatan.

 

93, silent group…..maklum tak banyak alumni 93 yang dikenal via fesbuk maupun urun suara di www.alumnisma1slawi.com. Tapi adanya buku tamu yang diisi, setidaknya www.alumnisma1slawi.com mengenal mantan Ketos & wakilnya. Beserta anggota 93 yang hadir lengkap dengan alamat dan nopenya. Suwun, Mz. Didit, Mz. Wibi atas kehadirannya.

 

Dua orang alumni 94 paling sibuk menjelang dan saat ABS. Mbak Mualifah & Om Hery Prasetyo, selain Mz. Sigit Iman yang berhasil mengkoordinir teman-teman 94 nya dari Bogor. Suwun sumbangan soto baksonya, ya….

 

Gak ketinggalan alumni 95, Mz. Papang Yudi Prasetyo, yang lumayan direpotkan dengan perlengkapan menjelang acara. Maklum PNS Kab. Brebes ini kebagian tugas sebagai sie perlengkapan. Gak kalah repot, mz. Abdul Mufhti yang berhasil mengajak 95 nya foto bareng dus reuni sekaligus, ya….Eehhhh….MC nya juga dari 95 looohhh….suwun, ya, Mz. Akhirrrrrr…….

 

Duh, tanpa alumni 96, gak bakalan banyak yang tahu kalo alumnisma1slawi lintas angkatan mengadakan reuni akbar. Karena dukungan iklan di Rateg dan radio setempat, sehingga banyak alumnisma1slawi yang kurang berinternet ria berhasil tahu adanya ABS ini…suwun, Mbak Iin, Mz. Dedi Mulyono, Mz. Mujahidin & Bos Jono. Iya, iya…boleh merasa keberatan, kok….suwun juga tambahan beasiswa dari teman-teman 96.

 

Dimotori Mz. Nur Aidi & tante Lili, 97 hadir dengan menyumbang seperangkat alat sholat dan tambahan untuk beasiswa, sekaligus partisipasi untuk Dana Abadi Alumni, suwun, ya….

 

Dan dekorasi dikomandoi alumni 98, mz. Tryas..suwun, y, bos…

99’ers, repot di sie acara mo band alumninya, dipiloti Om Daniel. Dus suwun sumbangan tahu Randualasnya…..gak mengira bisa ketemu juga mo mantan Ketosnya, Mz. Imam Ghozali.

 

Alumni 2000, 2001, 2002, 2003 duuuhhh….yang ini bener-bener lupa disapa…padahal biasa nge fesbuk, YM an mo mz. Purba Purnama 00, sayang, karena masih ada tugas belajar di Korea , gak bisa hadir, ya….01 ada mbak Rina Wijayanti yang ikut sibuk. 2003 kok, gak ketemu mo mz. Khaerudin, ya…

 

2004 ada mz. Rizky Alife yang mondar mandir nganter undangan. Capek, deehhhh…..

2005 terbantu sekali hadirnya Mz. Dwi Kartiko & Mz. Aroem Rogo sehingga gak bingung menerima tamu dan nganter beberapa undangan. Kalian kayak prangko mo amplopnya, ya, kemana-mana berduaaaaaaa……

 

2006 ngumpul, kompak karena Mz. Anida Firmansyah & Mbak Ikhda (yang mana ya, kita say hai, gak ya ????). Dus dibantu mo Mz. Syarif Muji yang ngurus surat pemberitahuan ke aparat terkait. Ehhhmmm…fesbuk mo asline sama-sama terang lah yaawwwwww….

 

2007 ada mz. Khaqul Yaqien n Mz. David yang bantu ngitung dana abadi alumni yang terkumpul via Kotak DAA, asyiiikkk, kannn…ngitung duit orang, mz, he…he..he…

2008 sayang banget, Cuma ketemu mo mz. Ugiiiiiii…..yang laennya mz. Fuji berhalangan hadir, ya.

2009 “terpaksa” diundang saat ketemu hot spot-an di SMA 1 Slawi, karena alumni anyar ini sedikit sekali yang kontak dengan www.alumnisma1slawi.com. Masih menikmati masa-masa mahasiswanya…..

 

 

Acara yang dimeriahkan oleh Band Marshela dari Jakarta, band alumnisma1slawi & band OSIS SMA 1 Slawi dus grup Rebananya berisi penyerahan secara simbolis beasiswa untuk adik-adik SMA 1 Slawi yang aktif & berprestasi sejumlah Rp. 7,250,000.-. Sementara tali asih kepada pensiunan Guru & TU diserahterimakan kepada 6 orang, total sebesar 6 juta rupiah. Sebelumnya pada tanggal 19 Juli 2009, beberapa teman alumnisma1slawi menyumbangkan 40 lembar sarung dan uang tunai 1 juta rupiah ke Panti Asuhan Darrul Farrah di Harjosari. Dus…diserahterimakan ke SMA 1 Slawi via kepala sekolahnya, Ibu Sri Rejeki, TV 29 inch dari alumni 76, seperangkat alat sholat dari alumni 97 dan buku untuk perpustakaan dari alumni 92. Semoga bermanfaat…

 

Begitu banyak dukungan dari alumnisma1slawi dimanapun berada. Sehingga terkumpul dana cash sebesar 40 juta an dan total pengeluaran 24,5 juta. Sehingga masih ada saldo sebesar 16 juta an. Belum termasuk sumbangan non cash, berupa support soundsystem, band, merchandise untuk doorprize dll. Alhamdulillah…total mencapai 50 jutaan.

 

Hanya reuni saja ???? apa bukti nyata eksistensi alumnisma1slawi ???? masih banyak pertanyaan, masih banyak kritikan….”kannnn…Cuma ngumpul-ngumpul tokh…”

Apapun, terima kasih & apresiasi yang tinggi buat teman-teman alumnisma1slawi yang “mau” jadi panitia ABS & Temu Kangen Alumni Lintas Angkatan. Betapa banyak waktu pribadi, waktu untuk berkarya sebagai pegawai, karyawan, dan busines man terganggu dengan akifitasnya sebagai panitia yang harus menyiapkan segala kelengkapan ABS & Temu Kangen Alumni Lintas Angkatan. Semoga Tuhan Yang Maha Tahu akan membalas keikhlasan teman-teman panitia ABS, amieennn….

 

Niatan untuk bersilaturahim dan memetakan alumnisma1slawi sudah terlaksana. Kini saatnya, alumnisma1slawi all session sendiri yang menentukan mau dibawa kemana ikatan silaturahim yang sudah dan semoga terus terjalin ini. Kalau bukan alumni nya sendiri, siapa lagi ??? ABS & Temu Kangen Alumni Lintas Angkatan ini sebagai langkah awal dari perjalanan panjang eksistensi alumnisma1slawi. Harus ada yang mau “capek”, harus ada “komitmen” dan masih banyak lagi….tak hanya mengkritisi dan mensupport tapi masih diperlukan kiprah nyata dari all alumnisma1slawi lintas angkatan. Tak hanya sekedar membawa bendera angkatan/lulusan sendiri saja. Tapi juga bendera besar KELUARGA ALUMNI SMA 1 SLAWI LINTAS ANGKATAN. Ditunggu…kiprah selanjutnya……

Category: Event  | Tags:  | 5 Comments